
Cindy merasa sangat jengkel saat Bianca pergi begitu saja. Tapi Bianca merasa bahwa untuk berlama-lama berhadapan dengan gadis itupun hanya akan mengbuang-buang waktunya saja.
Dia pergi menemui sutradara Thomas dan meminta peran apa yang harus ia lakukan.
Mereka mulai masuk kedalam sesi pemotretan. Bianca berpose layaknya model profesional, sampai-sampai semua yang melihatnya terkagum-kagum.
"Wah Nona Bi kamu sungguh menguasai tema ini" Ucap Sutradara Thomas.
"Ah pak sutradara tidak boleh memuji terlalu berlebihan itu akan membuat saya lupa daratan" Timbalnya bercanda.
Mereka berbincang-bincang, Cindy yang melihat itu merasa tidak suka. Karna dia tahu bahwa popularitas Bianca akan segera melejit dengan waktu yang singkat.
Saat sedang mengintip ia melihat seseorang sedang mempersiapkan menu untuk makan di jam istirahat. Sepertinya kali ini Cindy akan berbuat sesuatu hal yang kotor.
***
Semuanya sudah mendapat kotak makan masing-masing dan ada beberapa bir dan minuman untuk merayakan kesuksesan pemotretan hari ini.
Semua makan-makan dan bersenang-senang, karna mereka akan mendapat bonus yang besar jika pekerjaan ini sesuai yang diinginkan oleh Tuan Muda dari JX group.
Bianca mendapat bir khusus yang diberikan oleh sutradara sebagai rasa hormat ia mengambil bir tersebut tapi ia belum sempat meminumnya karna harus kembali ke sesi pemotretan terakhir di hari ini.
***
Semua sudah selesai. Bianca tengah beristirahat dan mengambil bir yang tadi diberikan oleh sutradara.
__ADS_1
Ia meminumnya dan beberapa saat kemudian ia merasakan ada sesuatu hal aneh.
Matanya berkunang-kunang ia merasa kepanasan dan tubuhnya terasa berbeda. Keringat dinging mulai bercucuran, ia sudah tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Ia berlari keluar dari ruang istirahatnya untuk mencari sedikit udara segar. Tapi dia semakin merasa tidak nyaman. Ada nafsu besar yang tidak bisa ia kendalikan.
Dia berada di pinggir jalan dan tiba-tiba sebuah mobil menepi dan seseorang keluar dari pintu.
"Sedang apa kamu disini?" Tanya laki-laki itu.
"Ah bryan akhirnya aku bertemu dengan kamu. Aku butuh bantuan mu" Bianca mencium bibir Bryan dengan nafsu yang sangat besar. Ia menghisap bibir nya keras dan melumatnya berkali-kali.
Ia mulai meraba dada Bryan dan menatap Bryan dengan mata sayu nya.
"Bryan aku baru sadar kalau kamu setampan ini" Rayuan Bianca yang membuat Bryan sangat terkejut.
"Yang melakukan apa? Harusnya kamu bertanya apa yang akan kita lakukan. Kamukan laki-laki tidak mungkin setidak peka ini tahu" Jawab Bianca sambil membelai-belai bibir Bryan.
Bryan mengangkat tubuh Bianca dan langsung memasukannya kedalam mobil.
Didalam mobil emosi Bianca sudah sangat tidak terkendali. Ia terus menggoda Bryan sampai membuat Kevin merinding saat mengintipnya.
Ia terus menjilat kuping dan leher Bryan. Meraba dadanya sampai memainkan 'barang'nya.
"Bi jaga sikap kamu atau aku gaakan segan-segan untuk menghabisi kamu saat ini juga" Tegas Bryan.
__ADS_1
"Hihi silahkan saja kalau kamu bisa" Tantang Bianca sambil memperlihatkan wajah yang menggoda.
Bryan mulai jengah dengan kelakuan Bianca akhirnya ia memutuskan untuk memberikan Bianca sedikit pelajaran.
Ia mulai membelai rambut Bianca, menciumnya dan memainkan payudaranya.
Bianca malah merespond dengan sangat cepat. Ia tak kalah main dan terus melayani Bryan.
"Kucing nakal, hari ini aku akan memberikanmu sedikit pelajaran"
Kevin yang berada disana tapi tak pernah dianggap hanya bercucuran keringat dingin karna ia pun manusia normal. Berada ditengah-tengah dua manusia yang sedang bernafsu membuatnya jadi galau.
"Kevin kita harus sampai secepat mungkin" Titah Bryan.
Bryan menahannya kembali sampai mereka sampai dimansion.
Setelah sampai Bryan langsung menggendong Bianca dan membawanya masuk kedalam kamar.
Bianca sangat bersemangat dan ia langsung menggoda Bryan diatas ranjang.
"Kucing, ini kamu yang minta ya. Nanti pagi kamu tidak boleh menyesal apalagi sampai mengomel kepadaku" Ucap Bryan.
"Mana berani aku mengomel kepada tuan tampan ini" Bianca sudah tidak tahan ia yang memulai duluan dan memimpin pembukaan malam ini.
Bryan hanya mengikuti keinginan Bianca saja, Ia membebaskan Bianca melakukan apapun sesukanya. Sampai ia lelah dan tertidur.
__ADS_1
"Huh gadis kecil, Siapa yang sudah berani memberimu obat dengan dosis yang seperti ini, Mulai sekarang kamu harus lebih berhati-hati atau aku tidak akan membiarkan kaki ini keluar melewati pintu. Tapi aku suka permainan mu malam ini. Sepertinya aku harus menambahkan dosis sedikit lagi nanti" Bryan Membelai pipi Bianca dan langsung tertidur memeluknya.
Bersambung...