
Terlihat bianca duduk dengan perasaan yang sangat jengkel. ia merasa sangat menyesal karna sudah menandatangani surat kontrak itu.
Kevin hanya duduk dan memperhatikan bianca dia melihat bianca dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ini pasti perempuan itu" Gumamnya.
Tak lama kemudian zara datang dan berbicara kepada kevin.
"Maaf asisten kevin, Tuan muda sudah selesai dengan urusannya"
Kevin langsung bangun dari tempat duduknya. Ia pergi bersama zara tanpa berbicara sepatah katapun
"Nona bi, bagaimana anda bisa seceroboh itu?" Tanya direktur kavindra kepadanya.
"Tuan kavindra ini terlalu rumit untuk di jelaskan. yang jelas saya menyesal karna sudah menandatangani surat kontrak itu. kenapa kalian tidak memberitahuku bahwa laki-laki itu adalah dia?" tanya bi
"Mungkin hanya anda yang tidak mengetahui mereka nona" jawab hans
"Tuan kavindra, bolehkah saya batalkan kontraknya?" bianca memohon dengan sangat manis.
__ADS_1
"Haihhh nonaaaa, bagaimana pun anda merayu saya, saya tidak akan pernah bisa membatalkan kontrak ini. apalagi memang anda yang diinginkan oleh tuan muda. Selain masalah pribadi, masalah perusahaan, semua orang yang berkaitan dengan kavindra agency akan menanggung akibatnya. Anda juga harus menanggung denda sebesar 300jt dolar" tuan kavindra menjelaskan
Bianca hanya terdiam. Karna keinginannya tidak mungkin terjadi. Ia sudah membaca dalam majalah itu bahwa tidak akan ada yang berani memutuskan kontrak kerja sama dengan JX group.
Tuan muda telah tiba, semuanya berdiri kecuali bianca. Ia tetap duduk bahkan melipat tangan nya. Ia melihat arah sekitar dengan pandangan yang sangat benci. Ia terus cemberut tanpa memperlihatkan sedikit pun perasaan senangnya.
Bryan yang melihat perilaku bianca yang seperti itu hanya memperlihatkan sedikit senyum tipis dan seringai mematikannya.
"Selamat pagi tuan muda" Sapa hangat dari hans dan tuan kavindra. Bryan hanya menjawab dengan senyum tipis
"Jadi kalian benar-benar menemukan orang yang tepat. ternyata kavindra agency memiliki kemampuan seperti intelegen ya" Candaan bryan yang sama sekali tidak membuat bianca tersenyum sedikit pun. malah membuat bianca semakin empet.
Hans menyerahkan sebuah map berisi data pribadi bianca. ternyata sesuai dengan apa yang kevin dapatkan.
Bianca merasa sudah sangat tidak ingin berada disana. tapi kondisi yang membuatnya harus melakukan ini. Dia tetap bertahan sampai waktunya selesai.
"Kamu sudah berpengalaman dalam profesimu?" tanya bryan kepada bianca
"Saya bisa melakukan segala hal" jawab bianca ketus
__ADS_1
"Wahh hebat sekali, karna mungkin nanti kamu akan mengerjakan hal lain selain menjadi model" seringai bryan membuat bianca melotot dan hampir ingin menonjoknya.
Mereka membicarakan masalah pekerjaan, dan setelah semua selesai tuan kavindra pamit undur diri.
"Silahkan jika tuan kavindra dan manager hans ingin undur diri. Tapi sepertinya saya ingin sedikit mengobrol dengan nona yang satu ini" Bryan memperlihatkan seringai itu lagi. membuat bianca ingin menonjoknya.
"Maaf tuan muda yang terhormat sepertinya sudah tidak ada yang perlu di bicarakan" Bianca berbicara dengan segala kebenciannya.
"Bagaimana nona muda pratama bisa bilang tidak ada yang perlu dibicarakan? jelas-jelas banyak pembicaraan yang harus kita bincangkan" Jawaban bryan membuat bianca mengerutkan dahinya karna tadi bryan memanggil nama bianca dengan sebutan nona muda pratama.
Bianca tidak membantah ia bahkan mempersilahkan tuan kavindra dan manager hans untuk pulang duluan.
"Apa yang perlu di bicarain?" Intonasi yang sangat jelas bahwa bianca membenci bryan.
"sepertinya kita harus bicara diruangan pribadi saya" Jawab bryan sambil menyeringai.
Bersambung...
Hy readerssssš¤ dukung aku selalu yaš¤ sukai ceritanya dan berikan komentar untuk ceritakuš agar aku bisa memperbaiki segala kekurangan nyaš loveyouuuuā„
__ADS_1