Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 41


__ADS_3

Sudah sekitar 3 bulan sejak kejadian di lokasi syuting Bianca tidak bertemu dengan Bryan. Ia menjalankan hari-harinya dengan sangat baik. Hari ini adalah acara penting bagi Bianca, karna dia harus menghadiri acara resmi yang di adakan perusahaan untuk menyambut bintang-bintang model baru.


"Waktunya gue buat siap-siap"


Bianca mengenakan baju berwarna putih berpadukan merah. Ia terlihat merona dan lebih elegan. Hari ini dia harus terlihat cantik dan maximal karna ia akan berdiri diatas podium.


Kringgg...Kringgg.. Suara telpon


"Halo" Bianca mengangkat panggilan telponnya.


"Bianca apa kamu sudah bersiap-siap?" Tanya manager Hans


"Saya sebentar lagi berangkat manager Hans. Kita bertemu disana" Jawab Bianca.


"Baik saya tunggu" Tuttt.. Manager Hans menutup telponnya.


Bianca melihat cermin, memerhatikan tubuhnya yang sangat sempurna dengan balutan gayanya malam ini.


"Ini seharusnya awal yang baik buat karir gue disini. Gimana pun caranya gue harus bisa buktiin ke papa kalo gue bisa dan gue mampu bangkit sendiri" Bianca optimis untuk pencapaian nya malam ini.


Ia bergegas keluar dan menuruni satu persatu anak tangganya.


"Bibi fang sepertinya hari ini aku akan pulang larut, jadi kamu bisa tidur duluan tidak perlu menungguku" Ucap Bianca kepada bibi fang. Bibi fang mengangguk dan Bianca keluar dari villa tersebut.


***


Dia sudah sampai di lokasi, Terlihat saat turun dari mobil semua wartawan menghampirinya dan mengutarakan pertanyaan yang begitu banyak sampai Bianca sendiri tidak bisa menjawab mereka satu persatu.


Bianca memang pendatang baru yang sangat populer, karna pencapaian kontraknya dengan JX Group menjadikan dia seorang bintang dalam kurun waktu yang sekejap.


Ia mulai memasuki area dimana semua orang-orang penting hadir, pejabat-pejabat, kolega-kolega dari berbagai perusahaan yang bekerja sama dengan JX Group hadir. Begitu pun dengan aktris, aktor, dan para model.


Diantara semua orang yang ada disana Bianca langsung tertuju kepada sebuah kursi yang sangat megah diduduki oleh laki-laki yang berwibawa.


Disampingnya ada seorang aktris papan atas yang karirnya sangat gemilang.


"Cih ternyata dia lupa pulang dan berpaling kepada perempuan yang lain" Gumam Bianca dalam hati.


Manager Hans memanggilnya dan membuat Bianca mengalihkan pandangannya.


"Kamu sudah sampai Bi? Saya dari tadi mencari kamu" Ucap Manager Hans.


"Maaf Manager Hans saya tidak langsung mencari anda karna saya kebingungan harus berjalan kemana" Jawab Bianca.

__ADS_1


Bryan yang menyadari kehadiran Bianca menyunggingkan ujung bibirnya dan menatap Bianca.


Bianca menyadari bahwa Bryan sudah mengetahui keberadaannya, akhirnya dia pergi tanpa menoleh sedikit pun.


"Dasar perempuan itu! Berani-beraninya dia pura-pura tidak melihatku. Lihat saja nanti" Gerutu Bryan kesal.


***


Acara demi acara sudah dilewati dengan semestinya. Bianca sudah berbicara di atas podium ia memberikan sambutan yang hangat dan membuat semua orang memberikan kesan yang sangat baik kepadanya.


Ini seperti ajang pengorbitan Bianca secara umum, karna langsung banyak perusahaan yang membicarakan kontrak kepada Tuan Kavindra.


Mereka mulai berbincang-bincang membicarakan masalah bisnis dan bersulang bersama.


"Permisi bisa saya bergabung" Ucap seorang lelaki yang suaranya sangat familiar di telinga Bianca.


"Itu pasti dia, duhh gue males ketemu dia" Gerutu Bianca didalam hati.


Semua orang memberikan sambutan kepada Bryan, karna suatu kehormatan bagi mereka dapat berbincang-bincang bersama Bryan.


"Ohiya Nona Bi tadi kamu sungguh memikat semua orang begitu kamu naik dan berbicara di podium" Ucap Bryan


Bianca merasa tidak enak hati. Karna ia yakin bahwa Bryan pasti akan segera mempermainkannya.


Daisy mengerutkan dahinya. Ia merasa aneh karna selama ini Bryan tidak pernah mengajak seorang bawahan seperti Bianca untuk mengobrol apalagi dia memuji nya seperti itu.


Daisy Feroza adalah perempuan yang menemani Bryan malam ini.


"Wah Nona Bi, kamu sangat merendah. Memang seorang yang baru bersinar tidak boleh terlalu sombong. Atau mereka akan redup sangat cepat" Daisy nimbrung, dan terdengar dari nadanya dia tidak suka kepada Bianca.


Bianca hanya tersenyum dan tidak menjawab ucapan Daisy.


"Pak Presdir, Hari ini anda tidak mengajak Nyonya Presdir kemari bersama anda?" Tanya seorang Direktur perusahaan lain.


"Ah istri saya tidak menyukai hal semacam ini, Jika saya mengajaknya dia pasti menolak. Dan jika dia datangpun dia pasti menggunakan identitas lain untuk menghadiri acara ini" Ucap Bryan sambil melirik ke arah Bianca pada kalimat yang terakhir.


"Haha Tuan Muda sangat suka bercanda, mana ada perempuan yang berani menolak Presdir untuk menghadiri acara seperti ini. Hanya perempuan bodoh yang melakukan hal seperti itu" jawab yang lain.


"Dia memang perempuan yang berani, bahkan dia berani memanggil saya mesum saat saya ingin menyentuhnya" Mendengar itu membuat wajah Bianca memerah. Ia mengambil wine yang berada didepannya dan menenggaknya dengan satu kali tenggakan.


"Dasar brengsek! Dia bikin gue makin gabetah disini" Bianca bangkit dari kursinya ia pamit untuk izin kekamar mandi. Sementara itu mereka masih berbincang tentang 'Nyonya Presdir' yang sebenarnya sedang duduk disana.


Bryan memperhatikan Bianca yang pergi ke toilet membuat Daisy merasa ketakutan. Daisy takut kalau-kalau Presdirnya ini akan tergoda oleh Bianca.

__ADS_1


Ia pun pamit kepada Bryan untuk menemui temannya padahal dia menyusul Bianca ke toilet.


Ia adalah perempuan yang bisa dibilang termasuk kedalam kategori perempuan yang tinggal cukup lama dengan Bryan. Karna sifatnya yang licik yang selalu sedia payung sebelum hujan dan menyingkirkan siapa saja yang mulai ia curigai akan merebut perhatian Bryan kepadanya.


"Hey! Jangan belaga so elegan! Kamu tidak akan pernah bisa menjadi wanita Presdir!" Ucap Daisy saat melihat Bianca sedang mencuci tangannya.


Bianca tidak menghiraukannya. Ia terus mencuci tangannya dan membenarkan make up nya.


"Hey ******! Aku bicara padamu!" Daisy membentak Bianca.


Bianca meliriknya dari cermin.


"Maaf? yang anda maksudkan saya?"


"Cih, ****** gatau malu! Sebaiknya jangan ada dalam fikiran kamu untuk merebut Presdir dari tanganku"


Bianca menghela nafas, menghembuskannya dengan sedikit terpaksa.


"Saya tidak akan pernah merebut siapapun dari siapapun" Jawab Bianca sambil menatap wajah Daisy.


"Beraninya kamu menatapku seperti itu" Tangan Daisy sudah mengambil ancang-ancang untuk menampar Bianca. Tapi Bianca menangkisnya dan memegangnya dengan erat.


"Pertama, kamu dilarang menyebut saya ******. Kedua, kamu harus ingat bahwa kamu hanya mainan nya saja. Ketiga, kamu jangan banyak tingkah karna bila terlalu terang nanti akan cepat redup bahkan cepat menghilang!" Bianca melepaskan tangannya. Ia berjalan melewati Daisy begitu saja.


Daisy semakin murka dibuatnya ia mengejar Bianca dan menarik tangannya.


"Hey ******! Berhenti kamu!" Semua orang menatap Daisy.


Bianca menyipitkan matanya dan menatap Daisy.


"Jangan kamu fikir kamu bisa menggoda Presdir JX Group hanya untuk membopong kamu menaiki popularitas" Ucapnya.


Semua mulai mencibir tentang Bianca. Mereka mulai membuat opininya masing-masing.


Daisy tersenyum puas ia berfikir bahwa Bianca tidak akan mampu menjawab. Tapi..


"Memang kamu siapa? Kamu kenal dengan saya? Bagaimana kamu bisa membual begitu? Kamu pernah memergoki saya kencan dengan Presdir? Atau kamu punya bukti? Nona Daisy saya tidak mau berurusan dengan anda. Dan saya menghormati Presdir sebagai atasan saya. Saya tidak pernah berfikir untuk merebutnya dari siapapun apalagi dari anda. Memangnya anda siapanya presdir? Seharusnya yang berhak berkata demikian hanyalah Nyonya Presdir bukan anda yang hanya skandalnya" Bianca menyunggingkan ujung bibirnya. Membuat wajah Daisy memerah karna ucapannya.


Sementara itu, semua orang kini berbalik memandang Daisy sebagai wanita yang tidak tahu malu karna mempermasalahkan pria yang dimiliki oleh wanita lain dan membenarkan ucapan Bianca. Kini semua orang mencibirnya.


"Cih sekumpulan orang plin plan yang yang tidak berguna" Gumamnya dalam hati.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2