Perjalanan cinta bi

Perjalanan cinta bi
Episode 32


__ADS_3

Bianca duduk di posisi yang semestinya, ia bersebalahan dengan Bryan dan seseorang memakaikan mereka selendang berwarna putih.


Prosesi Ijab kobul di mulai tangan nya menjabat tangan tuan Indra


"Saya terima nikah dan kawin nya Bianca Biyya Salshabilla dengan maskawin tersebut tunai"


"Para saksi sah?"


"SAH"


Akhirnya mereka menikah. Bianca masih tidak menyangka, terlihat raut wajah yang sedih terpancar di wajahnya.


Saat Bryan memberikan tangan kanan nya sebagai simbol cium tangan dari seorang istri kepada suami nya barulah Bianca tersadar dan merubah mimik wajahnya.


Mereka beranjak dari tempat tersebut dan pergi keruang perjamuan untuk para keluarga.


Diruang perjamuan


Nyonya Sarah terlihat sangat senang karna keinginan nya selama ini telah terkabulkan. Walaupun beliau belum mengetahui bagaimana sifat dan sikap dari menantunya tapi beliau percaya bahwa putra sulung nya itu tidak akan sembarangan memilih istri.


Sementara disisi yang lain Nyonya Arumi sangat sedih karna ia harus rela melepaskan putri bungsu nya itu pergi bersama suaminya.


Ia tahu bahwa Bryan pasti akan membawa Bianca pergi untuk tinggal bersamanya.


"Menantu, kapan rencana kalian akan kembali ke jepang?" Tanya nyonya Arumi kepada Bryan.

__ADS_1


"Malam ini" Jawab nya singkat.


"Mengapa harus malam ini? kenapa tidak besok saja?" Nyonya Arumi mulai cemas.


"Maaf mah, tapi besok kerjaan di kantor sangat menumpuk, apalagi tadi banyak meeting yang di tunda, Saya ingin segera menyelesaikan pekerjaan saya dan membawa Bianca pergi berbulan madu" Bianca tersedak saat mendengar ucapan Bryan, ia melotot dan seperti ingin mencekik Bryan saat ini juga.


"Ah iyaa mama lupa kalau menantu mama ini sangat sibuk, Kalau begitu bagaimana kalau kamu pulang saja duluan dan biarkan Bianca tinggal disini beberapa hari"


"Saya sangat ingin hal itu terjadi, tapi saya takut kalau istri saya ini kangen dan pergi lagi dari rumah" Ledekan Bryan membuat Bianca hampir melemparkan mangkuk dessert yang ia pegang. Terlihat wajah Bryan sangat berseri-seri ketika menggoda Bianca. Hal itu menjadi pandangan yang sangat langka.


Perjamuan antar keluarga sudah selesai tuan Bram berniat untuk pamit undur diri tapi tuan Indra meminta mereka untuk tinggal malam ini karna memang cuaca sedang hujan.


"Bagaimana kalau keluarga Wijaya bermalam saja disini, karna kalau diteruskan pun saya rasa cuaca malam ini tidak bersahabat" Ucapnya.


Mereka setuju untuk menginap dan hal ini adalah kesempatan emas Bryan untuk mengerjai Bianca habis-habisan.


Semua sudah berada di kamarnya masing-masing, tinggal Bianca yang masih bingung harus tidur dimana karna tidak mungkin dia harus tidur bersama Bryan.


"Haduhhh gimana ini? gue gamau tidur sama si brengsek itu. Ya tuhaaaannnn, dia pasti bakal kerjain gue habis-habisan malam ini" Fikirnya yang masih berjalan mondar mandir didalam ruangan ganti.


Tokk..tokk...tok....


"Sayangku, Kamu yakin malam ini gamau puasin suami kamu?" Bryan mulai mengganggu Bianca


Bianca terkejut dan matanya melotot mendengar Bryan berkata demikian.

__ADS_1


"Heh mesum! Lo gila ya? Gue jijik deh denger lo ngomong kek begituan" Jawabnya ketus.


"Hey mengabaikan suami dimalam pertama itu dosa besar loh" goda nya lagi.


"Bryan lo pergi ga? atau ngga gue bakal teriakin lo!" ancam bianca.


"Teriak aja sepuas kamu toh semua orang juga tau kalo kamu itu istri aku. Ayolah sayang aku udah ga tahan ini" Bryan menahan gelaknya dan ia terus-terusan menggoda Bianca.


Tokk..tokk..tokk


Ada yang mengetuk pintu.


"Siapa? Bryan membuka kan pintu"


"Maaf tuan muda, dibawah ada tamu yang ingin bertemu dengan nona muda kedua" ucap pelayan.


"Siapa?"


"Emmmmmm, anuuuu, ituuu tuan, emmmm nona pasti tahu jika menemuinya" Pelayan itu ragu-ragu menjawab pertanyaan Bryan.


"Siapa yang datang mbo?" Tanya Bianca yang sudah keluar dari kamar ganti karna mendengar ada seseorang yang mencari nya.


"Emmmm ituu anuuu nona ada tuan muda alex ingin bertemu dengan nona"


"Alexxxx?" mata Bianca terbelalak dan ia langsung keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Bryan mengernyitkan dahinya dan menaikan satu alisnya melihat kelakuan aneh istrinya tersebut.


Bersambung...


__ADS_2