Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|14.Bertemu Dendra


__ADS_3

Anis memang tidak ingin mengatakan apapun lagi kepada Andi, sebab tanpa harus bertanya padanya pun Anis sudah bisa memastikan bahwa orang tersebut pasti dalam keadaan baik-baik saja, buktinya orang itu selalu saja sibuk ketika akan di temui dan sekarang orang itu telah pulang, kembali ke rumahnya sendiri.


Jadi, tidak perlu bertanya pada karyawannya tentang kondisi majikannya itu dan tidak usah lagi untuk datang kesini karena saat ini hati Anis benar-benar sudah merasa lega, anis pun membuang semua perasaan khawatirnya terhadap orang tersebut, kemudian Anis memesan taxi online untuk pulang ke rumahnya juga.


Tapi saat ketika Anis hampir sampai ke rumahnya yang hanya tinggal lima menit lagi saja, tiba-tiba taxi online yang di tumpangi Anis mendadak berhenti, anis lalu bertanya kepada sang supir apa yang terjadi, dan ternyata ada seseorang yang sedang menghadang perjalanan mereka dengan motornya, membuat sang supir taxi online tersebut terkejut lantas mengerem secara dadakan.


Anis pun turun, di lihatnya seseorang juga turun dari motornya, yang ternyata adalah motor sport yang sama, anis kaget, dan berpikir apa yang ingin di lakukan oleh orang itu


"Apa memang...hobi nih orang, ya...suka bikin orang lain kaget",(batin Anis) kemudian mengatakan kepada sang supir bahwa dirinya turun di sini dan memberikannya uang cash sebagai tip untuknya karena uang pembayaran taxi sudah di bayar oleh Anis melalui aplikasi


"Lo ada apa terus-menerus nyari-nyari gue, lo fans misterius gue, ya...?" tanya orang itu tiba-tiba pada Anis setelah dia selesai membuka helmnya dan melihat Anis juga selesai dengan supir taxi tersebut


"Apa...fans, pede banget nih orang" geram Anis dalam hatinya


"Kenapa diam, lo punya mulut untuk jawab, kan" Ucap Dendra dingin


Anis pun dengan bijak menjelaskan semuanya termasuk kenapa Anis mencari dirinya tanpa emosi sedikit pun meski hatinya ingin sekali emosi dengan sikap orang itu,


Penjelasan Anis yang lumayan panjang cukup membuatnya haus,dan berjalan ke arah cafe paling dekat dari tempat tersebut dengan Dendra yang masih saja mengikuti Anis meskipun sebenarnya urusan mereka telah selesai.


Anis tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh orang itu,dia terlihat seperti anak kecil yang mengikuti ibunya dan kini juga duduk di salah satu meja bersama Anis


"Kenapa Lo jadi ngikutin gue...?"


Ucap Anis ketika minuman yang di pesannya untuk mereka berdua sudah datang


"Kenalin nama gue, dendra" Ucap Dendra memperkenalkan dirinya


"Terus...?" Ucap Anis datar


"Gue mau minta maaf sama Lo" Ucap Dendra

__ADS_1


"Untuk...?" Tanya Anis


"Ya untuk kesalahan gue lah, karena udah bikin Lo kaget dua kali"


"Ok...gue maafin"


"Lo kok jutek baget sih ke gue, gak ada manis-manisnya sama sekali"


"Gue udah selesai minum, sekarang yang bayar siapa, gue yang traktir atau bayar masing" ucap Anis sembari pergi tanpa mempedulikan perkataan Dendra


"Dasar cewek resek..." Gerutu Dendra yang masih terdengar di telinga Anis


Akhirnya Dendra lah yang membayar minuman itu, mereka pun keluar dari cafe tersebut dan Anis langsung saja berjalan di atas tratoar karena rumahnya sudah tidak jauh lagi, anis menolak tawaran Dendra untuk mengantarkannya pulang dengan alasan tinggal lima menit lagi Anis akan sampai ke rumahnya.


Dendra tetap tidak pergi malah mendorong motornya tepat di sebelah Anis


"Lo apa-apaan sih,pake dorong-dorong motor segala...?" Ucap Anis bingung


"Mendingan... Lo pergi, rumah gue udah deket kok, capek Lo entar dorongin tuh motor meskipun cuma lima menit"


"Cuma lima menit, kan, ya udah gak apa-apa, hitung-hitung gue olahraga sore"


"Dasar cowok tengil... ngeyel bget, sih Lo di bilangin" (batin Anis)


"Ya, gak usah ngebatin juga kali"


Ujar Dendra membuat Anis kaget karena dia tahu Anis membatin


"Ngomong-ngomong gue udah nyampe, tuh rumah gue, sekarang Lo bisa pergi, makasih udah mau anterin gue" ucap Anis mengalihkan pertanyaan Dendra barusan


"Lo ngusir gue nih ceritanya, kagak kasihan gitu sama gue yang udah berhasil nganterin Lo pulang dengan selamat, meskipun lima menitan doang,

__ADS_1


karena kita, kan, gak pernah tau apa yang akan terjadi sama diri kita sendiri di lima menit kemudian itu",


Ujar Dendra panjang lebar


"Jadi ceritanya Lo mau mampir" Ucap Anis tersenyum dan Dendra mengangguk baby face


Anis pun mengajak Dendra masuk, Dendra duduk di ruang tamu sedang Anis membuatkannya minuman segar, yang langsung habis di minum oleh Dendra begitu saja tanpa Anis sempat mempersilahkannya minum


"Haus banget ya..?" Ucap Anis tersenyum


"Banget...!!! habisnya capek dorong motor" Ucap Dendra


"Emangnya siapa yang suruh, gue udah bilang Lo gak usah dorong-dorong motor kayak tadi, tapi Lo bilang olahraga, dasar tengil" akhirnya kata-kata itu terucap juga dari mulut Anis


"Lo tuh cewek resek"


"Tapi cantik, kan"


"Ge_er, ya udah gue pulang dulu ya, sampai ketemu lagi" Ucap Dendra berpamitan


"Hati-hati jangan ngebut, awas lampu merah jangan main seruduk aja kayak banteng" Ucap Anis meledek


"Siap cewek resek" Ucap Dendra kemudian pergi


Skip.


Di rumah Arsya


Entah kenapa Arsya merasa Anis sedang menghindarinya, arsya yakin pasti ada sesuatu yang coba di sembunyikan oleh Anis dari dirinya dan dia harus mencaritahu hal itu.


Arsya sangat tidak ingin Anis menjauhinya, sebab Arsya tidak ingin kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya, cinta pertamanya yang telah pergi meninggalkan ukiran namanya di sebuah nisan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2