Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|51.Rencana Keluarga


__ADS_3

"Sekarang bagaimana keadaan wanita itu..??" Tanya Mama Revan


"Re, sudah bertemu dengannya dan juga sudah bertemu putra Re, ma, tapi wanita itu menolak untuk Re bertanggung jawab" Lanjut Revan


"Re, saran Papa sebaiknya kita bertemu langsung dengan keluarga wanita itu dan membicarakan semuanya secara kekeluargaan" Ucap Papa Revan


"Mama setuju sekali dengan saran Papa, nak, bagaimana menurut kamu..?? Tambah Mama Revan


"Selama ini gue memang belum pernah ketemu sama kedua orang tua Anis, apa sebaiknya gue datang langsung, mungkin saja dengan restu dari kedua orang tuanya, maka Anis akan luluh, gue harus optimis kali ini, jikalau pun gagal, setidaknya gue sudah berusaha mencoba" (batin Revan)


"Kamu mikirin apa, nak" Ucap Mama Revan mengejutkannya


"Apa hari ini Papa sudah di perbolehkan untuk pulang..?? Tanya Revan tanpa menjawab ucapan Mamanya barusan


"Kebetulan tadi dokter bilang Papa tidak perlu di rawat inap, nanti setelah air infusnya habis Papa sudah boleh pulang" Ucap Papa Revan


"Apakah kamu ingin kita ke rumah wanita itu..?? Terka Papa Revan


"Hmmm.." Revan mengangguk


Kemudian Papa Revan meminta anaknya menceritakan sedikit tentang Anis, revan pun menceritakan bagaimana Anis pada kedua orang tuanya, namun yang Revan ceritakan hanyalah yang Revan ketahui sedikit-sedikit selama mereka saling berhubungan dulu.


Dan ketika Papa Revan bertanya siapa nama Papa Anis, revan menyebut nama tuan Mahendra, papa Revan terkejut tidak menyangka putra tunggalnya berani mempermainkan putri dari salah satu konglomerat sepeti Mahendra, sebab usut punya usut ternyata perusahaan mereka yang ada di luar negeri juga saling bekerja sama.


Sambil bercerita sedikit tentang Anis, revan rupanya juga menghubungi anak buahnya via sms, orang tersebut Revan minta untuk mencari alamat lengkap rumah Anis, dan dua jam kemudian alamat lengkap rumah Anis sudah berada di tangan Revan.

__ADS_1


Skip.


Saat ini Keluarga Revan telah tiba di depan rumah Anis yang megah, mereka bertemu security dan tidak lama di persilahkan masuk sebab tuan Mahendra menerima kehadiran mereka.


Di dalam Papa Revan memperkenalkan diri pada tuan Mahendra, tentu saja Papa Anis sedikit kaget mendapatkan kunjungan dadakan dari rekan bisnisnya yang di luar negeri.


Namun, kemudian Revan menjelaskan tujuan mereka, tuan Mahendra terperanjat ketika mengetahui jika Revan yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada Anis, seorang putra dari orang terpandang.


Kedua keluarga besar pun saling bertukar argumen, keputusan apa yang terbaik untuk kedua anak-anak mereka, sampai akhirnya tuan Alva dan tuan Mahendra setuju untuk menikahkan Revan dengan Anis, tapi keputusan tetaplah di tangan anak-anak mereka, apakah akan melanjutkan hubungan atau tidak.


Papa Revan lantas ingin bertemu dengan Anis, dan sangat di sayangkan Anis sedang tidak ada di rumah malam ini.


Keluarga Revan pun memilih pamit pulang dan akan datang lagi di lain waktu, tapi belum lagi mereka pergi, mereka di kejutkan dengan kehadiran anak kecil yang sedikit berlari dari ruang bermainnya ingin menemui sang kakek (tuan Mahendra).


Kalian pasti sudah bisa menebak Anis ada dimana...!!! (Author)


"Vin..gue mohon Lo sadar.." Ucap Anis penuh harap, sudah hampir 5 jam ia menggenggam tangan Kevin yang kata dokter sedang koma


Perlahan jari tangan Kevin bergerak-gerak, secepatnya Anis memanggil dokter, dokter memeriksa Kevin dan mengatakan ia telah melewati masa kritisnya, meskipun Kevin belum siuman.


Anis juga menanyakan bagaimana keadaan teman Kevin yang tidak lain adalah Havies, dimana Anis memang belum mengetahui jika mereka kakak beradik, karena itulah Anis mengira Havies adalah temannya.


Berbeda dengan keadaan Kevin dokter mengatakan jika Havies baik-baik saja.


Flashback On

__ADS_1


Lima jam sebelumnya...


Tepat setelah tiga jam kecelakaan terjadi, anis mendapatkan telepon dari Kevin, anis terkejut sebab yang menghubunginya adalah seorang dokter bukan Kevin.


Dokter tersebut menjelaskan tentang keadaan singkat Kevin dan Havies.


Anis pun mendadak memesan tiket pesawat kelas utama agar bisa dengan cepat tiba di Jakarta, tanpa harus datang menggunakan mobil dan berlama-lama terjebak dalam kemacetan nantinya.


Anis tiba di rumah sakit bersamaan dengan Kevin dan Havies di pindahkan ke ruang rawat mereka masing-masing, lalu anis pergi ke ruangan Kevin, menemaninya hingga saat ini.


Flashback Off


Tiba-tiba terdengar pintu di ketuk dari luar


dan ternyata perawat masuk ke dalam ruangan tersebut, perawat itu memberikan semua barang yang di pakai oleh Kevin dan Havies, mulai dari pakaian hingga jam tangan serta dompet dan sebagainya.


Setelah Anis menerima semua barang tersebut, anis lantas tersadar akan sesuatu, yaitu ketidakhadiran keluarga Kevin, hingga membuatnya harus menyimpan barang-barang milik Kevin tersebut.


Tidak berapa lama handphone Kevin berdering, anis memang sangat hafal suara nada dering Kevin yang unik, anis melihat tertera nama Mama memanggil di layar handphone itu, anis langsung saja mengangkatnya tanpa pikir panjang, karena sudah seharusnya keluarga Kevin mengetahui dimana Kevin berada saat ini.


Kini telepon itu telah terputus sebab Anis telah memberitahukan bahwa Kevin mengalami kecelakaan pada Mamanya dan Anis tinggal menunggu kedatangan Mama Kevin, di tengah keheningan dalam diam menanti Kevin sadar, terlintas di benak Anis mengapa dokter meneleponnya bukan malah menghubungi keluarga Kevin langsung, terlebih lagi Anis bukan siapa-siapa.


Dengan iseng Anis ingin mencari tahu penyebabnya, anis mengambil handphone Kevin, kebetulan handphone tersebut tidak memiliki kode akses apapun, namun Anis ragu untuk membukanya tanpa seizin dari Kevin walau ia sedang tidak sadarkan diri sekalipun, lama berpikir Anis mendapatkan sebuah ide untuk mencari tahu penyebabnya, anis kemudian menghubungi nomer milik Kevin, dan tertera nama My Wife memanggil di sana, anis seketika kaget mengapa namanya adalah istriku.


Dan sekarang Anis mengetahui apa penyebab ia yang di hubungi oleh dokter bukan keluarga Kevin, tentu dengan namanya yang demikian membuat dokter benar-benar mengira Anis adalah istri dari seorang Kevin A Wijaya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2