Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|33."Itu.., Ayah Aku"


__ADS_3

Lima Tahun Kemudian


"Ternyata kamu ada di negara ini"


"Iya, aku sudah lima tahun di sini"


"Apakah pria yang tadi suami kamu...??"


"Tentu saja bukan, arsya"


"Lantas siapa dia...??"


"Itu Kevin, laki-laki yang sudah menolong aku, dan dia selalu ada untuk aku"


"Oh, begitu, ya" Arsya hanya tersenyum begitu juga Anis


Memang saat ini Arsya telah bertemu lagi dengan Anis, setelah lima tahun pencarian yang di lakukan oleh Arsya, akhirnya ia bertemu lagi dengan Anis.


Pertemuan itu terjadi secara tidak di sengaja oleh mereka.


Kebetulan saja hari ini adalah acara ulang tahun kantor dimana Kevin bekerja, perusahaan besar itu tentunya mengundang para investor dari negara lain yang memiliki saham di sana, ternyata Arsya salah satunya.


Dan Kevin yang mengajak Anis pergi ke acara tersebut membuatnya malah bertemu dengan Arsya.


"Dimana anak kamu"


"Kamu tahu tentang dia"


"Tentu, sebab itulah aku selama ini berusaha mencari kamu, tapi takdir malah mempertemukan kita di sini"


"Dia ada di rumah bersama seorang suster"


"Dia pasti sangat cantik seperti kamu"


"Tidak, arsya, dia tampan"


"Boleh aku bertemu dengannya"


"Tentu saja, kamu bisa ikut aku dan Kevin pulang, nanti"


"Kalian tinggal serumah...??"


"Kami hanya tinggal di tempat yang sama tapi berbeda apartemen"


"Baiklah, ayo kita pulang, acaranya sudah selesai"

__ADS_1


"Baiklah"


Anis berjalan mendekati Kevin, mengutarakan keinginan Arsya untuk bertemu Ringga, kevin hanya mengangguk setuju, mereka bertiga pun keluar dari gedung perusahaan, arsya menawarkan diri untuk memakai mobilnya, kevin dan Anis yang memang tadi datang dengan taxi menerima tawaran Arsya.


Perjalanan memakan waktu sekitar dua puluh menit, akhirnya mereka tiba di apartemen Anis dan Kevin, anis membawa Arsya menuju apartemennya, anis memencet bel pintu dan ketika pintu terbuka seorang anak kecil langsung saja memeluk Arsya.


"Horeee, paman Kevin sudah pulang" Ucap Ringga tanpa memperhatikan siapa orang yang di peluk olehnya


"Ringga..." Ucap Kevin yang sejak tadi berada di belakang Anis dan Arsya padahal sebelumnya Kevin telah pamit ke apartemennya


"Paman Kevin" Ringga kaget ketika melihat Kevin justru berada di belakang


Ringga pun mendonggakkan kepalanya dan meminta maaf pada Arsya sebab ia salah memeluk orang, tanpa di duga Anis, arsya justru malah mengendong Ringga, membawanya masuk ke dalam apartemen, lalu duduk di sofa dengan Ringga di pangkuannya.


"Hai, nama kamu siapa...??" Tanya Arsya pada Ringga


"Aku Ringga, paman"


"Kamu lucu sekali"


"Paman ini siapa"


"Paman itu teman Mama kamu"


"Nama paman siapa...??" Tanya Ringga


"Apa paman mau jadi Papa aku"


"Ringga" Ucap Anis kaget dengan perkataan anaknya


"Denger, ya, paman, kalau paman mau jadi Papa aku, itu sudah tidak bisa lagi, karena aku sudah punya Papa"


"Mana Papa kamu...??" Ucap Arsya tersenyum gemas


"Itu.. Ayah aku...!!" Ringga menunjuk Kevin


Seketika mata Arsya dan Anis mengikuti arahan jari Ringga, sedangkan Kevin yang di tunjuk merasa kaget sekaligus menjadi salah tingkah sendiri.


"Jadi itu Papa kamu" Ucap Arsya


"Iya.." Jawab Ringga tersenyum bahagia


"Ringga udah malam, ini waktunya kamu tidur" Ucap Kevin yang sudah bisa mengendalikan diri sembari mengendong Ringga masuk ke dalam kamarnya


"Maaf, ya" Ucap Anis pada Arsya ketika Kevin dan Ringga sudah pergi

__ADS_1


"Gak apa-apa" Ujar Arsya


"Ringga memang selalu kayak gitu, kalau ada laki-laki lain yang datang, dia selalu mengira itu calon ayahnya, sedangkan dia ingin Kevin yang jadi ayahnya, makanya dia selalu saja bilang hal tersebut agar laki-laki yang datang itu pergi" Jelas Anis panjang


"Aku bisa mengerti, kok, nis, sepertinya anak kamu butuh seorang ayah" ucap Arsya lagi


"Tapi aku..." ucapan Anis terhenti


"Kenapa, anis...??" tanya Arsya


"Aku belum bisa buka hati lagi"


"Kamu harus bisa, supaya Ringga bahagia, toh Kevin juga baik sama kamu"


"Andai aku di posisi Kevin, aku pasti bahagia berada di samping kamu, dan aku akan bikin kamu selalu bahagia"


(batin Arsya)


"Kamu ini, kenapa sampai segitunya dengerin Ucapan anak kecil"


"Tapi apa yang anak kecil ucapkan itu biasanya adalah kejujuran serta keinginan hatinya, dan kamu pasti mengetahui hal itu"


Anis hanya diam dengan pernyataan Arsya yang demikian padanya, arsya berdiri, ia permisi ingin ke toilet, arsya di tunjukkan jalan oleh suster yang ingin berpamitan untuk pulang, memang suster itu hanya merawat Ringga pada pagi hari hingga malam pukul sembilan saja.


"Nis, ringga udah tidur, gue pamit, ya" Ucap Kevin yang tiba-tiba mengagetkan Anis


"Maaf soal perkataan Ringga"


"Itu udah biasa, kok"


"Oh, ya, kok gue jadi curiga, ya"


"Maksudnya"


"Lo, kan yang mengajari Ringga kata-kata itu, biar gak pernah ada orang yang dekat sama gue" Anis berkata to do points dengan nada ketus pada Kevin


"Terserah Lo mau nuduh gue apa, tapi gue gak seperti itu, gue gak masalah Lo mau dekat sama siapa aja, termasuk CEO muda kayak Arsya" Kevin pergi begitu saja dengan wajah kesal


Anis lagi-lagi serba salah, padahal dirinya tadi sekedar ingin bercanda seperti biasa pada Kevin, ternyata nada ketus Anis malah di anggap serius oleh Kevin.


Arsya yang sudah mendengar semuanya, hanya menasehati Anis dengan hati-hati, setelah itu Arsya pamit untuk pulang.


Malam ini, anis tidak bisa tidur nyenyak, dirinya merasa bersalah pada Kevin, ia pun memutuskan akan meminta maaf pada Kevin saat besok sebelum pergi bekerja.


Memang saat ini Anis sudah bekerja dengan menjadi manager sebuah restoran cepat saji, maka dari itulah dirinya menyewa seorang suster untuk menjaga Ringga.

__ADS_1


Anis sendiri bekerja agar tidak lebih merepotkan Kevin yang selama ini menanggung biaya hidupnya dan Ringga, meski Kevin ikhlas dengan semua yang di berikannya, namun tentu saja itu membuat Ringga semakin ingin sosok seorang ayah seperti Kevin.


Bersambung...


__ADS_2