Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|56.Lamaran Unik


__ADS_3

Ketika Arsya terbangun dari tidurnya, ia mendengar seseorang menangis namun Arsya tidak tahu darimana asalnya, arsya berpikir apa mungkin itu suara hantu di sore hari, ia lalu bangkit dari sofa dan mengikuti darimana arah suara tangisan tersebut, yang ternyata berasal dari dalam kamarnya.


Dengan perlahan serta di selimuti sedikit rasa takut Arsya mulai memutar gagang pintu kamarnya sendiri, sebab dirinya masih berpikir apakah yang menangis di dalam sana bukanlah manusia.


Dan ia terkejut ketika melihat dengan jelas di dalam kamarnya ada seseorang di balik selimut, lebih tepatnya seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki di tutup oleh selimut, di tambah lagi suara tangisannya mendadak berhenti sehingga Arsya tidak tahu siapakah dirinya, tapi yang Arsya ingat suara tangisannya barusan seperti seorang wanita.


Arsya pun mulai menanyakan siapakah orang itu, apakah ia hantu atau orang yang salah masuk kamar apartemen ataukah sebenarnya dia adalah maling dan berbagai pertanyaan lainnya.


Sejenak tidak ada jawaban, tapi kemudian bukannya menjawab semua pertanyaan dari Arsya, orang itu malah berkata bahwa Arsya harus mengenakan pakaiannya kembali sebelum masuk ke dalam kamar dan berbicara padanya.


Seketika Arsya langsung melihat bagaimana keadaannya, ternyata ia dalam keadaan tanpa sehelai benang pun, melihat hal itu secepat kilat Arsya masuk ke dalam kamar mandi yang berada di kamar tersebut.


Di dalam kamar mandi Arsya malu dan mulai mengingat apa yang terjadi pada dirinya, pagi-pagi sekali Arsya bangun di minggu pagi sebab memiliki janji dengan Novi, kemudian ketika hari hampir siang ia pergi reuni bersama teman-temannya setelah mengantar Novi pulang, lalu ia mengingat apa yang terjadi ketika ia meminum minuman yang di berikan oleh wanita yang berkenalan dengannya di sana, ia sadar di tambahkan obat dalam minuman itu, namun Arsya masih dengan baik bisa mengendalikan diri, ia pun berniat pulang ke rumah tapi di tengah jalan ia justru mengarahkan sang supir taksi ke apartemennya.


Arsya sendiri bisa mengendalikan dirinya demikian, di karenakan sebenarnya Arsyalah yang selalu memberikan obat tersebut pada teman- temannya, jadi ia tahu betul apa efek atau rasa yang timbul setelah meminum obat tersebut, tapi hari ini justru senjatanya itu memakan tuannya sendiri.


Lama berpikir, arsya mulai melihat kembali keadaannya saat ini, bagaimana bisa ia dalam keadaan tanpa busana, kecuali jika ia dan orang yang ada di balik selimut itu telah melakukan hal yang tidak-tidak.


Arsya pun segera memakai jubah mandinya lalu keluar dan langsung menuju lemari, mengambil beberapa potong setelan pakaian, setelah itu masuk lagi ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Selesai mandi Arsya memberanikan diri untuk menyapa orang yang ada di dalam kamarnya itu, orang itu hanya diam saja dan mulai menangis kembali.

__ADS_1


Arsya yang pusing mendengar suara tangisannya dan ingin secepatnya mengetahui siapa orang tersebut malah mendapatkan sebuah ide untuk menakutinya.


Arsya kemudian berkata jika orang tersebut terus menangis dan tidak keluar dari dalam selimut, maka Arsya akan melakukannya lagi, padahal Arsya sendiri tidak tahu hal apa yang akan di lakukan lagi tersebut.


Orang itu pun langsung berteriak mengucapkan kata "Tidak"


sembari mulai menyingkap selimut yang menutupinya, dan ketika Arsya melihat orang tersebut adalah Aruna yang kini telah memakai pakaian milik Arsya, secepatnya Arsya meminta maaf atas apapun yang terjadi ketika ia tidak sadarkan diri, arsya menjelaskan semua dari A hingga Z, sampai akhirnya Arsya menanyakan apakah yang telah ia perbuat pada Aruna.


Aruna yang kini malah pusing mendengarkan penjelasan Arsya, dengan takut mengatakan bahwa mereka telah melakukan hubungan suami istri, dan lagi-lagi Arsya mengatakan hal mengejutkan yang membuat Aruna terpaku.


"Kalau begitu, apakah kamu mau menjadi istri ku, una, agar kita dapat melakukannya lagi secara halal, sah di mata hukum dan agama"


Flashback Off


Salam Hangat FJ


#####


Skip.


"Una, apakah suami mu ini harus menjadi patung batu dulu, baru setelah itu kau selesai berdandan, kemudian pergi jalan-jalan, lalu menemukan pengganti ku, lantas menikahinya" Ujar Arsya yang mulai mengomel menunggu Istrinya keluar dari dalam kamar

__ADS_1


"Tentu Suami ku" Ucap Aruna sembari keluar dari kamar kemudian berkata lagi


"Arsya, kau selalu saja mengatakan hal itu jika aku kelamaan berdandan, padahal jika seorang istri menjadi cantik, itu akan membuat seorang suami bahagia dan tidak akan berpaling darinya sekaligus tidak malu untuk mengenalkannya pada orang lain"


"Dan harus berapa banyak aku menjelaskan, bahwa suami mu ini, tidak memerlukan kecantikan untuk selalu bahagia serta setia pada mu, una, dan tidak perlu merepotkan diri memamerkan diri mu pada orang lain yang akan mengedipkan mata jahatnya pada mu" Ucap Arsya


"Sudahlah, selalu saja berdebat sebelum pergi bersama" Ujar Aruna acuh


"Kau yang memulainya"


"Baiklah, suami ku, apakah kau akan terus mengomel di sini sampai menjadi patung batu sedangkan aku akan menikah lagi" Ucap Aruna penuh penekanan sehingga Arsya langsung bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya jika Aruna sudah mengambek


Mereka berdua pun segera meninggalkan apartemen menuju bandara untuk berkunjung ke Indonesia, sebab selama ini mereka tinggal di Amerika.


Mereka kembali ke Indonesia sebab ingin menghadiri serta menjadi salah satu saksi mata pernikahan dari keluarga Albino, rekan bisnis mereka.


Selain itu, mereka juga akan melihat bagaimana keadaan Papanya Arsya, tuan Albert, yang tetap ingin tinggal di Indonesia.


Kini mereka berdua tiba di Indonesia setelah melalui perjalanan yang panjang.


Bersambung....

__ADS_1


Yang Like 👍👍👍


Thanks You


__ADS_2