
Kevin masih melanjutkan ceritanya, anis bahkan membohongi Revan dengan sepucuk surat yang di tinggalkan di pintu kulkas berdalih pergi bekerja, padahal yang sebenarnya terjadi waktu itu, anis tidak pernah pergi bekerja melainkan menenangkan diri ke luar kota selama beberapa hari.
Setelah kejadian itu, revan mengetahui bagaimana kelanjutan ceritanya sampai pada akhirnya Kevin membawa Anis pergi keluar negeri.
Kevin pun menceritakan tentang masa-masa kehidupan Anis selama bersamanya di luar negeri, setiap harinya Kevin memang selalu melihat senyuman terukir di wajah Anis, tapi Kevin juga mengetahui jika senyuman itu adalah sebuah kebohongan besar yang di ciptakan oleh Anis agar terlihat kuat dan tegar, dan hanya berkat kehadiran Ringga ke dunia inilah yang membuat Anis benar-benar kuat serta mulai melupakan masa lalunya.
"Lo boleh untuk tidak percaya cerita gue, tapi itulah kenyataannya" Ucap Kevin setelah selesai dengan semua ceritanya
"Terima kasih karena Lo sudah mau menceritakan semuanya ke gue, tapi gue tetap akan menanyakan hal ini langsung ke Anis, apakah semua itu benar atau tidak, mengingat waktu itu gue juga tidak sadarkan diri" Revan mulai kelihatan merasa bersalah
"Ya.., memang seharusnya itu yang Lo lakuin" Kevin memberi dukungan pada Revan yang langsung pamit meninggalkan apartemennya untuk bertemu dengan Anis.
"Gue harap kalian bisa kembali bersama dan berbahagia walaupun di sini ada hati yang terluka"
(ucap Kevin dalam hatinya).
Skip.
Saat ini Revan telah berdiri di depan pintu apartemen Anis, dengan ragu Revan mengetuk pintu, tidak berapa lama pintu terbuka, anis sendiri yang membukanya.
Begitu Revan melihat wajah Anis yang tampak lelah, revan merasa tidak enak hati telah menganggu, anis pun yang sedikit terkejut dengan kedatangan Revan mempersilahkannya masuk ke dalam, namun Revan sempat berbalik dengan mengatakan akan datang lain hari.
Anis mencegahnya dengan mengatakan Revan sudah membuatnya tidak bisa beristirahat kembali, apalagi jika Revan sampai tidak memberitahukan maksud kedatangannya.
Revan lantas terpaksa masuk walau hatinya sadar telah menganggu waktu istirahat Anis yang sebelumnya melakukan perjalanan jauh dari Indonesia.
__ADS_1
Kini mereka telah berada di balkon teras apartemen Anis, tanpa basa-basi Revan langsung menanyakan kebenaran cerita Kevin pada Anis sebelum Anis bertanya apa tujuan dia datang ke apartemennya.
Revan menceritakan semua yang di beritahukan oleh Kevin, setelah selesai dengan cerita panjang lebar tersebut, ia menghadapkan Anis tepat di depannya.
"Sekarang jujur sama aku, apakah semua itu benar..??" Ucap Revan sambil memegang kedua bahu Anis, namun Anis hanya diam membisu
"Jujur Anis, apakah semua itu benar..??" Revan melontarkan pertanyaan kedua yang sama, sebab Anis tidak menjawab pertanyaan pertamanya
"I..i..ya" Anis berkata singkat dengan sedikit terbata
Seketika Revan menangis frustasi mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, revan sedikit berteriak di sana, anis yang tidak ingin Ringga terbangun karena mendengar suara teriakan Revan segera menenangkannya dengan cara memeluk Revan.
Untuk sesaat mereka berdua saling berpelukan, setelah Anis merasa Revan mulai tenang, perlahan ia melepaskan pelukan tersebut.
"Lupakan semuanya, sekarang sebaiknya kita berjalan pada kehidupan kita masing-masing, re.." Jawab Anis
"Tapi aku tidak pernah bisa melupakan dan berhenti mencintai kamu, anis.."
"Mungkin kamu tidak, tapi aku bisa.." Tegas Anis
"Jadi tidak akan pernah ada harapan lagi untuk kesempatan kedua aku" Revan terlihat sangat sedih
"Kesempatan kedua kamu sudah hilang bersamaan dengan kamu yang meninggalkan aku di apartemen Kevin tanpa mau mendengarkan penjelasan
aku lima tahun lalu" Jelas Anis
__ADS_1
Revan hanya diam dan tidak berkata apa-apa lagi, revan kemudian pamit pada Anis.
Setelah kepergian Revan, anis masuk ke dalam kamarnya, menangis sejadi-jadinya di sana, anis memang harus melakukan semua ini meski sebenarnya hatinya memberontak, ia sesungguhnya masih mencintai Revan sampai detik ini, tapi untuk menjalin hubungan lagi dengan Revan, anis belum bisa berdamai bersama waktu, waktu yang selalu membuatnya kembali teringat semuanya ketika berada di dekat Revan.
Hal inilah yang membuat Anis sulit memutuskan apakah ia akan kembali bersama Revan, hingga dengan berat hati kata-kata penolakan itu keluar dari mulutnya.
Tapi tentu Anis menyadari satu hal, yaitu membiarkan waktu juga yang akan menjawabnya suatu hari nanti, saat dimana Anis sudah berdamai dengan waktu, maka ia akan memberikan jawaban apakah dirinya akan kembali bersama Revan atau tidak.
"Walaupun waktu untuk aku menerima kamu akan terlambat sebab ada Aruna, tapi aku akan mengatakannya nanti, den" Gumam Anis yang ternyata di dengar oleh Kevin
Beberapa saat sebelumnya...
Revan pergi meninggalkan apartemen Kevin, entah mengapa kevin yang menginginkan kebahagiaan Anis, justru tidak tenang dan ingin mengetahui jawaban Anis setelah Revan datang memohon maaf kepadanya, kevin pun mendatangi apartemen Anis, dan keberuntungan tengah berpihak kepadanya, pintu apartemen Anis yang sedikit terbuka memberikan celah bagi kevin masuk secara diam-diam, memang tidak sopan serta tidak pantas untuk di tiru, menguping pembicaraan orang lain, tapi Kevin telah mendengarkan semua pembicaraan antara revan dan Anis.
Awalnya Kevin merasa bahagia karena jawaban yang keluar dari mulut Anis adalah sebuah penolakan tegas meski Anis harus menangis setelah mengatakannya, setelah melihat Revan pergi, kevin pun berniat untuk menghibur Anis, namun setelah mendengar ucapan Anis barusan, hati Kevin yang baru beberapa detik bahagia, seakan tertusuk paku tajam.
Kasihaannn...
Mendengar itu Kevin memilih untuk secepatnya pergi meninggalkan apartemen Anis, kevin hanya bisa pasrah jika suatu hari nanti jawaban Anis yang sudah bisa menerima Revan akan di katakan oleh Anis dan apapun jawabannya kelak, kevin akan menerimanya dengan penuh keikhlasan hati.
"Cinta memang tidak harus saling memiliki, tapi setidaknya aku tetap akan terus berusaha untuk memiliki kamu sebelum kamu memilih"
Gumam Kevin sambil terus berjalan menuju lift bukan ke apartemennya, ia memutuskan akan keluar sebentar, mencari udara segar.
Bersambung....
__ADS_1