Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|49.Maksud Tersembunyi


__ADS_3

"Papa kangen sekali sama kamu, nak" Ucap Papa Kevin yang lagi-lagi membuat Kevin terkejut


"Apakah aku sedang bermimpi tuan Wijaya ataukah kamu yang sedang mengingau, itu adalah ucapan paling langka yang kamu ucapkan" (batin Kevin)


"Sudah tidak perlu berkomentar di dalam hati" Ucap Havies berbisik ketika mendapat giliran memeluk Kevin, seolah ia tahu apa yang tengah di pikirkan adiknya itu


"Gue yakin pasti ada sesuatu, Vies, kita lihat saja nanti" Balas Kevin pula dengan berbisik yang kemudian hanya di balas senyuman dari Havies


"Sayang, mama sudah siapkan makanan kesukaan kamu, sekarang, ayo, kita semua makan malam"


"Iya, ma, kapan lagi, kan, bisa seperti ini, hampir tidak pernah karena kesibukan kita masing-masing, di tambah pula dengan Kevin yang tidak tinggal di rumah, dan Papa kangen serta senang sekali kita bisa kumpul bersama saat ini" Ucap Papa Kevin sembari berjalan bersama menuju ke ruang makan


Selesai makan malam hal yang sangat di tunggu Kevin terjadi, papanya meminta mereka semua berbincang di ruang keluarga, di sinilah Kevin mengetahui jika Papa dan Mamanya ternyata tidak benar-benar merindukan Kevin, mereka sama sekali tidak berubah, mereka justru bertanya tentang Anis padanya yang dimana ternyata kedua orang tua Kevin sudah mengetahui jika putranya itu menikah dengan Anis ketika berada di luar negeri.


Papa Kevin bercerita kalau dua hari sebelum kepulangan Kevin dari luar negeri, beliau bertemu dengan kedua orang tua Anis sewaktu menghadiri sebuah acara perusahaan, dalam acara tersebut semua pengusaha sukses hadir, papa Kevin yang memang mengenal tuan Mahendra berbincang tentang bisnis dengannya hingga pada akhirnya berbincang tentang anak, saat itulah mereka baru sama-sama mengetahui jika tuan Mahendra memiliki seorang putri dan Papa Kevin juga memiliki putra kedua bernama Kevin, mengingat bahwa selama ini yang di kenal oleh banyak orang hanya Havies.


Papa Kevin sangat terkejut ketika tuan Mahendra bercerita jika Kevin telah menikah dengan anaknya di luar negeri serta memiliki seorang putra, meski awalnya sempat tidak percaya bahwa Kevin yang di maksud adalah putranya tetapi tuan Mahendra ternyata mempunyai bukti, yaitu foto yang sempat di ambil bersama Kevin dan juga Anis.

__ADS_1


Papa Kevin yang senang dengan berita tersebut langsung melakukan penawaran bisnis pada tuan Mahendra, besannya itu, yang di sambut antusias oleh tuan Mahendra sendiri meski ia sempat mengatakan kerja sama mereka bukan karena pernikahan dari kedua anak mereka.


Kevin melihat kegembiraan di wajah Papanya sewaktu bercerita, dan Havies yang baru saja mengetahui hal ini seketika langsung memikirkan apa yang di katakan adiknya tadi adalah benar, papa dan Mamanya memiliki sebuah maksud tertentu, havies diam-diam melihat guratan kesedihan di wajah adiknya.


Havies juga menyayangkan sikap orang tuanya yang mengaitkan pernikahan Kevin dan Anis adalah sebuah hubungan bisnis.


Tapi hal mengejutkan malah terjadi ketika Papanya selesai bercerita, kevin yang sedari tadi sudah mencoba menahan rasa kekecewaan terhadap kedua orang tuanya mengatakan sesuatu tidak terduga, ia berterus terang kepada keluarganya kalau dirinya tidak pernah menikah dengan siapapun termasuk juga dengan Annisa anaknya tuan Mahendra, kevin mengakui jika pernikahan tersebut hanyalah sebuah sandiwara, namun Kevin tidak bercerita panjang lebar mengapa sandiwara itu di lakukan sebab itu merupakan privasi keluarga Annisa, kemudian Kevin pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang tampak masih tidak percaya dengan pengakuannya itu.


"Vin, lo mau kemana" Teriak Havies melihat adiknya pergi keluar rumah


"Mau menenangkan diri" Balas Kevin acuh sembari masuk ke dalam mobil sportnya


Kevin mengendarai mobil sport tersebut


melesat cepat di kegelapan malam, tentu saja saat ini tujuannya adalah tempat dimana ia bisa mendapatkan ketenangan diri yaitu club' malam.


Walaupun Kevin sudah lama meninggalkan kebiasaannya semenjak bersama Anis, tapi luka perihal sifat kedua orang tuanya membuat Kevin sedikit merindukan minuman.

__ADS_1


Namun belum sampai ke tujuannya itu Kevin dan Havies mengalami sebuah kecelakaan tragis.


______*****______


Anis sedang duduk di sebuah restoran menunggu kedatangan seseorang, tadi pagi orang itu menghubungi Anis untuk bertemu, anis menyanggupinya, karena bagaimanapun juga orang tersebut merupakan ayah dari anaknya, orang itu tidak lain adalah Revan.


Tidak lama Revan tiba juga di sana, tanpa berbasa-basi Anis langsung menanyakan tujuannya ingin bertemu, lagi-lagi hal yang sama di ucapkan oleh Revan, yaitu tentang keinginannya bertanggung jawab terhadap Anis dan Ringga, ia ingin mendapatkan kesempatan lagi untuk bisa bersama Anis, revan menyesal telah meninggalkan Anis waktu itu.


Namun, anis mengatakan bahwa ia tidak bisa kembali pada Revan sebab Anis masih ingin sendiri sampai ia dapat memutuskan apakah ia akan membuka hatinya kembali atau tidak, anis lalu mengatakan apa yang terjadi padanya bukan hanya kesalahan Revan, itu juga merupakan kesalahan Anis sendiri, jika saja waktu itu ia tidak membawa Revan ke rumahnya dan memilih meninggalkan Revan di hotel bersama Kevin, semuanya mungkin tidak serumit ini.


Revan tentu tidak diam dengan ucapan Anis tersebut dan terus menerus meyakinkan Anis agar menerimanya, sampai akhirnya Anis mengatakan hubungan mereka memang sudah tidak dapat terjalin seperti sebelumnya, sekarang mereka hanya bisa berhubungan sebatas pertemanan.


"Aku mengira kalau aku mencoba sekali lagi maka kamu akan menerima aku, nis, tapi ternyata pemikiran aku salah, hati kamu memang sudah sangat tertutup rapat buat aku" (batin Revan)


"Maafin aku, re, tapi untuk saat ini aku benar-benar hanya ingin sendiri, sampai aku mengetahui dimana cinta aku akan berlabuh untuk kedua kalinya" (batin Anis)


Beberapa menit keduanya saling terdiam, tiba-tiba Revan mendapatkan sebuah telepon dari sekretarisnya jika setengah jam lagi akan ada meeting.

__ADS_1


Revan pun berpamitan pada Anis, sebelum mereka berpisah Anis mengatakan jika Revan tetap bisa berkunjung ke rumahnya untuk bertemu dengan Ringga.


Bersambung....


__ADS_2