
"Maafkan saya tuan, saya bersalah" Ucap Rudi di hadapan semua orang di kediaman Mahendra
"Jadi, kaulah orang yang mengendarai truck waktu itu" Ujar tuan Mahendra dingin
"Iya..., kak Shintia yang meminta saya melakukan hal itu"
"Mengapa kau mau melakukannya, sedangkan kau sendiri adalah manager perusahaan ku, rudi, hidup mu tidak kekurangan, jika tidak, mungkin aku akan memaklumi, bahwa kau melakukan semua itu karena kekurangan ekonomi"
"Ampuni saya, tuan, saya berhutang budi pada kak Shintia dan bang Bara karena mereka membantu mencarikan pekerjaan untuk saya di perusahaan anda, tuan"
"Dan kau sendiri, apakah tidak berhutang budi juga pada ku, sebab telah menerima mu di perusahaan, kau bahkan menjabat sebagai manager, padahal kau tahu sendiri, jaman sekarang susah mencari pekerjaan, apalagi kau hanya lulusan SMP, kalau bukan karena Shintia yang terus merengek menerima mu, aku tidak akan mempekerjakan pengkhianat seperti mu" Tuan Mahendra mulai menyudutkan Rudi
"Saya bersalah, tuan, mohon jangan pecat saya" Mohon Rudi penuh penyesalan
"Lalu alasan kamu menculik Revan...??" Tuan Mahendra langsung ke pokok pembahasan lain tanpa mengubris permintaan maaf Rudi
"I...tu...i...tu, itu terjadi ketika saya berkunjung ke penjara menjenguk kak Shintia karena permintaan ibu saya yang sedih dengan keadaannya" Dengan gugup Rudi menjawab
"Lalu apakah itu termasuk dalam alasan membalas budi, juga" Tuan Mahendra lagi-lagi menyudutkan Rudi
"Tidak, tuan, itu adalah sebuah ancaman, bang Bara mengatakan jika saya tidak melakukan permintaannya menculik orang yang bernama Revan, maka ia akan menyebutkan nama saya pada polisi, agar saya juga berada di penjara"
"Itu bukan ancaman, rudi, tetapi rasa tidak tanggung jawab mu, karena mencoba melenyapkan diriku, kau takut masuk penjara..!!" tuan Mahendra meninggikan suaranya
"Tunggu..., satu pertanyaan, mengapa paman Bara meminta mu untuk menculik ku, padahal dia berada di balik jeruji besi, apakah artinya ia mengetahui siapa aku serta apa hubungan ku dengan Anis" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Revan yang juga bersama mereka
__ADS_1
"Tentu dengan mata lain yang Bara miliki, bukan begitu, rudi..??" Ucap tuan Mahendra dengan siluet mata mematikan, membuat wajah Rudi terlihat pucat seolah akan di kuliti
"Mata lain Om, apa paman Bara itu cenayang..??" Ucap Revan polos
"Tentu saja tidak, re" Jawab tuan Mahendra sambil sedikit terkekeh melihat tingkah polos Revan, kemudian berkata lagi
"Mata lain yang ku maksud, ya, rudi sendiri, dia selama ini telah menjadi mata-mata di perusahaan sekaligus kehidupan keluarga ku, itu sebabnya Bara mengetahui segalanya termasuk tentang Ringga" Tandas tuan Mahendra
"Kalau begitu Om Rudi harus berada di tempatnya juga, pa" Ucap Anis yang sudah mulai berkaca-kaca mengingat Ringga kembali
"Jangan, tuan, ampuni saya" Mohon Rudi mulai meneteskan air mata
"Om tahu, air mata Om tidak akan bisa membuat Ringga kembali" Ucap Anis dingin
"Anissa.., jika Om juga ikut di penjara siapa yang akan menjaga keluarga Om, anak dan istri Om serta ibu Om yang masih hidup" Ucap Rudi memelas agar Anis iba padanya
Bukannya Anis yang menjawab iba, tapi malah nyonya Bilqis yang menjawab dingin, sebab tidak ingin Rudi di bebaskan begitu saja
"Itu sebuah ide bagus, ma" Ucap tuan Mahendra sementara Rudi mulai ketakutan
"Mungkin Om Mahendra bisa mengampuni kamu, tapi tidak dengan ku, aku tidak akan pernah mengampuni orang yang secara tidak langsung juga ikut andil atas meninggalnya putra ku satu-satunya" Ucap Revan kemudian
[NB : Rudiart Hatta adalah adik kandung bibi Shintia yang merupakan adik ipar dari paman Bara, ia adalah sosok pengkhianat yang fotonya Revan perlihatkan pada Anis]
______*****______
__ADS_1
Sebulan Kemudian
[Hehehe udah 1 bulan aja, emang bulan itu cuma 1 bukannya 2 ataupun 12, kalau ada 2 itu namanya bulan bercermin di air dan kalau 12 itu namanya kalender
Lucu...gak, sih, candaan Author...😅😅🙏🙏]
#####
Hari ini tepat satu bulan usia pacaran Revan dan Viola, hubungan mereka terjalin secara dadakan dan juga tanpa adanya rasa cinta.
Sebulan lalu, viola mengajak Revan bertemu untuk membicarakan kontak kerja sama mereka yang akan di perpanjang atau tidak, namun bukannya meeting Viola justru menanyakan apakah Revan mau menjadi pacarnya, revan yang terkejut awalnya menjawab "ya" dengan candaan, tapi begitu mengetahui jika apa yang Viola ucapkan serius, revan tentu tidak dapat menarik ucapannya lagi serta menelan ludahnya sendiri, jadi Revan terpaksa menjalani pacaran dadakan bersama Viola.
Usut punya usut ternyata Viola sendiri juga sempat memiliki hati pada orang lain, namun cintanya hanya bertepuk sebelah tangan meski orang tersebut telah mengetahuinya, sedangkan Revan sendiri mengaku ingin belajar untuk melupakan wanitanya dengan mencoba memulai kehidupan baru yang lebih baik dari sebelumnya, dan sekarang hubungannya dengan wanitanya tersebut hanya sebatas pertemanan, terlepas dari wanitanya itu, yang belum membuka hatinya kembali untuk orang lain.
Ya, begitulah pengakuan keduanya, ketika mereka sama-sama merasa nyaman satu sama lain.
Setiap kali bertemu Revan dan Viola saling menceritakan hari-hari mereka, baik di rumah maupun di kantor, serta jujur pada perasaan masing-masing apakah sudah tumbuh rasa cinta atau belum di hati mereka.
Dan hasilnya mereka berhasil menjalani hubungan dadakan tersebut.
Seperti yang mereka lakukan saat ini, mereka merayakan hari jadi pacaran dengan mengunjungi sebuah tempat wisata, rasa bahagia pun terpancar dari wajah kedua bucin yang di mabuk cinta dadakan itu, mereka sama-sama telah mendapatkan tambatan hati dan tepat hari ini, cinta dadakan yang mereka jalani berubah menjadi cinta sebenarnya, ketika Revan tiba-tiba berlutut di hadapan semua pengunjung tempat wisata dan melamar Viola dengan sebuah cincin.
[Para reader udah pasti taulah apa jawaban Vio]
Bersambung....
__ADS_1
Jangan Lupa Untuk Like Untuk Author 👍👍👍