
Simak Yuk Kisah Revan Dan Viola Yang Ternyata Adalah ****Novi****
#####
Malam ini dengan terpaksa Revan mengikuti keinginan Papanya yang ingin berkunjung kembali ke rumah keluarga Anggara, namun sebelum itu, revan terlebih dahulu memberitahukan pada kedua orang tuanya tentang Viola, guna mewanti-wanti jika Papanya akan kembali menjodohkannya dengan anak dari tuan Anggara.
Papa Revan tidak masalah dan malah merestui jika Revan menjalin hubungan dengan wanita yang sekaligus rekan bisnis mereka tersebut.
Singkat cerita kini Revan dan kedua orang tuanya telah tiba di depan pintu rumah keluarga Anggara, setelah menekan bel, beberapa saat kemudian seorang pelayan terlihat membukakan pintu untuk mereka.
Mereka di sambut baik oleh tuan Anggara dan istrinya yang kebetulan sedang makan malam, mereka lalu di ajak makan malam bersama.
Selesai makan malam, tuan Anggara mengajak Revan dan Papanya ke ruang keluarga, tuan Anggara dan tuan Alva lalu mengobrol, mulai dari saling menanyakan kabar masing-masing hingga merambat ke perkembangan bisnis mereka, sedangkan istri mereka masing-masing lebih memilih memisahkan diri untuk berbagi cerita lain selain tentang bisnis.
Handphone Revan pun berdering, pesan masuk dari Viola, hal itu di jadikan Revan alasan untuk memisahkan diri juga dari Papanya dan tuan Anggara dengan alasan pekerjaan.
Revan berjalan santai sembari membalas pesan Viola, tanpa di sadari kakinya melangkah ke area kolam renang.
Asyik dengan aktivitasnya, revan tidak melihat jika ada seseorang yang tengah duduk di salah satu kursi santai di kolam tersebut.
Revan terus saja mengarahkan pandangan ke handphonenya dengan satu kali melihat ke arah depan agar mengetahui dimana dirinya berada saat ini.
"Kolam renang" (Ucap Revan dalam hati)
Lelah karena sejak tadi hanya berdiri, revan lalu memilih duduk di salah satu kursi yang tepat bersebelahan dengan seseorang yang telah ada di sana sejak tadi.
__ADS_1
Dalam pesannya, revan menceritakan pada Viola apa yang di lakukannya saat ini, yaitu berkunjung ke rumah sahabat Papanya dimana anak dari sahabatnya itu pernah ingin di jodohkan dengannya walaupun mereka tidak pernah bertemu satu kalipun, dan anehnya sejak tadi dia tidak melihat keberadaan anak dari sahabat Papanya itu.
Bukannya cemburu Viola yang mengira Revan sedang menggodanya dengan bercerita mengenai wanita lain, justru meminta Revan mencari wanita itu agar Revan dapat melihatnya meski untuk pertama kali.
"Ya, ampun nona, kau memang sedikit seperti batu, apakah kau tidak merasa cemburu sedikitpun" Gumam Revan ketika melihat pesan balasan yang di kirim oleh Viola
"Tidak.." Gumam seseorang yang duduk bersebelahan dengannya tanpa Revan atau orang tersebut sadari
Revan yang tidak merespon permintaan Viola, mengalihkan pembicaraan pesan singkat mereka dengan bertanya apa yang sedang di lakukan oleh Viola saat ini, viola mengatakan jika dirinya sedang duduk di salah satu kursi kolam renang.
Mengejutkan, revan membalas pesan Viola dengan mengatakan hal yang sama, ia juga berada di area kolam renang yang terdapat di rumah sahabat Papanya.
Viola lalu dengan iseng meminta Revan melihat sekelilingnya, siapa tahu ada sosok bidadari di sana.
Bersamaan dengan membaca pesan balasan dari Revan, viola juga melihat sekeliling, dan tepat ketika pandangan mereka sama-sama melihat ke arah samping, mereka berteriak.
"Haantuuu..." teriak Revan
"Setaaannn..." teriak Viola
Merekapun sama-sama berlari meninggalkan tempat tersebut, dan mendatangi orang tuanya masing-masing, revan mendatangi Papanya di ruang keluarga dan Viola mendatangi Mamanya yang berada di ruang tamu.
"Kenapa kamu berteriak, re..??" Tanya tuan Alva yang mulai sedikit tidak enak dengan tingkah Revan di rumah sahabatnya
"Tadi Revan bertemu hantu, pa.." Ungkap Revan ketika deru nafasnya sudah mulai bisa di atur akibat berlari ketakutan
__ADS_1
"Ada-ada saja kamu, re, mana mungkin ada yang seperti itu di sini.." Ujar tuan Alva
"Beneran...Pa, re melihatnya di kolam renang"
"Ayo kita buktikan.." Ucap tuan Alva yang langsung saja di tolak oleh Revan
Sebagaimana halnya Revan yang tidak di percayai oleh Papanya, begitupun Viola, pengaduannya tentang apa yang ia lihat di kolam renang pada sang Mama juga tidak di respon dengan serius dan malah menjadi bahan tertawaan Mamanya serta Mama Revan, apalagi ketika di minta untuk membuktikan, viola memilih tidak pergi ke kolam renang lagi.
"Jadi..Ini anak jeng yang namanya Viola..??" tanya Mama Revan pada Mamanya Viola
"Ternyata kamu sedang melakukan perawatan, tante jadi tidak bisa melihat wajah aslinya kamu yang cantik" lanjut Mama Revan
"Iya..jeng, teman-temannya mengenal dia dengan nama Novi, namun saya dan Papanya lebih suka memanggilnya Viola" Cerita Mamanya Viola
Viola yang di perkenalkan lalu menyalami Mama Revan, kemudian meminta izin untuk pergi ke kamar sebab harus membersihkan wajah karena sedang memakai masker perawatan kulit wajah.
Mama Revan meminta Viola untuk kembali setelah membersihkan wajahnya dari masker karena ingin memperkenalkannya dengan putranya.
"Apa dia orang yang waktu itu ingin di jodohkan sama gue, bodoh.., kenapa gue gak sadar dan ada di rumah, kalau ternyata tamu spesial yang Papa maksud adalah keluarga laki-laki itu, apa jadinya kalau Revan tahu hal ini, apa dia akan marah ke gue, vio...lo memang bego" ( Umpat Viola dalam hati pada dirinya sendiri)
Tiba di dalam kamarnya Viola langsung membersihkan wajah, tapi setelah itu ia tidak keluar kamar lagi untuk menemui Mamanya dan teman Mamanya tadi, viola memilih berdiam diri di dalam kamarnya.
Viola lalu kembali mengingat jika dirinya masih berbalas pesan dengan Revan dan belum memberitahu apa yang terjadi padanya, viola yang melihat handphonenya sedikit terkejut sebab ada beberapa pesan dari Revan.
Bersambung....
__ADS_1