
Ternyata Dendra membawa Anis kembali ke apartemen Kevin, di sana terlihat Kevin sedang mengompres bagian yang terkena pukulan dari anak buah Dendra, terutama pada bagian wajahnya.
Kali ini, Dendra mengetuk pintunya sebelum masuk, meskipun pintu tersebut terbuka lebar, membuat Dendra dan Anis dapat melihat apa yang tengah Kevin lakukan.
"Masuk aja" Ucap Kevin yang saat ini tengah duduk di sofa ruang tamunya tanpa melihat siapa yang datang
"Sekarang gue langsung aja, gue cuma mau, anterin pujaan hati Lo kesini" Ucap Dendra tanpa basa-basi setelah mendapatkan izin masuk
"Untuk apa Lo balik ke sini lagi" Ucap Kevin kaget
"Semoga kalian bahagia, ya" Ucap Dendra menggenggam tangan Anis tanpa memperdulikan perkataan Kevin barusan
"Tapi...kamu...sal...." belum sempat Anis berbicara ucapannya terpotong
"Sssuuttthh..., aku gak apa-apa kok" Ucap Dendra tersenyum sambil menutup mulut Anis dengan jari telunjuknya
Dendra lalu melangkah pergi begitu saja, dengan di iringi air mata Anis, sedangkan Kevin yang sejenak menghentikan aktivitas mengompres wajahnya, hanya terpaku melihat dua sejoli Anis dan Dendra yang berpisah di depan matanya
"Jadi Dendra yang udah lakuin itu ke Lo...??" Tanya Kevin setelah Dendra pergi yang hanya di jawab anggukan kepala oleh Anis
"Lo yang sabar ya, lo harus yakin semua akan baik-baik aja" Ucap Kevin lagi
Anis duduk di sebelah Kevin, ia hanya bisa menangis, kevin yang merasa terganggu dengan suara tangisan Anis, mulai merasa tidak fokus dalam mengobati lukanya, kevin pun mengabaikan rasa sakitnya dan mencoba untuk menenangkan Anis, kevin menenangkannya dengan cara memeluk Anis.Awalnya Anis tidak menyadari perlakuan Kevin, namun setelah sadar, anis mendorong Kevin dengan sedikit kasar.
"Ngapain Lo memeluk gue"
"Habisnya suara Lo bising tau, gak"
"Bilang aja kalau Lo nyari kesempatan"
"Terserah, tapi gue tadi cuma mau nenangin Lo"
"Apa gue boleh minjam kamar Lo, lagi...??" Anis bertanya pada Kevin
"Tentu, lo boleh pakai kamar gue sesuka hati Lo kok" Jawab Kevin sambil tersenyum
"Terima kasih"
__ADS_1
"Sama-sama"
"Gimana caranya, gue, habisin Lo, lo lagi punya janin, sekarang apa yang harus gue lakuin ya" Ucap Kevin dalam hati
Kevin pun mulai memikirkan kembali tugasnya, sangat berat rasanya bagi Kevin untuk melakukan hal itu kepada seorang calon ibu muda.
Lama kevin termenung, dia pun mendapat sebuah ide konyol untuk menyelamatkan nyawa Anis, dan akan di sarankan olehnya pada Anis nanti setelah merasa tenang, kevin kemudian mengambil jaket kulitnya, lalu pergi meninggalkan apartemen.
Kevin akan kembali ke Jakarta, menyelesaikan semua urusan dengan keluarganya lalu setelah itu Kevin akan menjalankan rencananya untuk Anis.
______*****______
Warung Makan Dendra
Sementara Anis di apartemen dan Kevin kembali ke Jakarta, dendra justru tengah mengemasi barang-barangnya yang ia tinggalkan di tempat usahanya, seperti pakaian dan lain-lain,
setelah itu semua Dendra terselesaikan, dendra memanggil Andi, memberikannya sebuah tas briefcase yang biasa Dendra kenakan
"Kenapa pak bos memberikan saya tas ini" Ucap Andi bingung
"Buka saja, ada sesuatu di dalamnya untuk kamu" Ucap Dendra tersenyum
Ucap Andi kaget ketika melihat isi tas tersebut, di dalamnya ada sebuah map yang ketika di buka oleh Andi ternyata adalah surat hak milik dari warung makan atas nama Andi Sastrawiria
Ya, dendra yang memang berniat memberikan warung makan miliknya kepada Andi, sebelumnya telah mengubah semua data-data dari pemilik sah warung makannya itu, dendra mengubahnya menjadi atas nama Andi, karyawannya.
Dendra pergi dengan alasan bahwa dirinya akan kembali ke rumah di karenakan akan mengurus Mamanya yang sedang sakit, andi memang sudah mengetahui bahwa bosnya itu datang ke Bandung hanya untuk melarikan diri dari perjodohan, tapi Andi masih belum mengetahui jika Dendra adalah anak seorang pengusaha kaya raya.
Andi pun sangat mendukung keputusan Dendra, bukan karena dirinya akan mendapatkan hadiah warung makan untuknya, melainkan karena setiap anak memang harus berbakti kepada orang tuanya, entah mereka memiliki sifat yang buruk sekalipun, setiap anak tetap harus bisa berbakti.
Ucapan selamat tinggal serta wejangan untuk kelancaran usahanya tidak lupa Dendra berikan kepada Andi, andi juga sangat berterima kasih atas pemberian dari Dendra, andi akan berusaha untuk tidak mengecewakan Dendra atas kepercayaannya itu.
"Maaf Andi, gue terpaksa harus bohong,
entah ini ego atau bukan, yang pasti gue harus pergi untuk melupakan semuanya...!! ya, semuanya"
ucap Dendra dalam hati, menatap kearah andi sambil menghidupkan mesin motornya lalu pergi begitu saja
__ADS_1
Skip.
Revan dan Mamanya saat ini sudah berada di bandara Soetta, setelah janjian bertemu di sana.
Sebelum Revan tiba di Jakarta,
revan telah menyuruh asisten pribadinya mempersiapkan segala sesuatu untuk menyusul Papanya, sekaligus tinggal di sana, mengurus perusahaannya.
Revan memutuskan pergi ke Amerika
untuk melupakan semua yang telah terjadi.
Sebenarnya Revan sedikit tidak yakin dengan keputusannya ini, sebab diam-diam Revan mengetahui jika masalalunya juga berada di sana, namun semua itu tidak di gubrisnya.
Flashback on
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang lurus sampai ke pinggang tengah duduk di bangku, tepat di bawah salah satu pohon rindang yang terdapat di kampusnya.Seorang laki-laki tampan datang mendekatinya, laki-laki itu duduk dan sang gadis lantas memeluknya dengan erat
"Maafin aku ya"
"Untuk...??"
"Untuk kesalahan gue"
"Sayang, kamu itu gak pernah lakuin kesalahan apapun ke gue"
"Gue bersalah, dan kali ini kesalahan Gue beneran sangat Fatal"
"Maksudnya...??"
"Gue Hamil"
"Kamu bisa, aja, bercandanya"
"Gue gak lagi bercanda"
"Siapa yang lakuin"
__ADS_1
Bersambung....