Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|7.Perkenalan Singkat


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Novi bekerja, dia di sambut baik oleh semuanya, novi merasa bahagia di tempat barunya.


"Ternyata begini cara hidup karyawati",


gumamnya dalam hati, lalu memulai paginya dengan semangat.


Sementara Anis yang tinggal di rumah merasa sedikit bosan, anis hanya duduk melamun di teras belakang rumah.


Tiba-tiba terpikir olehnya untuk pergi berbelanja keperluannya dan juga bahan makanan yang sebagian sudah habis.


Anis pun bersiap-siap setelah itu ia memesan ojek online, sebab, mobil hanya ada satu dan di gunakan Novi untuk bekerja karena itu mobilnya.


Beberapa menit kemudian ojek online pesanan Anis datang, tadinya Anis sempat berpikir kalau di tempat ini tidak ada ojek online, mengingat tempat tersebut juga tidak begitu banyak penduduknya, tapi saat, melihat aplikasi ternyata ada.Anis menuju ke sebuah pusat perbelanjaan terdekat.


"Novi memang pintar memilih tempat pelarian yang tidak jauh dari rumahnya, kantor tempatnya bekerja, mall, dan tentunya tempat ini memiliki pemandangan indah" anis berkata dalam hatinya


Akhirnya Anis sampai dan membayar tukang ojek online tersebut dan kemudian masuk kedalam, beberapa toko ia masuki satu persatu, membeli beberapa kebutuhan pribadinya dan juga kebutuhan persediaan makanan.


Beruntung Anis memiliki uang cash yang lumayan fantastis jumlah nominalnya, cukup untuk biaya hidupnya.


Anis mendapatkan uang tersebut dari brankas Almarhumah Mamanya yang kebetulan memang di simpan di dalam kamarnya dan tidak ada satupun orang yang tahu kalau Mamanya punya uang sebanyak ini di brankas kecuali Anis, almarhum Papa bahkan tidak tahu.


Ketika Anis di usir oleh Pamannya,


anis mengambil uang itu dari brankas, selain album foto keluarganya waktu itu, karena sudah pasti jika ia menggunakan card-nya tentu paman akan tahu dan membekukannya, tapi, dengan uang cash ini Anis bisa membeli apapun tanpa takut di bekukan, toh ini uang bukannya card.


Akhirnya semua yang ingin di belinya sudah ia dapatkan, anis kemudian beranjak pulang,namun tiba-tiba Anis terpeleset dan tanpa sengaja menarik seseorang, beberapa detik mata mereka saling bertatapan,dan spontan Anis sadar posisi mereka, orang itu menindih tubuh Anis yang tidur di lantai, memang tubuh mereka tidak begitu dekat,tapi adegan itu berhasil membuat Anis terlihat merona.



Kemudian mereka sama-sama bangun, dan ketika Anis ingin melanjutkan langkahnya lagi, tiba-tiba Anis di tegur oleh orang itu.


"Hai, nona, lain kali harap hati-hati"


"Oke..."


ucap Anis singkat sambil melihat orang tersebut lantas pergi berlalu begitu saja tanpa memperdulikan orang itu lagi

__ADS_1


"Crazy, apa tuh cewek gak kenal siapa gue, kenapa dia begitu bisa sejutek itu, bahkan pergi begitu saja tanpa meminta maaf..??" gumam orang itu


Saat Anis sampai di tempat parkir dia langsung memesan ojek online,namun setelah menunggu hingga kurang lebih lima belas menit ojek onlinenya tidak kunjung tiba, anis pun mengirimkan pesan dan si tukang ojek malah mengatakan jika dirinya terjebak kemacetan.


Lama menunggu, anis terkejut ketika ada mobil mewah yang berhenti tepat di depannya, seorang laki-laki keluar dari mobil dan menghampiri Anis.


Anis lebih terkejut lagi ketika melihat wajah orang itu, ternyata laki-laki yang terjatuh dengannya tadi.


"Mau apa dia, apa dia mau marahin gue karena tadi pergi gitu aja tanpa minta maaf, tapi tuh tadi, gue takut kalau dia sampai liat pipi gue yang merah, makanya, gue main pergi gitu aja"


(celoteh Anis dalam hati)


"Anda, mau pulang nona" ucap laki-laki itu kemudian saat berada dihadapan Anis


"Iya, tuan" jawab Anis datar


"Bolehkah saya mengantarkan anda pulang, nona...?? tanya laki-laki itu tiba-tiba


"Tidak, tidak perlu tuan, saya tidak ingin merepotkan Anda nantinya"


"Saya justru senang jika anda yang merepotkan saya, nona" tukas laki-laki itu tersenyum


Anis tentu saja menolak, sebab, ia tidak mengenal laki-laki tersebut.


Tapi tetap saja laki-laki itu terus-menerus meminta Anis agar menerima bantuannya.


Anis sangat bingung, karena tukang ojek online pesanannya belum juga tiba, anis kemudian mengambil handphonenya untuk mengiriminya pesan,tapi sebelum Anis mengirimkan pesan, pesan masuk dari tukang ojek online pun masuk, mengatakan kalau dirinya meminta maaf , sebab tidak bisa menjemput, karena terjebak macet panjang, dan ia juga mengatakan akan mengensel pesanan Anis.


Akhirnya mau tidak mau, anis terpaksa masuk kedalam mobil laki-laki yang tidak di kenalnya itu, dari pada memesan ojek lagi, dan di cansel, karena terjebak kemacetan juga.


Laki-laki itu pun berjanji kalau niatnya hanya mau mengantar bukan menyakiti Anis.


Di tengah perjalanan laki-laki itu memperkenalkan dirinya.


"Saya Arsya, kalau anda nona"


"Saya..., saya Anis"

__ADS_1


"Nama yang cantik, seperti anda nona"


"Bisa tidak jangan terlalu formal"


ucap Anis lagi tanpa memperdulikan laki-laki itu yang mengatakan dirinya cantik


"Tentu, anis, jika itu mau kamu"


"Begitukan lebih baik" Anis tersenyum kecil


Dua puluh menit kemudian mereka pun sampai di depan rumah Anis,anis turun tanpa Arsya sempat memutar untuk membukakan pintu mobilnya untuk Anis.


"Anis..."


"Iya..."


"Apakah kamu tinggal sendiri...??"


"Tidak, aku tinggal bersama sahabat ku"


"Berdua saja...??"


"Iya..., berdua saja"


"Baiklah, jika begitu aku pamit pulang dulu"


"Hmmm.... Arsya"


"Iya"


"Terima kasih ya, dan untuk yang tadi di mall maaf jika dasi kamu ketarik"


"Aku kira kamu lupa bagaimana cara meminta maaf"


ucap Arsya tersenyum


Arsya kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Anis yang hanya tersipu malu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2