Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|20.Kepulangan Kevin


__ADS_3

Kevin masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Havies yang sengaja masih membahas mengenai Kevin yang di tinggal pergi oleh seorang wanita yang bahkan tidak pernah ada dalam kamusnya, sebab wanita manapun yang melihat Kevin tentu akan dengan senang hati menawarkan dirinya.


Kevin tetap saja memasang wajah malas untuk menjelaskan semuanya kepada Havies, karena sudah terlanjur kesal sebab kedua orang tuanya tidak ada yang menyambut kedatangan Kevin yang telah beberapa bulan berada di Australia.


Tapi bukan Havies namanya jika tidak memiliki banyak akal untuk menggoda adiknya yang satu ini sekaligus membuat rasa kesalnya sedikit berkurang.


Havies terus menerus menanyakan hal itu, sampai akhirnya Kevin menyerah dan menceritakan semuanya, dimana ketika dirinya tiba di Bandara internasional Soekarno Hatta, kevin mendapat telepon dari temannya yang memberikannya sebuah pekerjaan dengan bayaran tinggi yang ada di Bandung, karena itulah Kevin pergi kesana, sesampainya di Bandung Kevin membuat kesepakatan dengan pihak yang memberikannya pekerjaan tersebut.


Selesai membuat kesepakatan Kevin lalu bersenang-senang bersama temannya yang kebetulan sekali juga sedang berada di Bandung, mereka bersenang-senang sampai tidak sadarkan diri, dan ketika Kevin sadar, dirinya sudah berada di sebuah kamar Hotel, tak lupa Kevin menceritakan tentang pemeriksaan rekaman CCTV Hotel yang membuatnya tahu siapa orang yang telah membawanya kesana.


Skip.


Malam berlalu, jam telah menunjukkan pukul sembilan malam, sudah lewat dari jam makan malam biasanya, tapi Kevin yang sejak tadi menunggu kedatangan kedua orang tuanya masih belum juga mendapati keberadaan mereka, sampai akhirnya Kevin mulai merasa sedikit jenuh lantas memutuskan untuk pergi lagi dari rumahnya guna menghibur diri, namun ketika sampai di depan gerbang, kevin bertemu dengan mereka


"Sayang, kamu pulang, kok gak kasih kabar ke Mama" Sapa Nyonya Helena sambil memeluk tubuh putranya

__ADS_1


"Apakah kak Havies tidak memberitahu kalian, jika Kevin pulang hari ini" Ucap Kevin sembari beralih memeluk Papanya


"Papa, sudah tahu kalau kamu akan pulang hari ini, tapi maafkan Papa karena tidak bisa menyambut kedatangan kamu" Ucap Tuan Wijaya


"No problem, I'm used to it"


(tidak masalah, aku sudah terbiasa)


Ucapan Kevin membuat suasana sedikit tidak nyaman


Kevin tentu saja menuruti perintah Mamanya untuk masuk kembali ke dalam, sebab sangat langka Kevin bisa bersama dengan mereka berdua seperti saat ini, hal tersebut di sebabkan karena orang tua Kevin lebih mengutamakan pekerjaan dahulu baru anak, dengan alasan bersantai bisa kapanpun jika semuanya telah di miliki, namun tidak dengan Kevin, dirinya tidak pernah mengutamakan materi, bagi Kevin uang bukanlah segalanya.


Ketika sampai di dalam ternyata Havies sudah menunggu di ruang keluarga, mereka semua pun berkumpul di sana, havies sangat bahagia melihat betapa senangnya Kevin bercengkrama menceritakan hari-harinya di Australia sambil duduk di tengah-tengah kedua orang tuanya, inilah


momen sederhana yang selama ini di impikan Kevin dan baru berhasil terwujud setelah usianya dua puluh lima tahun, sebab sejak kecil Kevin telah di asuh oleh pembantunya Bik Salwa yang biasa di panggil Kevin dengan sebutan ibu, namun saat ini Bik Salwa sedang pulang ke kampung halaman, sehingga Kevin tidak bisa bertemu dengannya.

__ADS_1


Havies sendiri sebenarnya hanyalah seorang anak angkat dari Nyonya Helena dan Tuan Wijaya, mereka di pertemukan ketika Havies masih berusia tujuh tahun dan tidak bisa bersekolah setelah dirinya menjadi seorang anak yatim-piatu


Flashback On


Kala itu Havies sedang mencari makanan di sekitaran tempat sampah, ternyata ulahnya itu di lihat oleh nyonya Helena yang kebetulan sekali tengah membagikan makanan kepada anak-anak jalanan sebagai rasa syukur karena suaminya tuan Albino berhasil memenangkan proyek senilai miliaran rupiah, perkenalan mereka membuat nyonya Helena berniat mengadopsi Havies yang notabene-nya adalah seorang anak yatim-piatu,hal baik nyonya Helena mendapat dukungan penuh dari suaminya, di tambah lagi bahwa mereka berdua masih belum memiliki anak setelah delapan tahun menikah, nyonya Helena kemudian mengurus semua izin persyaratan untuk mengadopsi seorang anak, setelah semuanya selesai maka sejak saat itulah Havies resmi menjadi anggota keluarga Albino, havies sangat di sayangi, hanya saja untuk kebersamaan dengan kedua orang tua barunya Havies tidak beda jauh dengan Kevin, dirinya juga di rawat oleh Bik Salwa.


Flashback Off


Dua tahun kemudian lahirlah Kevin yang menambah kebahagiaan keluarga mereka, namun meskipun Havies bukan anak kandung mereka, mereka berdua tetap sama-sama adil terhadap kedua anaknya, tidak ada perbedaan kasih sayang untuk Havies dan juga Kevin, tapi ada satu yang membedakan di antara kakak adik itu, Havies lebih mengerti kesibukan dari kedua orang tuanya daripada Kevin, sehingga Kevin menjadi sedikit lebih keras kepala dari Havies, meskipun mereka sama-sama sangat menyayangi dan menghormati kedua orang tuanya, tapi keras kepala Kevin yang menganggap bahwa dirinya tidak lebih penting dari uang menjadikannya seorang Kri****, dan hanya Havies sendiri yang tahu itu.


Meskipun hal yang di lakukan oleh Kevin itu tidak baik, tapi menurut Havies hal tersebut bukanlah salah Kevin sepenuhnya, namun menyalahkan kedua orang tuanya pun juga tidak mungkin.


Berulang kali Havies menasehati adiknya itu, tapi ucapannya tidak pernah di anggap serius oleh Kevin, melapor kepada kedua orang tuanya pun tidak mungkin, sebab Havies tidak ingin keluarga yang telah berbaik hati padanya hancur begitu saja karena dirinya.


Saat ini Havies hanya bisa berdoa agar suatu hari nanti Kevin bisa berubah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2