Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|47.Pembunuh Bayaran


__ADS_3

"Maaf gue telat, lo sudah lama menunggu.." Ucap Anis yang tiba-tiba saja muncul dan langsung duduk di hadapan Kevin di sebuah restoran cepat saji untuk makan siang bersama


"Belum, gue juga baru datang, kita selisih sepuluh menit" ucap Kevin berbohong padahal dirinya sudah hampir setengah jam berada di sana menunggu kedatangan Anis


"Kalau gitu kita pesan makanan, ya" Ujar Anis


"Tidak perlu, gue sudah pesan tadi" Ucap Kevin yang membuat Anis menaikkan satu alisnya, melihat itu Kevin menyadari Anis seperti curiga


"Maksud gue, barusan" Ucap Kevin lagi, tidak ingin Anis mendesaknya agar berkata jujur apakah dirinya baru saja atau sudah lama menunggu Anis


"Kevin boleh gue bertanya sesuatu sama Lo" Ucap Anis kemudian


"Tentu.."


"Lo ada hubungan apa sama paman Bara..??" Pertanyaan Anis sontak membuat Kevin terkejut


"Maksud Lo.." Kevin terlihat gugup seakan tidak mengerti pertanyaan Anis


"Gue harap Lo berterus terang tanpa mengelak" Sergah Anis yang mengetahui Kevin hanya berpura-pura tidak mengerti pertanyaannya sembari mengeluarkan sebuah amplop putih dan sebuah foto dirinya, kevin yang melihat kedua benda yang di perlihatkan Anis tentu tidak dapat berdalih

__ADS_1


"****.., baiklah, oke, sebenarnya gue di suruh sama paman Bara untuk membunuh Lo lima tahun lalu" Ucap Kevin jujur dengan wajah sedikit tertunduk menunjukkan sebuah rasa penyesalan


"Kenapa Lo tidak pernah jujur ke gue dan kenapa perintah paman Bara tidak Lo penuhi"


"Gue takut kalau Lo akan membenci gue jika gue jujur dan untuk masalah perintah, sebenarnya waktu itu gue tidak sanggup harus melenyapkan wanita yang sedang mengandung" Sekali lagi Kevin menyatakan kejujuran untuk Anis


"Gue tidak perlu di kasihani dan tidak ingin untuk di kasihani oleh siapapun dan Lo tahu itu..., jujur, jika dari awal gue mengetahui bahwa Lo adalah pembunuh bayaran yang di kirim paman Bara, maka gue akan dengan senang hati menerima kematian gue" Jelas Anis dingin


"Maafin gue, nis"


"Lo sudah banyak membantu gue dan selalu ada buat gue dan Ringga, lo bahkan sudah bersedia menjadi ayah bohongan Ringga di depan kedua orang tua gue, terima kasih atas semua itu, gue bisa maafin Lo, tapi mulai detik ini jauhi gue dan Ringga" Anis berkata demikian sambil berdiri kemudian beranjak pergi meninggalkan Kevin sendirian tanpa menikmati makan siangnya yang saat itu datang bersamaan dengan kepergiannya


Kepergian Anis hanya bisa di tatap oleh Kevin dari tempat duduknya, kevin tidak menyangka Anis akan bisa menemukan kedua benda tersebut.


Ketika itu Kevin sedang mandi dan dari dalam kamar mandinya, ia meminta Anis mengambil sendiri charger tersebut di ruang kerjanya.


Kevin langsung bisa menebak apa yang malah di temukan oleh Anis saat mencari charger laptopnya, kevin pun lantas menyesal mengapa waktu itu tidak membuang saja kedua benda tersebut yang dimana isi dari amplop putihnya merupakan surat perjanjian antara dirinya dengan paman Bara dan juga foto lama Anis lima tahun lalu, kevin bingung sekarang dirinya harus berbuat apa untuk bisa kembali dekat dengan Ringga dan Anis.


Kevin merasa dirinya sangat bodoh tidak memberitahu jati dirinya dari awal pada Anis ketika berada di luar lingkungan keluarga, bahwa sebenarnya ia adalah seorang k******l yang sudah sering melakukan tugas berbahaya, dan itu ia lakukan karena kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

__ADS_1


Meski kekurangan kasih sayang itu bukanlah alasan tepat untuk melakukan sebuah kejahatan, tapi itulah kebenaran Kevin.


Skip.


Meninggalkan Kevin yang menjadi frustasi karena Anis meminta agar menjauhinya dan Ringga, anis menelepon Novi dan mengatakan jika dirinya telah membuktikan bahwa semua perkataan Novi benar.


Ya, dua hari lalu sebelum akhirnya Anis mencaritahu kebenaran tentang Kevin dan paman Bara, novi meneleponnya dan menceritakan semua kejadian di rumah Anis ketika kedua orang tua Anis datang mengakhiri kekejaman paman Bara pada mereka.


Meski Anis sempat tidak percaya, ia pun lalu mencari cara agar dapat membuktikan cerita Novi, anis datang ke kamar apartemen Kevin dengan dalih meminjam charger laptop, kesempatan mencari sendiri charger itu, justru membuat Anis leluasa mencari bukti dan ia pun menemukan di salah satu laci dekat ruang kerja Kevin sebuah amplop putih beserta foto lama dirinya, anis membuka amplop itu ternyata isinya surat perjanjian antara Kevin dan paman Bara.


Untuk itulah mengapa siang ini Anis ingin makan siang dengan Kevin yang mengakui semuanya.


Anis juga mengatakan pada Novi jika dirinya sangat kecewa dengan Kevin dan tidak ingin dekat lagi dengannya, namun Novi mengatakan kalau Anis harus melupakan semua itu karena itu adalah masa lalu, apalagi Kevin sendiri tidak jadi melakukan perintah paman Bara, jadi Anis harus tetap bisa menerima kenyataan itu dan tidak menjauhi Kevin yang telah banyak membantu Anis.


Padahal sebenarnya Novi tidak ingin saat Arsya mengetahui Anis dan Kevin berjauhan, maka Arsya akan mencoba mendekati Anis kembali, novi memang mengetahui jika pada saat ini Arsya telah berusaha belajar mengikhlaskan Anis dengan orang lain dari curahan hati Arsya sendiri padanya.


Di sini Novi terlihat egois, tapi itu ia lakukan untuk cintanya, ia mungkin akan memberikan apapun untuk Anis, tapi untuk Arsya, kali ini Novi malah bersikap egois, walau Novi teramat menyadari bahwa cinta itu tidak harus saling memiliki juga tidak dapat di paksakan, tapi Novi masih ingin berusaha sekali lagi untuk mendapatkan cinta dari Arsya.


Lama berbincang dengan Novi dalam berbagai hal, di akhir perbincangan sebelum menutup teleponnya, anis mengatakan jika dirinya akan berpikir lagi untuk tidak menjauhi Kevin.

__ADS_1


"Maafin gue, nis, kali ini karena keegoisan gue, lo harus memberi kesempatan kedua untuk Kevin" Gumam Novi


Bersambung....


__ADS_2