Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|31.Surprise Untuk Anis


__ADS_3

Kita Kembali Lihat Anis Dan Kevin Yuk...!


"Selamat pagi Bumil"


"Pagi paman Kevin"


"Masak apa hari ini"


"Biasa hari ini Bunda aku hanya bikin salad buah" Ucap Anis menirukan suara seorang anak kecil


"Salad lagi, salad lagi" Ucap Kevin dengan wajah malas


"Kalau Lo gak suka, ya udah gue yang makan" Ujar Anis ketus


"Oh ya, apa kita jadi belanja" Ucap Kevin mengalihkan pembicaraan


"Jadi dong, usia kehamilan gue udah tujuh bulan, jadi, udah bisa belanja buat kebutuhan anak gue, lagian meskipun dia keluar dua bulan lagi, tapi dua bulan itu bukan waktu yang lama" Jelas Anis sambil mengelus perutnya yang buncit


"Iya, kayak kita di negara ini, gak terasa udah tujuh bulan aja" Kevin tersenyum melihat Anis yang terlihat sangat bahagia pagi ini


"Ya, udah sekarang kita makan dulu saladnya terus pergi"


"Lo aja deh yang makan gue udah kenyang"


"Gue tau, lo pasti bosen, kan, makan salad mulu tiap pagi"

__ADS_1


"Bukan gitu bumil, sensitif banget, sih, gue beneran udah kenyang, gue sarapan di luar tadi"


"Ya udah, kalau gitu gue aja yang habisin semuanya" Ucap Anis melahap salad buah buatannya sendiri


"Iya gak apa-apa" ucap kevin tersenyum


"Andai Lo tau siapa gue, apa Lo tetap akan sebaik ini ke gue" (batin kevin)


Selesai makan Anis pun segera bersiap-siap untuk pergi, mereka pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di negara tersebut, Anis yang sedikit susah berjalan tanpa sadar melingkarkan tangannya pada lengan Kevin, membuat seisi manusia yang ada di Mall besar tersebut memperhatikan mereka berdua dengan sangat antusias, bahkan sebagian orang menganggap Anis dan Kevin adalah pasangan orang tua yang serasi, tentu saja itu sesuai dengan pemikiran mereka yang mengira Anis dan Kevin adalah sepasang suami istri, padahal sebenarnya apa yang terjadi sangat jauh dari perkiraan mereka semua.


Kevin tentu sadar dengan semua mata yang memperhatikan mereka, namun ia tidak memperdulikan hal tersebut karena baginya keselamatan Anis dan calon anaknya yang terpenting, kevin rela dan ikhlas meskipun hanya sebagai tongkat (pegangan) untuk Anis berjalan.


Mereka pun masuk ke salah satu toko kebutuhan bayi, anis sibuk memilih-milih pakaian untuk anaknya yang sebentar lagi akan lahir itu, sementara Kevin berbicara dengan Manager toko, ia ingin memesan tempat tidur bayi sekaligus meminta pihak toko datang ke apartemennya untuk mendekorasi kamar anak yang kebetulan sekali toko bayi tersebut menyediakan jasa mendekorasi ruangan.


Setelah memberikan alamatnya berserta nomer kamar sekaligus kode pintu Kevin menyuruh pihak toko untuk datang mendekorasi hari ini juga sebelum ia pulang ke rumah agar dirinya dapat membuat kejutan.


"Maksudnya..??" Tanya Kevin bingung


"Bapak ingin memberikan kejutan pada istrinya, ya, ketika pulang ke rumah nanti" Ucap Manager tersenyum


"Oh, heem...Iya" Ucap Kevin salah tingkah karena mereka di kira sepasang suami istri


Puas berbelanja semua kebutuhan yang Anis inginkan, anis mengajak Kevin untuk pulang tetapi tentu saja Kevin mencegah hal tersebut dengan berbagai alasan yang sedikit kurang masuk akal, namun itu mampu membuat Anis tidak merengek minta pulang cepat, mereka pun berjalan-jalan sebentar melihat-lihat kota P di negara tersebut.


Tanpa terasa hari semakin bertambah sore, kevin yang sudah menerima pesan dari petugas yang mendekorasi di rumahnya segera mengajak Anis pulang ke rumah.

__ADS_1


Dalam perjalanan Kevin berpikir pasti Anis akan sangat bahagia dengan kejutan yang telah ia siapkan, setelah beberapa menit mereka sampai ke apartemennya, anis pun membawa masuk semua belanjaannya ke salah satu dari dua kamar di dalam apartemen yang ia tempati, memang Kevin sengaja menyewa apartemen dengan dua kamar tidur untuk Anis sedangkan apartemennya hanya satu kamar tidur.


Tadinya Kevin berniat membeli kedua apartemen tersebut untuk mereka, namun tentu saja Anis tidak ingin hal itu, karena menurut Anis, tidak tahu sampai kapan mereka berdua ada di negara itu, bisa jadi kedepannya mereka akan pindah ke negara lainnya, itulah mengapa Kevin tidak membeli apartemen tersebut meskipun ia mampu untuk itu.


Anis masuk ke dalam kamar yang akan ia jadikan kamar anaknya nanti dan betapa terkejutnya Anis melihat kamar tersebut begitu indah dengan hiasan mahal dan segala pernak-pernik yang lucu, anis keluar dari kamar tersebut, ia memperhatikan sekelilingnya, ini benar apartemennya, anis tidak salah masuk apartemen, tapi Anis bingung apa yang terjadi dengan kamar anaknya itu, mengapa kamar itu sudah di dekorasi dengan sedemikian rupa, benar-benar indah sekali untuk kamar seorang anak, apalagi hiasan itu bisa di pakai oleh anak laki-laki maupun perempuan, karena Anis sendiri memang belum mengetahui jenis kelamin anaknya, anis tidak melakukan USG sebab ingin mendapatkan kejutan dari Allah SWT, baginya laki-laki atau perempuan sama saja, sama-sama anugerah yang harus di syukuri.


"Sepertinya gue tau ini ulah siapa" Gumam Anis


Anis mengambil handphone-nya dan menelepon Kevin.


📞 "Thanks ya kejutannya" Tanpa basa-basi Anis mengucapkan terima kasih saat Kevin mengangkat teleponnya


📞"Makasih untuk apa ya...??" tanya Kevin pura-pura bingung tidak mengerti perkataan Anis padahal ia sedang tersenyum


📞 "Gak usah pura-pura deh"


📞 "Lo mau bilang makasih karena udah gue temenin belanja ya"


📞 "Keviiinnn..." Anis berteriak kesal


📞"Jangan teriak kuping gue sakit"


📞 "Makanya serius, makasih atas kejutan kamar anak gue" Anis meneteskan air matanya


📞 "Sama-sama Bumil, udah jangan seneng" ucap Kevin yang tahu Anis menangis

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2