Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|42.Pertarungan Cinta Di Mulai


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu dengan kebahagiaan yang di dapatkan oleh Anis karena kedua orang tuanya ternyata masih hidup dan bisa berkumpul bersamanya.


Tapi di balik kebahagiaan tersebut sampai saat ini Anis belum memberitahukan kebenaran tentang Kevin yang bukan menantu mereka dan Ringga yang merupakan anak dari Revan.


Anis bukannya tidak ingin memberitahukan segalanya pada kedua orang tuanya, namun Anis sama sekali belum mendapatkan kesempatan untuk itu, kebahagiaan yang di rasakan oleh kedua orang tuanya sebab kembali berkumpulnya keluarga mereka serta kehadiran Kevin dan Ringga sebagai menantu sekaligus cucu, justru malah membuat Anis menjadi serba salah, di satu sisi ia tidak ingin orang tuanya sedih, di sisi lain Anis sadar jika tidak baik terus membohongi mereka yang menganggap Kevin adalah menantu mereka.


Apalagi saat ini Papanya masih merencanakan akan kembali ke rumah mereka dan mengambil alih semua hak mereka yang telah di renggut paksa oleh paman Bara dan bibi Shintia.


Papanya sedang sangat sibuk merencanakan kemunculannya berserta sang istri yang akan membuat paman Bara mati kutu.


Hal tersebutlah yang menjadi salah satu kendala Anis untuk memberitahukan semuanya.


Di tambah lagi ini adalah hari terakhir Anis berada di Indonesia, sebab bagaimanapun Anis tetap harus kembali ke luar negeri untuk menyelesaikan kontrak kerjanya dengan Sakura.


Mau tidak mau Anis harus berpamitan kembali pada kedua orang tuanya.


"Maafin Anis, ya, ma, pa, anis harus kembali ke luar negeri untuk menyelesaikan kontrak pekerjaan" Anis mulai meneteskan air matanya sambil memeluk kedua orang tuanya secara bergantian


"Sebenarnya Papa ingin agar kamu tetap di sini, papa tidak mau kehilangan kamu lagi, nak" Tuan Mahendra tidak dapat menutupi kesedihannya sendiri


"Pa, anis cuma tinggal di sana selama dua tahun untuk menyelesaikan kontrak kerjanya, tidak perlu khawatir, lagipula, kan, ada Kevin, menantu kita yang akan menjaganya di sana"


Nyonya Bilqis seolah memenangkan hati suaminya padahal dirinya pun juga sama sedihnya sebab hanya bisa melihat anak, menantu, serta cucunya selama satu minggu saja


Sedangkan Anis dan kevin serta Arsya dan Novi yang juga masih berada di daerah D tersebut hanya diam membisu mendengar ucapan nyonya Bilqis.


Mereka berempat sebenarnya sudah berdiskusi sebelumnya pada saat kedua orang tua Anis sedang tidak berada di rumah, bahwa waktu singkat Anis di Indonesia memang bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkan semua yang telah terjadi pada kehidupan Anis.

__ADS_1


Untuk itulah mereka membuat sebuah kesepakatan yaitu akan memberitahukan semuanya setelah kedua orang tuanya bisa mendapatkan kembali apa yang memang sudah menjadi milik mereka serta setelah Anis kembali dari luar negeri dan tinggal di Indonesia.


______*****______


"Vin, maaf, ya, karena kedua orang tua gue masih anggap Lo itu menantu mereka"


Ucap Anis sambil menggendong Ringga menuju ke kamarnya karena saat ini mereka telah berada di apartemennya setelah beberapa jam lamanya mereka dalam perjalanan dari Indonesia ke luar negeri


"Santai saja, semuanya kan, sudah kita sepakati, kita akan memberitahu mereka setelah kita selesai di sini"


Ucap Kevin santai sambil tiduran di sofa ruang tamu apartemen Anis sementara Anis sendiri sedang meletakkan Ringga yang tertidur di kamarnya


"Lagipula siapa tahu gue beneran menjadi menantu mereka, kan, lebih mudah" Gumam Kevin tanpa menyadari Anis telah keluar dari kamar Ringga dan mendengar ucapannya


"Lo tidak capek mengkhayal terus" Anis mengagetkan Kevin


"Vin, terima kasih banyak untuk segalanya" Anis mengatakan itu ketika Kevin telah berjalan menuju pintu keluar


"Tidak masalah" Ujar Kevin lalu pergi meninggalkan apartemen Anis


Skip.


Sementara itu, revan yang ternyata menyewa orang bayaran untuk menjaga Anis dari jarak jauh telah mengetahui tentang kepulangan Anis ke Indonesia serta kedua orang tuanya yang masih hidup, sekaligus perihal kebohongan Anis dan Kevin di depan kedua orang tuanya.


Revan sungguh tidak menyangka kalau Anis adalah putri tunggal seorang konglomerat karena memang Anis tidak pernah memberitahukan hal itu pada Revan, yang Revan tahu hanyalah dirinya dan Anis adalah anak orang kaya yang menyamar menjadi orang biasa.


"Gue akan berusaha untuk membuat Lo kembali mencintai gue" Gumam Revan

__ADS_1


Tiba-tiba saja handphone Revan berbunyi tanda adanya pesan masuk dan tertera nama Delvind di sana, revan membaca pesan itu yang isinya delvind ingin bertemu dengan Revan di lokasi yang juga sudah Delvind kirimkan, lokasi itu dekat dengan apartemennya.


"Itu artinya dia juga ada di sini" (batin Revan)


Revan pun segera bersiap-siap untuk menemui Delvind dan tidak lama kemudian mereka berdua telah bertemu, mereka sama-sama berbasa basi menanyakan kabar masing-masing terlebih dahulu, setelah itu barulah mereka ke pokok pembahasan sebenarnya, dimana Delvind ingin membahas tentang perjanjian lama yang mereka buat untuk diri mereka sendiri dan juga perusahaan masing-masing.


Perjanjian yang di buat karena kesalahpahaman dalam persahabatan mereka karena satu wanita, yaitu Alora, yang pada saat itu mengakui dirinya hamil anak dari Delvind untuk menutupi penyakitnya.


"Sekarang sudah sepuluh tahun kepergiannya, apa perjanjian lama kita harus tetap berlaku" Ujar Revan


"Mungkin untuk persahabatan kita itu sudah tidak berlaku, karena kita sudah menjalin persahabatan kembali, tapi kalau untuk persaingan bisnis itu masih harus berlaku" Ucap Delvind


"Oke, itu tidak masalah" Ucap Revan singkat


"Oh, iya, gue datang ke sini sebenarnya untuk seseorang yang Lo kenal" Delvind berkata jujur


"Siapa, apakah Aruna" Tebak Revan asal


"Bukan, dia Anis" Ucapan singkat Delvind membuat Revan terkejut


"Lo juga menyukai Anis" Revan to do points


"Iya, dan gue mau kita bersaing secara sportif untuk cintanya Anis"


"Tapi, lo juga tahu, kan, siapa Ringga" Revan mulai menunjukkan sikap dinginnya meski masih terlihat santai.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2