Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|32.Ringga Devano


__ADS_3

Dua Bulan Kemudian


Oeek...oek...oek, kevin mendengar


suara bayi Anis menangis


"Alhamdulillah" Ucap Kevin


Setelah bayi tersebut di mandikan oleh perawat, bayi itu lalu di berikan pada Anis, anis sangat bahagia dan bersyukur melihat bayi mungilnya lahir ke dunia ini dengan selamat sehat walafiat tidak kurang apapun.


Anis pun meminta Kevin untuk mengadzankan anaknya yang ternyata seorang bayi laki-laki, tentu saja Kevin tidak keberatan sebab meskipun kevin terkenal bejat, dirinya masih bisa mengumandangkan adzan karena dulu pernah belajar dari sekolah dasar.


Dalam hati Anis takjub mendengar suara Kevin adzan, sungguh merdu sekali, anis malah berpikir pasti Kevin pernah meraih kemenangan karena suaranya itu, padahal pemikiran Anis tersebut sangat jauh dari yang sebenarnya.


"Lo kesambet ya" Ucap Kevin mengagetkan Anis


"Gak kok"


"Lah... terus kenapa senyam-senyum sendiri"


"Gue gak nyangka aja, cowok yang suka minum kayak Lo bisa adzan juga, ternyata"


"Jadi Lo ngerjain gue"


"Kan, sekalian..."


Kevin hanya tersenyum dan Anis juga ikut tersenyum


Skip.


Tiga hari berlalu, anis sudah pulang ke rumah sekarang, ia begitu telaten merawat anak laki-lakinya yang sampai detik ini belum di beri nama olehnya, sebab Anis bingung harus memilih salah satu dari dua nama yang telah ia siapkan jauh-jauh hari.

__ADS_1


Bayi itu baru berusia empat hari jadi kerjaannya hanya tidur serta minum ASI, bahkan matanya pun belum terlalu terbuka lebar, namun Anis selalu mengajaknya berbicara tentang segala hal termasuk juga tentang kamar anaknya itu yang merupakan hadiah dari paman Kevin.


"Gimana...Lo udah putusin nama bayi Lo...??"


"Belum"


"Daripada Lo bingung, gue yang kasi nama, boleh, gak"


"Tentu saja boleh"


"Gimana kalau namanya Ringga"


"Terus nama belakangnya..." Tanya Anis


"Pake aja nama belakang gue, wijaya atau kalau gak nama belakang keluarga Lo" Ucap Kevin santai


Ya, tujuh bulan dalam kebersamaan Anis dan Kevin telah sama-sama tahu jika mereka adalah putra-putri dari keluarga kaya, apalagi Anis sudah menceritakan tentang jati dirinya sendiri pada Kevin serta perlakuan pamannya, meski itu tidak perlu karena Kevin telah lebih dulu mengetahui siapa Anis sebenarnya dan hal inilah yang menjadi salah satu alasan Kevin membawa Anis pergi ke luar negeri, sementara tentang Kevin sendiri tidak banyak yang Anis ketahui.


Setelah berdebat panjang seperti biasanya, akhirnya Anis menemukan sebuah nama yang cocok, yaitu 'Ringga Devano', dan Kevin pun setuju untuk nama tersebut.Tiba-tiba saja anak Anis yang tadinya masih tertidur menangis, kali ini Kevin yang menggendongnya.


"Mama berisik banget, sih, paman bisa kok gendong aku, ma" Ucap Kevin menirukan suara anak kecil dan Anis hanya tersenyum


"Mulai sekarang nama kamu itu Ringga" Ucap Kevin lagi sembari menimangnya


"Andai aja kamu di sini, den" (batin Anis)


"Kamu kenapa jadi melamun...??" Tanya Kevin


"Eh, gak apa-apa, kok"


"Ringga lihat tuh Mama kamu sedih" Ucap Kevin seolah mengadu ke Ringga

__ADS_1


"Mama jangan sedih dong, entar aku juga jadi sedih" Ucap Kevin kembali menirukan suara anak kecil


"Mama gak sedih kok, sayang" Jawab Anis tersenyum, namun Kevin dengan tegas mengatakan


"Gue tegaskan jangan ingat apapun" Ucap Kevin ketus sambil memberikan Ringga pada Anis


Kevin pergi begitu saja setelah berkata demikian, sementara Anis terdiam memikirkan ucapan Kevin barusan, kevin memang selalu bisa menebak apapun yang di pikirkan oleh Anis ketika sedang melamun karena dalam lamunan itu hanya ada hal yang sama.


Sedangkan setelah Kevin pergi dari apartemen Anis, kevin menuju ke kantornya sebab ada meeting penting sore ini.


Ya, dalam seminggu belakangan ini Kevin memang selalu sibuk dengan pekerjaan barunya sebagai seorang manager sebuah perusahaan ternama, sungguh tidak bisa di mengerti oleh Anis bahwa seorang Kevin A Wijaya memilih menjadi pekerja kantoran biasa bukannya menjadi seorang bos besar, mengingat di negara yang mereka tempati ini juga terdapat perusahaan besar milik keluarganya, tapi Kevin yang memang sudah terbiasa mandiri lebih memilih memulai segalanya dari nol, hal tersebutlah yang membuat Anis kagum pada sosok Kevin.


Anis kemudian kembali menimang Ringga dan meletakkannya di dalam box bayinya, setelah itu Anis menuju ke kamar mandi, mengisi bak mandi bayinya dengan air hangat, lalu kemudian kembali lagi untuk membawa Ringga ke kamar mandi, anis memandikannya dengan sangat hati-hati.


Setelah selesai Anis mengelap tubuh Ringga dengan lembut, memberinya lotion penolak nyamuk dan berbagai jenis kebutuhan bayi lainnya, kini Ringga telah mengenakan pakaiannya serta menjadi sangat harum.


Anis pun memberikannya ASI, dalam beberapa menit Ringga tertidur pulas, anis kembali meletakkannya di box bayi lantas dirinya sendiri kemudian membersihkan dan merapikan seluruh isi apartemennya yang terlihat sedikit berantakan, selepas itu semua barulah Anis bisa mandi.


Seperti itulah keseharian Anis semenjak empat hari memiliki Ringga, dirinya baru bisa mengemasi isi rumah ataupun mandi hanya selagi Ringga tertidur, anis melakukan hal tersebut sebab tidak ingin Ringga lepas dari pengawasannya karena harus sambil melakukan hal-hal tertentu, anis lebih mendahulukan Ringga dari hal lainnya, dan begitulah seorang ibu pada umumnya terhadap anaknya.


Anis juga sangat bersyukur dengan keseharian barunya tersebut, meski sesekali dirinya juga teringat tentang Dendra, namun dengan adanya Ringga dan Kevin semua itu terlupakan olehnya.


______*****______


Suatu Tempat Di Indonesia


"Kemana kira-kira dia menghilang ya, pa"


"Papa juga gak tau, ma, kemana perginya anak kita itu"


"Semoga dia baik-baik saja, pa"

__ADS_1


"Semoga"


Bersambung...


__ADS_2