
Malam ini ada tamu spesial yang hadir di restoran tempat Anis bekerja, sehingga membuat Anis tidak bisa pulang lebih awal dari jam pulang biasanya yaitu pukul sembilan malam.
Anis lalu menelpon Kevin dan memintanya untuk menjaga Ringga sebab sang suster harus pulang, tentu saja dengan senang hati Kevin bersedia menjaga Ringga sampai Anis pulang.
📞 "Vin, gue pulang agak kemalaman, gue minta tolong jaga Ringga sebelum gue pulang, bisa gak..??" Tanya Anis Ragu
📞 "Bisa, kok, nih gue juga lagi jalan ke apartemen, lo" Ucap Kevin
📞 "Oh, ya, soal perkataan gue yang bilang Lo ngajarin Ringga kemarin malam, maaf, ya, gue beneran gak ada maksud untuk buat Lo tersinggung karena awalnya gue cuma pengen bercanda, tapi Lo malah seriusin, dan gue juga pengen minta maafnya tadi pagi, tapi waktu gue ke apartemen Lo, lo udah cabut duluan ke kantor" Jelas Anis pada Kevin
📞 "Udahlah lupain aja, mendingan sekarang Lo kerja dan gak usah khawatirin Ringga, karena gue akan jagain dia" Ucap Kevin pula
📞 "Makasih ya, vin" Anis lantas memutus sambungan telepon tersebut dan kembali bekerja
Sekitar pukul delapan malam tamu spesial tersebut tiba, tamu itu jauh-jauh datang dari Amerika hanya untuk ikut meresmikan restoran tempat Anis bekerja, karena kebetulan restoran itu adalah restoran baru, jadi sebab itulah membutuhkan banyak tenaga kerja dan salah satunya Anis, anis sendiri memiliki jenjang pendidikan tinggi yaitu sarjana, di tambah pula pengalamannya sewaktu bekerja bersama Arsya serta dirinya yang juga bisa memasak, karena hal itulah mengapa ia terpilih menjadi Manager restoran.
Tamu spesial yang hadir pun juga masih merupakan keluarga, yaitu adik sepupu dari pemilik restoran, beliau ingin adik sepupunya tersebut juga ikut dalam acara peresmian dari cabang restorannya yang baru dan salah satunya berada di negara ini.
"Selamat malam, akhirnya kalian datang juga" Ucap Sakura pada adik sepupunya
"Selamat malam Kakak bos, akhirnya kamu sukses juga"
"Alhamdulillah"
"Gimana kabarnya"
"Baik banget, makasih ya kamu udah mau datang jauh-jauh ke sini"
"Oh, ya kenalin, ini teman aku"
"Sakura.." Sakura mengulurkan tangannya pada teman adik sepupunya itu
"Revan.." Ucap Revan
__ADS_1
"Oh, ya, mari aku kenalin ke semua karyawan di restoran baru aku" ucap Sakura pada Aruna dan Revan
Ya, orang yang datang tersebut adalah Aruna dan Revan, aruna adalah sepupu dari pemilik restoran.
Sakura mengumpulkan seluruh karyawannya, dan betapa terkejutnya Revan bahwa salah satunya adalah Anis.
Demikian pula dengan Anis, ia tidak kalah kagetnya melihat Revan apalagi ia datang bersama dengan seorang wanita cantik.
"Kenalin ini Annisa, manager di sini" ucap sakura memperkenalkan Anis pada Revan dan Aruna
"Anis ini sepupu saya, aruna, dan ini temanya Revan, mungkin calon suami" ucap sakura kemudian pada Anis
"Revan.., tapi wajahnya.." (batin Anis)
"Perkenalkan saya Anis" Anis mendekati Aruna dan mengulurkan tangannya
"Aruna.." Ucap Aruna
Anis melakukan hal sama pada Revan, dan ketika mereka berjabat tangan, anis merasakan sesuatu, sentuhan tangan itu seperti pernah Anis genggam sebelumnya, anis juga memperhatikan detail wajah Revan dari jarak dekat, sementara dengan perasaan gugup Revan menjabat tangan Anis.
"Anis, kita akhirnya bertemu lagi setelah lima tahun" (batin Revan)
"Maaf, saya permisi sebentar" Ucap Anis setelah selesai berkenalan dengan Aruna dan Revan
"Oh, oke" Ucap Aruna sembari melanjutkan percakapannya dengan Sakura
Anis yang pergi meninggalkan mereka merasa tubuhnya seketika keringat dingin, entah apa yang saat ini di rasakan olehnya, tidak pernah sebelumnya Anis mengalami hal itu, anis sebisa mungkin berusaha untuk tetap tenang, namun gagal, ia terus saja memikirkan siapa Revan sebenarnya, apakah dugaan hati Anis benar atau salah mengenai Revan, anis saat ini bingung.
Anis pun mulai mencoba menyibukkan dirinya untuk melupakan dugaannya tersebut.
Namun, di tengah rasa kebingungannya itu, tanpa di duga Revan justru datang menemui Anis di ruang dapur restoran, hal itu tentu saja membuat Anis terkejut.
"Anis.." Sapa Revan tiba-tiba muncul di dapur restoran
__ADS_1
"Iya, apa ada yang bisa saya bantu, pak" Ucap Anis berusaha tenang
"Ini, aku, apa kamu lupa" Ujar Revan kemudian
"Maaf, maksud bapak, apa" Anis bingung dengan perkataan Revan
"Aku Dendra" Revan berkata sambil memperlihatkan handphone-nya pada Anis, yang ternyata dalam handphone tersebut ada foto dirinya dan Dendra
"Kamu.." Anis sangat kaget setelah melihat handphone Revan
"Kamu, apa kabar..??" Tanya Revan
"Seperti yang kamu lihat"
"Anis, sebenarnya aku masih ingin mengobrol sama kamu"
"Lalu.."
"Aku akan lama di negara ini sebab aku punya proyek di sini....di kota ini, dan alamat aku, jika kamu ada waktu, please...temuin aku" Revan terlihat masih gugup sembari memberikan secarik kertas yang entah kapan ia tulis, dan di sana ada alamat apartemennya
"Tidak perlu, pak, karena saya tidak akan pernah ada waktu untuk itu, permisi" Ucap Anis menolak mengambil kertas tersebut dan pergi meninggalkan Revan sendirian di dapur restoran.
Skip.
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih, tapi anis yang saat ini akan pulang dari acara peresmian yang baru saja selesai, belum juga mendapatkan taxi.
Anis berpikir mungkin karena sudah larut hingga jam segini tidak ada lagi taxi yang bertugas, karena memang baru kali inilah Anis pulang larut malam.
"Andai aja, gue tadi gak datang, mungkin sekarang gue udah tidur nyenyak di samping Ringga, tapi mau gimana lagi, ini semua karena tuntutan pekerjaan" Gumam Anis sambil berjalan kecil di atas tratoar
Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di samping Anis, anis sedikit takut dan terus saja melangkahkan kakinya meninggalkan mobil itu.
Namun yang terjadi adalah, seseorang keluar dari mobil tersebut mencegat Anis, orang itu sekarang berdiri tepat di depan Anis.
__ADS_1
"Kamu..!!" Ucap Anis
Bersambung....