
Dua Tahun Kemudian
Dua tahun kini telah berlalu, siang ini Anis dan Ringga beserta Kevin sudah berada di dalam pesawat untuk kembali pulang ke Indonesia.
Mereka bertiga sedang asyik berbincang satu sama lain, ketiganya sama-sama merasa gembira akan dapat berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing,
terutama Ringga yang sudah mulai tidak sabar melihat kakek dan neneknya kembali setelah sekian lama mereka hanya bertemu melalui panggilan video.
Namun berbeda dengan Kevin, meski bahagia dapat kembali ke Indonesia, ia tidak yakin apakah dirinya akan bisa bertemu dengan kedua orang tuanya yang super di penuhi kesibukan, walaupun begitu dirinya tetap akan pulang ke rumah, karena setidaknya nanti ia akan dapat bertemu dengan Havies.
Hal lainnya yang membuat Kevin bahagia adalah karena Anis telah memberikannya kesempatan kedua hingga saat ini ia bisa melakukan perjalanan bersama Anis beserta Ringga ke Indonesia.
Flashback On
Saat itu ketika Kevin sudah hampir putus asa karena tidak bisa bertemu Ringga, justru mendapatkan sebuah panggilan masuk dari Ringga.
Ringga yang memang sedang sendirian di rumah tanpa Anis dan pengasuhnya menelepon Kevin, ia meminta Kevin datang ke apartemennya sebab Ringga sangat merindukan Kevin, dan jika Kevin tidak segera datang maka Ringgalah yang akan datang ke apartemen Kevin.
Tidak lama kemudian Kevin dan Ringga saling bertemu, namun Kevin terkejut ketika Ringga memeluknya, sebab tubuh Ringga ternyata sedang panas, kevin pun lalu secepatnya membawa Ringga pergi ke rumah sakit, tidak lupa ia juga menghubungi Anis, memberitahukan kepadanya tentang keadaan Ringga saat ini.
"Dimana Ringga dan gimana keadaannya sekarang...??" Tanya Anis yang baru saja tiba rumah sakit
"Ringga ada di dalam, dokter bilang dia harus di rawat inap karena panasnya belum menurun" Ucap Kevin
"Makasih ya, lo sudah menolong Ringga"
"Memangnya Lo kemana dan kenapa pengasuh Ringga tidak ada"
"Tadi pagi suster Ringga izin pulang ke kampungnya, sementara gue sendiri harus menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa di cancel" Ucap Anis lirih
"Pekerjaan sepenting apa yang mengharuskan Lo untuk meninggalkan anak umur lima tahun sendirian di rumah tanpa pengawasan" Kevin mulai sedikit membentak Anis
__ADS_1
"Gue tahu, gue salah, gue pergi untuk menandatangani penyelesaian kontrak kerjasama dengan Sakura yang tinggal beberapa bulan lagi selesai, dan gue tidak akan melanjutkan lagi kerjasama kami" Anis terlihat merasa bersalah dan menyesal karena telah meninggalkan Ringga sendirian
"Lain kali Lo tidak boleh mengulanginya lagi" Kevin mulai berkata lembut
Anis kemudian menanyakan bagaimana Kevin bisa bersama Ringga, kevin lantas menceritakan jika Ringga meneleponnya menggunakan telepon rumah dan meminta Kevin untuk datang, lalu ketika Kevin datang, Ringga yang seketika langsung memeluknya, merasakan jika tubuh Ringga sedang panas, karena itulah Kevin langsung saja membawanya ke rumah sakit.
Begitulah awal mulanya Anis mulai menerima Kevin dan perlahan mau memaafkannya kembali.
Flashback Off
Beberapa Jam Kemudian...
"Selamat datang, sayang" Ucap nyonya Bilqis ketika memeluk yang Anis telah tiba di rumah, di susul memeluk Ringga
"Papa sangat senang kalian kembali" Ucap tuan Mahendra
"Tapi sepertinya ada yang kurang" Ucap nyonya Bilqis kemudian
"Menantu Mama kenapa tidak ada..?? Tanya nyonya Bilqis
"Kevin...dia...nanti Anis akan cerita pada Mama dan juga Papa" Ucap Anis datar sembari masuk ke kamarnya setelah sebelumnya meminta salah satu pelayan mengantarkan Ringga ke kamarnya
Anis dan Kevin memang tidak satu tujuan, mereka berpisah sejak di bandara internasional Soekarno-Hatta, sebab Kevin yang memang tinggal di kota Jakarta sedangkan Anis tinggal di kota Bandung, untuk itu Anis dan Ringga harus melakukan perjalanan lagi dari Jakarta.
Lagi pula menurut Anis Kevin tidak perlu ikut bersamanya ke Bandung, sebab inilah waktu yang tepat untuk mengatakan kebenaran bahwa Kevin bukanlah suami sekaligus menantu untuk kedua orang tua Anis.
Kevin pun hanya bisa menyetujui semuanya, ia tidak menentang jika kenyataan itu harus di ungkapkan sekarang, karena memang seharusnya itu yang sejak awal di lakukan.
Malam pun tiba, selesai makan malam Anis berbicara bertiga dengan kedua orang tuanya, sementara Ringga sudah tertidur akibat kelelahan melakukan perjalanan jauh.
Anis mulai menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya, mulai dari dirinya yang di usir oleh paman Bara, tempat tinggalnya bersama Novi serta pertemuannya dengan Dendra yang merupakan Ayah biologis Ringga anaknya, dan juga tentang Kevin yang telah menjadi malaikat penyelamat dalam hidupnya meskipun sebenarnya Kevin adalah pembunuh bayaran yang di kirim oleh paman Bara untuk Anis.
__ADS_1
Kedua orang tuanya Anis merasa sedih dan bersalah karena telah membiarkan Anis mengalami penderitaan yang sangat dalam sekalipun secara tidak langsung, karena mereka tidak memberi kabar bahwa mereka berdua selamat dari maut.
"Ini bukan salah Papa sama Mama, jangan pernah berpikir seperti itu, lagi pula sekarang semuanya sudah berlalu" Ucap Anis
"Iya, sayang, sekarang kita akan memulai kebahagiaan kita dari awal lagi" Ucap tuan Mahendra
"Tapi, sejujurnya Mama dan Papa merestui hubungan kamu dan Kevin jika kalian benar-benar ingin menikah, sayang, iya..kan, pa" ucap nyonya Bilqis sembari menyenggol suaminya
"Itu benar Anis"
"Ma, anis masih belum ada pikiran untuk itu" Ucap Anis tegas
"Terserah gimana baiknya saja untuk kamu, sayang, papa dan Mama akan selalu mendukung segala keputusan kamu, selama itu baik" Ucap tuan Mahendra kemudian
"Terima kasih pa, ma" Ucap Anis di iringi pelukan hangat kedua orang tuanya.
______*****______
Di Kediaman Keluarga Wijaya
"Akhirnya kamu kembali juga, sayang" Ucap Mama Kevin sembari memeluk hangat putranya
"Ma..ma" Ucap Kevin terkejut ketika melihat Mamanya menyambut kedatangannya, bahkan ada Papa dan juga Havies
"Papa kangen sekali sama kamu, nak"
Ucap Papa Kevin yang lagi-lagi membuat Kevin terkejut
"Apakah aku sedang bermimpi tuan Wijaya ataukah kamu yang sedang mengingau, itu adalah ucapan paling langka yang kamu ucapkan" batin Kevin
Bersambung....
__ADS_1
Like 👍👍👍