Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|26.Tinggal Di Apartemen


__ADS_3

Arsya saat ini sangat marah atas apa yang telah di sampaikan oleh orang bayarannya yang di minta memata-matai Anis, semua benda yang ada di ruangannya menjadi sasaran pukulan tongkat golf-nya, hingga tongkat sekuat itu patah.


Orang bayaran itu telah melaksanakan tugasnya sejak Anis menolak Arsya untuk menjemputnya waktu itu di rumah.


Anis memang menolak tawaran dari Arsya, tapi Arsya justru malah membayar orang untuk mengawasi Anis.


Hingga Arsya tahu bahwa Anis hamil, meskipun Arsya tidak tahu ayah dari anak Anis, entah mengapa Arsya sangat yakin jika pelakunya adalah Dendra.


Arsya sempat bertanya kepada Novi tadi pagi karena memang beberapa hari ini Anis menghilang, terakhir kali orang suruhannya mengatakan bahwa Anis ada di sebuah apartemen, yang ketika Arsya datangi sekitar pukul sepuluh tadi pagi tempat itu ternyata sudah kosong sebab tertulis kata 'Dijual' di depan pintunya.


Arsya sempat meminta pihak pengelola apartemen mengecek CCTV, tapi tidak melihat Anis sama sekali di dalam rekaman tersebut.


Setelah emosinya berkurang, arsya turun ke lantai bawah dengan lift khususnya, arsya berjalan menuju keluar gedung, tujuannya adalah pergi ke seberang jalan, tepatnya tentu saja warung makan milik Dendra ketika tiba di depan Arsya sempat bertanya-tanya sebab melihat plang nama warung tersebut telah berganti menjadi 'Warung Makan Andi', bukannya Dendra seperti biasanya.


Arsya kemudian langsung masuk dan Bertanya pada Andi yang memang sedang terlihat tidak sibuk bekerja, dengan kepolosannya Andi menceritakan jika Dendra telah pergi meninggalkan kota Bandung, kembali ke Jakarta, dan usahanya di berikan untuk Andi, tidak lupa Dendra memberikan resep masakannya sebelum pergi waktu itu.


Mendengar semua penjelasan Andi Arsya semakin yakin dengan asumsinya bahwa Dendra yang membuat Anis menderita sampai tidak bisa di temukan dimana pun, sedangkan Dendra sendiri telah kabur.


"Gue akan kejar, lo sampai ke n****a sekalipun, re"


(batin Arsya sangat marah)


______*****______


Bandara Soetta


"Lo udah siap...??"


"Sudah..."


"Lo udah pamitan ke sahabat Lo itu"

__ADS_1


"Udah...tadi siang, vin" Ucap Anis tersenyum


"Bagus deh, oh , ya, lo kagak takut, kan, naik pesawat...??" Tanya Kevin


"Gue udah biasa kok naik pesawat" Ujar Anis kembali


Tentu saja Anis sering naik pesawat, karena dulu dirinya selalu berlibur bersama kedua orang tuanya saat libur semester panjang sekadar untuk menikmati musim lain di suatu negara, misalnya seperti musim salju di Tokyo Jepang.


Waktu itu Anis menggunakan pesawat pribadi, tapi sore ini ia dan Kevin akan menggunakan pesawat umum, sudah satu jam mereka berdua menunggu di ruang tunggu, akhirnya terdengar juga pengumuman bahwa penumpang pesawat di persilahkan untuk masuk ke dalam pesawat sebab pesawat akan segera take-off.


Flashback on


Kevin kembali dari Jakarta ke Bandung pukul tujuh pagi tadi, kevin langsung menuju ke apartemennya, berdebat dengan Anis tentang rencananya, yang pada akhirnya Anis menyetujui hal tersebut demi calon buah hatinya, tapi sebelum itu Anis ingin menemui Novi, Kevin setuju dan mengajak Anis pergi dari apartemen.


Pukul satu siang Anis bertemu dengan Novi selama satu jam, dan sekitar pukul dua Anis pamit untuk pergi, anis menemui kevin yang telah menunggunya di Bandar udara Husein Sastranegara kota Bandung, mereka berdua terbang ke Jakarta, dan dari Jakarta mereka akan keluar negeri.


Niatnya agar tidak terlalu jauh perjalanan akan di tempuh oleh Anis yang sedang hamil muda jika mereka terbang dari bandara Soetta.


Itulah sebabnya mengapa mereka memilih terbang dari Jakarta.


Flashback off


Skip.


Pesawat yang di tumpangi Anis dan Kevin akhirnya landing, mereka turun dari pesawat, melakukan pemeriksaan di bagian imigrasi, membayar visa untuk tinggal selama beberapa tahun, kemudian ke bagian bagasi dan pergi meninggalkan bandara.


Kevin dan Anis memilih tinggal di apartemen dari pada rumah sewa, karena Anis tidak ingin tinggal satu atap dengan Kevin, kevin menyetujui semua yang Anis inginkan, termasuk tinggal di apartemen yang berbeda.


Anis akan memulai kehidupan barunya di tempat yang baru, bersama seseorang yang sangat Anis cintai, yaitu calon anaknya, Anis berharap bisa melupakan semuanya, segala kenangan indah bersama ayah dari bayinya.


"Semoga Mama bisa membahagiakan kamu ya sayang" Ucap Anis yang duduk di sebuah taman tidak jauh dari apartemen sambil mengelus perutnya yang masih terlihat langsing

__ADS_1


"Untuk itu, mama gak boleh banyak-banyak pikiran ya, Ma" Ucap Kevin mengejutkan Anis dengan suara yang seperti anak kecil


"Lo..., ngeselin , gue kira siapa"


"Apa Lo pikir gue adalah Dendra...??"


"Apaan sih"


"Tapi Lo berharap dia nyusul, kan"


"Vin, bisa gak jangan bahas itu, kita baru aja sampai di sini"


"Oke, oke, sekarang tidur, yuk, ma, udah malam, angin malam gak bagus untuk kesehatan aku"


Kevin masih dengan suara imut anak kecilnya


Anis tersenyum dengan ulah Kevin, mereka lalu berjalan ke arah apartemen


dan kemudian berpisah untuk masuk ke apartemennya masing-masing.


Anis masuk dan langsung menuju ke kamar mandi, menyikat gigi dan mencuci wajah serta tangan kakinya, lalu naik ke ranjang kemudian tidur bersama mimpi-mimpi indahnya.


Sedangkan di dalam apartemen Kevin bukannya tidur malah melamun memikirkan segalanya, tiba-tiba saja handphone-nya berdering


"Dimana kamu sekarang"


"Sudah pergi untuk selamanya dari Indonesia"


"Tugas kamu memang bagus"


"Tentu"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2