Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|29.Rahasia Masa Lalu


__ADS_3

Di Episode Ini Author Akan Flashback Gimana Delvind Sama Aruna Bisa Datang Ke Kantor Revan


Flashback On


Arsya yang baru saja selesai meninjau lokasi proyeknya mengingat kembali sesuatu tentang masa lalunya, lalu Arsya pun menelepon seseorang untuk membelikannya tiket pesawat tujuan Inggris sore itu juga.


Setelah melewati waktu selama enam belas jam lima belas menit, akhirnya Arsya sampai ke juga di negara dengan julukan 'The Black Country' itu (Inggris), arsya berniat untuk pergi berjiarah ke makam wanita pertama pengisi hatinya yang telah meninggal dunia.


Selesai dengan urusannya, arsya berniat kembali lagi ke Indonesia tapi dalam perjalanan menuju ke bandara Heathrow atau biasa di kenal dengan London Heathrow Airport, arsya mendapatkan pesan singkat yang mengatakan bahwa sang pengirim pesan sedang menunggunya di suatu tempat, dengan senang hati Arsya segera pergi menemui sang pengirim pesan.


Bersamaan dengan kepergian Revan seorang wanita cantik datang ke lokasi pohon rindang, ia duduk di bangku sambil menunggu seseorang yang tadi sudah di kirimnya pesan.


Sama halnya dengan Arsya wanita itu juga baru setengah jam lalu berjiarah ke makam saudarinya yang telah tiada, wanita cantik itu tidak lain adalah Aruna saudari kembar dari Alora, kekasih Revan.


"Kenapa kita harus ke sini..??" Ucap laki-laki yang baru saja tiba di tempat itu


"Gue ke sini karena sampai saat ini gue masih ingat kejadian itu, vind" Ucap Aruna pada laki-laki yang biasa di panggilnya dengan nama Delvind tersebut


"Iya gue juga, tapi sebaiknya kita harus lupain hal itu" Ucap Delvind


"Apa kita jujur aja ke Revan tentang semuanya" Ucap Aruna tidak menggubris perkataan Delvind


"Kita lakuin itu untuk Alora, dan Lo tau itu, lo juga udah janji ke dia untuk gak bilang ke Revan"


"Tapi gue gak bisa, harus terus-menerus hidup dalam rasa bersalah, vind"


"Ok, kita akan kasih tahu Revan, tapi gue gak tahu dia ada dimana sekarang, terakhir kali gue denger dia pergi dari Indonesia"


"Gue tau kok dia ada dimana, beberapa hari lalu gue liat dia di restoran gak jauh dari rumah gue"

__ADS_1


"Amerika...??" Tanya Delvind kaget


"Iya..."


Aruna kemudian menceritakan jika dirinya tidak sengaja melihat Revan sedang bertemu seseorang di restoran saat dirinya juga makan siang di sana, dengan ragu Aruna mengikuti Revan untuk memastikan apakah itu benar dirinya, kebetulan sekali saat itu Revan langsung kembali ke perusahaannya, setelah Aruna yakin itu adalah Revan, aruna memutuskan untuk pulang dulu ke rumahnya dan akan kembali kapanpun Aruna mau lagi pula Aruna juga sudah mengetahui kantornya Revan.


Selesai dengan ceritanya Aruna mengajak Delvind untuk ikut bersamanya ke Amerika, delvind pun hanya bisa menuruti keinginan Aruna yang ingin memberitahukan segalanya pada Revan, teman yang menjadi musuhnya sejak lima tahun lalu.


Flashback Off


Revan yang sudah mulai tenang segera bangkit dari duduknya yang sejak beberapa menit lalu berada di lantai, bersandarkan meja kerjanya, sebab saat dirinya menyaksikan tayangan video kaki Revan terasa lemas tidak mampu menopang tubuhnya hingga membuatnya terduduk di lantai.


"Vind, lo bisa antar gue ke makam Alora...??" Tanya Revan pada Delvind yang sudah tidak memeluk dirinya


"Maaf gue gak bisa nemenin Lo, karena Gue harus segera kembali ke Indonesia" Ucap Delvind


"Apa Lo masih belum maafin, gue...??" Tanya Revan kemudian


"Gue bisa kok antar Lo ke makam Alora" Ucap Aruna tiba-tiba


"Iya, bro, sebaiknya Lo pergi sama Aruna aja" Saran Delvind pula


"Oke, tapi vind Lo akan jadi temen gue lagi kan"


"Tentunya..." Ucap Delvind tersenyum


"Kita mungkin akan temenan lagi Van, tapi gak untuk urusan cinta, cinta pertama gue Lo ambil, cinta kedua gue juga Lo miliki bahkan Lo sakitin, tapi gue gak akan biarin Lo nyakitin orang yang gue sayang lagi"


(batin Delvind)

__ADS_1


Setelah melalui pertemuan untuk pertama kalinya setelah lima tahun tidak bertemu, delvind pun berpamitan pada Revan dan Aruna untuk kembali lagi ke Indonesia.


Dengan berat hati Revan melepaskan kepergian sahabatnya itu, meski dirinya masih ingin agar Delvind tetap ada di Amerika namun keputusan Delvind harus di terimanya dengan baik.


______*****______


Revan dan Aruna telah sampai di kota London, aruna lantas segera membawa Revan ke makam Alora, lagi-lagi Revan menangis di sana.


Revan memeluk batu nisan Alora, mengungkapkan perasaan bersalahnya di sana, meminta maaf atas segala sesuatu yang menyakiti Alora selama berpacaran dengannya, sementara


Aruna hanya diam meski sesekali air matanya juga ikut menetes, melihat penyesalan Revan membuat Aruna kembali merasa bersalah.


"Lo harus ikhlaskan kepergian Alora"


"Hemm...Gue akan coba"


"Itu bagus" Ucap Aruna sembari menepuk pundak Revan


"Kalau begitu ayo kita pergi" Ajak Revan


untuk meninggalkan pemakan tersebut


Revan dan Aruna tidak langsung kembali ke Amerika, sebab tanpa sempat terpikir oleh Aruna, revan justru malah mengajaknya berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama di kota London.


Aruna menyetujui keinginan Revan, revan pun mengajak Aruna ke tempat-tempat favoritnya selama kuliah di London dulu, aruna sangat antusias setiap kali Revan menceritakan kenangan indahnya di semua tempat yang mereka kunjungi.


"Gue seneng Lo bisa tersenyum, re"


(batin Aruna)

__ADS_1


Meski baru pertama kali bertemu, tanpa Aruna sadari dirinya merasakan sesuatu, bisa di katakan saat ini Aruna jatuh cinta pada pandangan pertama pada Revan, setiap kali Revan berbicara entah mengapa jantungnya berdegup kencang, pertama kali dalam hidupnya Aruna merasakan hal itu.


Bersambung....


__ADS_2