
Indonesia
Anis tengah berada di area pemakaman kedua orang tuanya, ia datang bersama Ringga dan Kevin yang juga ikut bersama mereka.
Kevin sendiri hanya ingin menjaga mereka sebab ia takut jika Anis bertemu dengan paman Bara yang tidak mengetahui Anis masih hidup, sebab lima tahun lalu Kevin yang di bayar oleh paman Bara untuk membunuh keponakannya itu, telah mengatakan kalau Anis sudah mati, dan hingga sampai detik ini Anis tidak pernah mengetahui semua itu, untuk itulah Kevin sedikit takut jika paman Bara sampai melihat Anis, maka ia akan mencoba melenyapkannya lagi.
Anis tidak dapat membendung air matanya melihat kedua makam orang tuanya, ia meminta maaf pada mereka berdua karena baru sekarang bisa kembali lagi untuk berkunjung, sekaligus memperkenalkan Ringga pada mereka.
Satu jam berlalu, kini Anis, kevin, serta Ringga menuju ke tempat tinggal Novi untuk memberikannya kejutan, namun sangat di sayangkan sebab Novi sedang berada di luar kota, sedangkan ketika Anis mencoba menghubungi Novi, nomer Novi sudah tidak aktif.
Anis pun menghubungi Arsya berniat meminta nomer baru Novi yang belum sempat Anis minta waktu itu, dan lagi-lagi Arsya justru mempersulit Anis.
Arsya yang bahagia Anis berkunjung ke Indonesia malah meminta Anis datang ke tempat ia dan Novi berada, tempat itu berada di sekitaran puncak di kota Bandung.
Anis sempat menolak, tapi dengan sedikit bujukan, akhirnya Anis menerima tawaran Arsya, arsya lalu mengirim lokasinya pada Anis, dengan senang hati Kevin mengantarkan Anis dan Ringga ke tempat Arsya serta Novi berada.
Di sisi lain Arsya sebenarnya memiliki rencana untuk Anis, ia akan memberikan hal paling berharga dalam hidup Anis, yaitu kedua orang tuanya yang ternyata masih hidup, karena itulah ia dengan segala upaya membujuk Anis agar bersedia untuk datang, tentu saja rencana Arsya juga belum di ketahui oleh kedua orang tua Anis dan Novi.
__ADS_1
Flashback On
Dua hari sebelum kedatangan Anis ke Indonesia Arsya dan Novi kembali meninjau proyek yang ada di daerah D, dan pada saat jam makan siang Mahendra datang menemui Novi.
Novi sangat terkejut ketika berhadapan dengan Mahendra untuk pertama kalinya setelah lima tahun ia di katakan meninggal dunia, novi bahkan sempat berpikir apakah itu kenyataan atau hanya mimpi belaka, ataukah saat ini Novi sedang melihat hantu, sampai-sampai rasa keterkejutannya itu membuat Novi pingsan.
Setelah Novi tersadar dari pingsannya, mahendra yang telah lebih dulu menceritakan kisahnya pada Arsya kembali menemui Novi dan langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada saat ia dan sang istri kecelakaan.
Waktu itu mereka sebenarnya sedang terhimpit oleh dua buah mobil sekaligus, satu mobil pribadi di depan mereka dan satunya lagi sebuah truk yang tepat berada di belakang mobil mereka.
Saat itu kedua mobil yang menghimpit mereka tidak memberikan jalan sama sekali, hingga akhirnya mereka berada di jalan dengan jurang di kanan dan kirinya.
Setelah kejadian tersebut, ketika terbangun Mahendra telah berada di rumah sakit kecil di daerah D.
Ia terbangun dan melihat istrinya juga berada di sana, mereka selamat di detik-detik terakhir mobil mereka terjerumus ke dalam jurang.
Saat Mahendra bertanya pada dokter siapa yang telah menyelamatkan mereka, sang dokter mengatakan Mahendra berserta sang istri di antarkan oleh seorang tukang sayur yang mengendarai pick-up, dan orang tersebut merupakan salah satu warga di sana, dokter tersebut juga memberikan alamat si tukang sayur itu pada mahendra.
__ADS_1
Mahendra menyimpan alamat orang itu lalu menanyakan bagaimana keadaan istrinya, dokter mengatakan jika istrinya tidak terluka parah hanya saja sedikit syok akibat kecelakaan hingga membuatnya belum sadar hingga saat ini,
Mahendra sendiri bahkan sempat koma selama dua hari, dan baru melewati masa kritisnya kemarin, dan hari ini keajaiban terjadi pada Mahendra, ia sudah sadar.
Mahendra berterima kasih pada dokter itu yang merawatnya dengan sangat baik hingga ia sadarkan diri.
Saat ini Mahendra senantiasa menjaga istrinya yang masih belum sadarkan diri setelah beberapa jam lalu bertanya pada dokter yang merawatnya.
Mahendra berharap istrinya juga dapat melewati masa kritisnya dan bisa berkumpul bersamanya lagi.
Sempat terpikir oleh Mahendra untuk memberitahukan dirinya selamat dari kecelakaan pada adiknya dan juga Anis dengan meminjam telepon rumah sakit tempatnya di rawat, namun hal itu ia urungkan, sebab takut jika kecelakaan itu telah di rencanakan dan dengan memberikan kabar dirinya masih hidup, maka keberadaannya akan di ketahui oleh orang yang berniat membunuhnya tersebut, untuk itulah Mahendra tidak pernah menghubungi keluarganya sampai dirinya dan sang istri benar-benar telah pulih, serta mendapatkan kebenaran tentang kecelakaan yang di alaminya, apakah itu murni hanya sebuah kecelakaan biasa atau ada campur tangan orang lain, semua itu akan Mahendra selediki nanti, setelah istrinya berhasil sembuh.
Bersambung....
Like 👍👍👍
Terima Kasih Buat Kalian Yang Sudah Bersedia Mampir Ke Perjalanan Cinta Segitiga
__ADS_1
Happy Reading