Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|53.Pengkhianat lain


__ADS_3

Empat puluh hari peringatan kematian Ringga telah berlalu, namun anis masih merasa semuanya seperti mimpi, terlebih lagi saat Revan muncul tepat ketika jenazah Ringga ingin di masukkan ke liang kubur.


Hati Anis yang hancur melihat kehadiran Revan saat itu, tentu saja tidak dapat menahan amarahnya, berbagai kata-kata pedas di lontarkan olehnya untuk Revan di depan tuan Alva dan istrinya.


Namun, revan yang juga merasa bersalah, tidak ingin menjelaskan apapun mengenai insiden yang menyebabkan dirinya tidak dapat menolong darah dagingnya sendiri.


"Maafin Papa, nak, bahkan di saat terakhir kamu, kamu tidak pernah tahu siapa Papa kamu sebenarnya" Ucap Revan menangis di samping pusara Ringga


"Untuk apa kamu datang ke sini" Ketus Anis tiba-tiba muncul sebab ingin menziarahi makam Ringga


"Aku hanya ingin mengunjungi Ringga, apalagi ini tepat hari peringatan ke empat puluh kematiannya" Ujar Revan


"Kamu tega Re, kamu tidak ada di saat Ringga membutuhkan kamu, apakah seorang laki-laki seperti kamu pantas di sebut sebagai seorang Ayah..??" Ucap Anis dingin


"Anis, aku punya alasan mengapa hari itu, aku tidak datang tepat waktu, tapi setiap aku ingin menjelaskannya, kamu tidak mau mendengarkan" Jawab Revan


"Ya.., alasan klise, mengapa kamu bisa tega mengantarkan putra kamu sendiri ke tempat tidur istirahat ternyamannya"


"Cukup..., Anis, sudah cukup, aku tidak ingin berdebat dengan kamu saat hari pertama kematian Ringga sebab aku mengerti kamu terluka waktu itu, tapi sekarang...aku mohon jangan berdebat lagi kali ini, setidaknya hormati Ringga" Ucap Revan sembari memegang batu nisan Ringga dan Anis pun hanya diam


Beberapa saat kemudian....

__ADS_1


"Anis..tunggu, bisakah kita bicara sebentar" Revan mencegah langkah Anis yang akan masuk ke dalam mobilnya


"Tidak..perlu" Ucap Anis dingin


"Tapi, ini sangat penting"


"Apakah lebih penting dari ketidakhadiran kamu di rumah sakit"


"Ohh...Ayolah Anis, aku hanya meminta waktu mu sebentar untuk menjelaskan semuanya, tapi jika kamu tidak ingin mendengarkan, baik" Revan mulai menyerah dan berjalan pergi untuk memberitahu Anis kebenarannya


Anis mulai simpatik, meski dirinya ingin meninggalkan Revan, namun hatinya merasa harus mendengarkan penjelasan Revan sekaligus membuat segala dugaan yang menyelimuti hatinya selama ini hilang, ia pun menghentikan langkah Revan.


Anis ingin mendengarkan apakah pemikiran hatinya salah atau benar, tentang tuan Alva yang mencegah Revan untuk datang saat itu.


Lalu, revan menjelaskan bagaimana bisa foto itu ia dapatkan, mulai dari mobilnya yang di cegat di jalan sewaktu ingin datang ke rumah sakit menolong Ringga, hingga bagaimana dirinya di sekap tanpa makan dan minum selama dua hari dan berhasil bebas di hari kedua, yaitu tepat ketika hari kematian Ringga.


Kebebasannya pun terbilang cukup mudah, seolah dirinya memang ingin di bebaskan begitu saja oleh penculiknya tanpa adanya imbalan uang tebusan.


Tanpa sengaja Revan melihat wajah sang penculik, hingga ia dapat menyelidiki semuanya, waktu itu Revan sempat pingsan karena pengaruh suntikan obat bius, pada saat sadar, revan berpura-pura masih dalam keadaan pingsan, ia pun mendengar semua pembicaraan orang yang menculiknya dengan seseorang yang di panggil Jiejie (jiji yang artinya kakak perempuan dalam bahasa Mandarin).


Revan mendapatkan kenyataan bahwa dirinya memang sengaja di culik untuk mencegah menyelamatkan hidup anaknya, agar tidak ada penerus keluarga BELVA Selanjutnya, yaitu Ringga.

__ADS_1


Selain itu, Revan juga mengetahui jika sang penculik juga turut andil dalam peristiwa kecelakaan Papa dan Mama Anis beberapa tahun silam, hanya saja pada saat paman Bara tertangkap, paman Bara sengaja tidak menyebutkan namanya, karena memang masih mempunyai rencana lainnya untuk membalas keluarga Anis, salah satunya dengan membuat Ringga tidak selamat empat puluh hari yang lalu.


Mendengar penjelasan Revan, anis tentu tidak dapat percaya sepenuhnya, sebab sosok orang yang di katakan oleh Revan adalah seseorang yang sangat baik terhadap keluarganya meskipun ia hanya orang luar, bukan dari keluarga BELVA sendiri.


Dalam hal ini, anis pun mulai jujur mengenai tuan Alva yang membuat perundingan dengannya di rumah sakit, sampai Anis mengira ketidakhadiran Revan ada hubungannya dengan tuan Alva, anis juga menuduh Revan yang hanya menumbalkan sosok di foto itu dengan demi untuk melindungi tuan Alva, papanya.


Memang dapat di katakan pemikiran Anis yang demikian sangat labil, tapi Revan dapat memaklumi karena Anis baru saja kehilangan Ringga, sekaligus ikut terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Papanya pada cucunya sendiri.


Revan akan mempertanyakan itu nanti dengan sang Ayah, karena fokusnya saat ini memberikan sebuah bukti kebenaran kepada Anis.


Revan hanya tersenyum mendapat ketidakpercayaan dari Anis, lalu mengatakan jika ia sudah menduga hal ini, tapi bukan Revan, jika tidak memiliki bukti kuat, yaitu dengan menghadirkan sosok di foto itu, yang bersembunyi di balik layar kebaikannya pada keluarga Anis.


Berkat kepura-puraan Revan dalam pingsannya demi melihat wajah penculiknya, revan meminta seorang seniman sketsa wajah yang memiliki kemampuan menggambar sketsa mirip dengan aslinya.


Setelah itu, revan meminta orang bayarannya mencari penculik tersebut hanya dengan menggunakan gambar sketsa, dan ternyata para orang bayaran tersebut berhasil membuat Revan puas telah membayar mahal mereka. Karena rasa bahagia yang Revan dapatkan, mereka bukan hanya di bayar berkali-kali lipat, tapi juga di berikan bonus berlibur di pulau pribadi keluarga Alvaro.


Revan pun meminta Anis untuk pulang sedangkan ia akan membawa sang pengkhianat lain di perusahaan keluarga BELVA,


Anis lantas pergi meninggalkan Revan, dan akan menunggu sebuah rahasia kedok sosok di foto itu terbuka di depan Papa dan Mamanya.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya baru update


__ADS_2