
Di Kediaman Keluarga Alvaro
"Mama tidak kenapa-kenapa, kan" Ucap Revan ketika baru saja tiba di kamar Mamanya
"Sayang, mama senang kamu pulang, mama sudah agak mendingan, kok"
Papa mana, ma...??" Tanya Revan karena sejak tadi tidak melihat Papanya, mulai dari ketika dirinya masuk ke dalam rumah sampai saat ini Revan ada di kamar orang tuanya
"Papa baru saja pergi ke Amerika"
"Jadi Papa tega ninggalin Mama yang sedang sakit" Ucap Revan dengan nada yang sedikit terdengar tinggi
"Tenang, sayang, tidak perlu kayak orang emosi seperti itu"
"Revan gak emosi, ma, revan cuma bingung aja, kenapa Papa pergi disaat Mama sakit, lagian Papa, kan, gak biasanya seperti ini"
"Revan lihat Mama, meskipun saat ini Papa kamu tidak ada, tapi setidaknya ada kamu yang nemenin Mama, dengan begitu Mama akan lebih cepat sembuh"
Mendengar ucapan tersebut Revan memeluk tubuh Mamanya sebab dirinya sangat merindukannya
"Oh, iya, ma, sampai kapan Papa pergi...?? Tanya Revan setelah selesai melepaskan pelukannya
"Empat bulan, mungkin"
"Kok lama banget, ma"
"Papa bilang ada beberapa tender besar yang gagal karena ada seorang mata-mata dari perusahaan AF yang menyusup di perusahaan kita yang ada di sana, sehingga rancangan kerja perusahaan kita untuk tender-tender tersebut, bocor"
__ADS_1
Jelas Mama Revan panjang lebar
"Perusahaan itu lagi" tukas Revan geram sembari memikirkan sesuatu
"Kenapa kamu diam, sayang...??" Tanya Mama Revan
"Revan akan ke Amerika, ma, Revan akan gantiin Papa untuk membereskan semuanya"
"Tapi kamu baru pulang, sayang, kok malah mau pergi lagi"
"Maaf, ma, tapi Revan gak bisa biarin usaha yang dari nol Papa bagun hingga bisa berkembang di berbagai negara lainnya, hancur berantakan gitu aja"
"Kamu memang anak terbaik Mama, mama akan izinin kamu pergi bantuin Papa"
"Makasih, ma, tapi sebelum itu, revan mau menyelesaikan sesuatu"
"Apa itu, nak"
Nyonya Rahel sangat bahagia dengan kehadiran anak semata wayangnya,
Ternyata kebohongannya tidak sia-sia kali ini, semua itu berkat saran dari pembantunya sendiri, beberapa hari sebelumnya Mama Revan curhat ke pembantu keluarga mereka jika dirinya sangat merindukan anaknya, sang pembantu merasa kasihan dan akhirnya memberitahu nyonya Rahel kalau satu minggu sekali tuan mudanya itu (Revan) selalu meneleponnya, untuk menanyakan keadaan dari Papa dan Mamanya, sang pembantu yang biasa di panggil Bik Ayu itu pun menyarankan jika nyonya Rahel berpura-pura sakit lalu dirinya akan memberitahunya kepada Revan.
Awalnya nyonya Rahel ragu jika ide kali ini tidak akan berhasil, mengingat setiap kali dirinya berpura-pura sakit, revan selalu mengetahuinya, tapi setelah nyonya Rahel mencobanya, sungguh di luar dugaan, ide itu berhasil.
Sementara itu, revan yang telah selesai mandi saat ini duduk di balkon kamarnya, memikirkan kembali semua yang terjadi, ada sesuatu yang terasa janggal tentang keadaan Mamanya, apalagi ketika mendengar bahwa Papanya sedang tidak ada di rumah ketika Mamanya sakit, padahal tidak biasanya Papa revan yaitu tuan Alvaro, pergi ketika istrinya tengah sakit meski itu di sebabkan oleh hal yang genting sekalipun, tuan Alvaro tetap akan meminta Revan atau asisten kepercayaannya yang menyelesaikan semua, beliau tetap bersikukuh tidak akan pernah pergi, kecuali jika Mamanya sembuh.
"Atau...apa jangan-jangan Mama pura-pura sakit, lagi" gumam Revan tersenyum, karena ulah Mamanya kali ini sukses
__ADS_1
Revan sendiri tidak masalah dengan sikap Mamanya saat ini, sebab dirinya juga merasa bersalah telah pergi meninggalkan Mamanya, membuat Mamanya sedih sampai harus menghalalkan segala cara hanya agar membuat Revan kembali.
Tiba-tiba Revan teringat Anis, revan bingung bagaimana cara untuk memberitahu kekasihnya itu jika dirinya berniat pergi ke Amerika.
Apakah ini, saat yang tepat untuk membongkar jati dirinya kepada Anis.
Revan berpikir matang-matang dan keputusan terakhirnya adalah memberitahu Anis semua yang di rahasiakannya selama ini.
Karena Revan akan berada dua hari di Jakarta, revan pun membayar orang suruhan untuk menjaga dan mengawasi Anis selama dirinya tidak ada.
______*****______
Dua Hari Kemudian
Apartemen Kevin....
Anis tertidur sampai sore, dan ketika dirinya keluar dari kamar, anis kaget melihat Kevin yang tertidur di sofa karena memang kamar di apartemen ini hanya ada satu, anis kasihan terhadap kevin yang telah membantunya, anis berpikir pasti tubuh Kevin sangat tidak nyaman tidur di sana, lalu Anis bergegas menuju dapur untuk membuatkannya makanan sebagai tanda ucapan terima kasihnya kepada Kevin yang telah mengizinkannya tinggal selama dua hari di tempatnya, dan selama dua hari itu Kevin tidak ada di apartemen ini untuk menghindari adanya Fitnah.
Selesai memasak Anis kembali ke kamar untuk melakukan ritual mandinya, baru setelah itu Anis keluar lagi untuk membangunkan Kevin, anis mengguncang-guncang tubuh Kevin dan Kevin tiba-tiba saja bangun secara refleks menarik Anis, mereka pun berpelukan dengan posisi Anis duduk di pangkuan Kevin, bersamaan dengan itu Dendra masuk dan melihat semuanya.
Flashback On
Dendra telah tiba kota C beberapa jam sebelumnya dan berniat langsung datang ke rumah Anis untuk menemuinya.Tapi orang suruhannya yang baru kemarin di perintahkan untuk mengawasi Anis selama dirinya pergi justru menelepon sekaligus memberitahu jika saat ini Anis sedang berada di sebuah apartemen bersama seorang laki-laki.
Dengan penuh emosi Dendra secepatnya pergi ke alamat yang di kirim oleh orang suruhannya, kemudian secepatnya Dendra pergi ke sana, untuk memastikan semua kebenaran dari ucapan orang suruhannya.
Flashback Off
__ADS_1
Bersambung....
Tinggalkan Tanda....👍👍👍👌👌👌