Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|23.Tertuduh


__ADS_3

Dendra sangat emosional sehingga berniat mendobrak pintu apartemen yang di dalamnya ada Anis dan laki-laki lain dengan bantuan beberapa orang bayaran yang juga di bawa olehnya, namun ternyata pintu tersebut tidak terkunci,


terlihat celah kecil pada pintunya yang menandakan bahwa pintu apartemen itu tidak tertutup dengan rapat.


Dan ketika Dendra membukanya, ternyata Anis tengah bermesraan dengan orang lain, wajah Dendra seketika berubah menjadi dingin, dirinya sangat tidak bisa menerima kenyataan bahwa Anis selingkuh.


"Anis...!!" Bentak Dendra


"Dendra...!!" Ucap Anis terkejut


"Bro...!!" Ucap kevin sama terkejutnya dengan Anis


"Ternyata...elo, selingkuhan pacar gue" Ucap Dendra berjalan mendekati Anis dan Kevin dengan wajah dinginnya


"Ini salah paham, cinta" Ucap Anis


"Salah paham, heh.., apa ada seorang wanita dan laki-laki yang terlihat sedang bermesraan di katakan sebagai salah paham" Ucap Dendra semakin emosi,


Dengan perintah mata, dendra meminta anak buahnya segera menghajar Kevin yang tidak lain adalah temannya sendiri


"Gue pikir Lo sahabat yang baik, tapi ternyata gue salah, Lo busuk" Ucap Dendra yang tidak merasa iba melihat Kevin di keroyok anak buahnya


"Gue bisa jelasin, bro" Ujar Kevin lemah, terlihat dari sudut bibirnya mengeluarkan darah


"Jelasin kalau Lo itu, pengkhianat"


"Dendra..., cukup, suruh anak buah Lo berhenti, kasihan Kevin, dia gak salah" ucap Anis memohon pada Dendra sembari menangis pilu


"Oh, kalau gitu gue yang salah dong, datang di saat yang gak tepat dan hancurin acara kalian" Ucap Dendra menatap tajam Anis


"Cepat bilang ke gue, sejak kapan kalian saling kenal, astaga....gue bego banget, ya, lo pasti nyomot nomernya Anis dari handphone yang waktu itu Lo pinjemin buat gue"


Dendra berkata demikian sembari memegang kerah baju Kevin, tapi tanpa Kevin sempat mengeluarkan kalimatnya, kevin jatuh pingsan

__ADS_1


Anis yang sejak tadi hanya menangis melihat Kevin di pukuli hingga babak belur berniat membantunya, namun langkah Anis terhenti karena Dendra memegang tangannya, membawa Anis pergi dari apartemen Kevin.


Anis di minta masuk ke dalam mobil ketika mereka sudah berada di parkiran,


dendra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Anis takut, tapi Anis terpaksa harus diam, sama halnya dengan Dendra yang bersikap dingin sedigin es dan diam seperti patung batu.


Setengah jam kemudian mereka berdua telah tiba ke tempat tujuan, yaitu rumah Dendra.


"Lo, bawa gue kemana...??" Tanya Anis lirih


"Ini rumah gue, kita bicara di dalam untuk nyelesain masalah kita" Ucap Dendra tegas tapi kali ini dengan nada yang lembut


Anis hanya menuruti keinginan Dendra,


sesampainya di dalam Dendra meminta Anis menjelaskan semuanya, anis bercerita mulai dari ketika dirinya menolak tawaran Dendra waktu itu yang berniat menjemputnya di rumah, hingga dirinya yang pergi ke rumah sakit, anis juga menjelaskan bahwa sebenarnya Kevin hanya berniat membantu Anis yang pingsan di tengah jalan, tanpa ada niat lainnya.


Dendra hanya diam mencerna semua penjelasan Anis, tiba-tiba saja Dendra bertanya untuk apa Anis pergi ke rumah sakit.


"Untuk apa Lo ke rumah sakit, lo sakit, kenapa Lo gak kasih tau gue" Ucap Dendra khawatir terhadap Anis


belum selesai berkata yang sebenarnya kepada Dendra, anis tiba-tiba saja mual


dan refleks berlari kearah dapur mencari kamar mandi


Dendra seketika bigung melihat Anis yang seperti itu, namun Dendra tetap membantu Anis mengeluarkan isi perutnya dengan memijat bagian tengkuk Anis, anis muntah di sebuah westafel tempat pencucian piring, karena tidak dapat menemukan jalan ke kamar mandi yang ternyata letaknya satu belokan lagi dari dapur rumah Dendra.


"Lo, kenapa, sih, sebenarnya"


Anis hanya terdiam


"Lo... hamil" Tebak Dendra karena Anis tidak menjawab


Anis menganggukkan kepalanya, dan kali ini Dendra benar-benar tidak terkendali, dengan penuh kemarahan dendra memporak-porandakan seisi rumahnya, menghancurkan semua benda yang ada di dekatnya, sementara Anis hanya bisa menangis melihat ulah Dendra.

__ADS_1


Dendra tidak pernah menyangka hal yang sama terjadi lagi setelah lima tahun berlalu, dimana saat itu Revan mendapat pengkhianatan dari seseorang yang ia cintai, seseorang itu mengaku hamil anak dari sahabatnya sendiri, teman kompak satu kampusnya, yang sudah seperti seorang kakak untuknya.


"Siapa pelakunya...??" Tanya Dendra dengan nada tinggi


"Lo..." Dengan sigap Anis mengatakannya


Dendra tiba-tiba saja tertawa mendengar ucapan Anis, dendra tentu tidak menerima pernyataan dari Anis terhadap dirinya, sebab Dendra merasa tidak pernah melakukan semua itu.


"Lo gak perlu nipu gue, kita tuh gak pernah ngelakuin hal itu" Ucap Dendra menatap tajam Anis


"Oke, lo mau tau yang sebenarnya , iya...gue tidur sama seorang laki-laki, dan laki-laki itu..."


belum selesai Anis menyebutkan nama laki-laki yang di maksudnya, dendra memotong ucapan Anis


"Kevin..." Tukas Dendra kesal


Anis tekejut dengan isi pemikiran Dendra yang menyatakan hal tersebut,


padahal Anis berniat menyebutkan namanya (Dendra), kemudian menceritakan kejadian di malam nahas itu, yang membuat Anis jadi seperti ini.


Lama Anis terpaku mendengar ucapan Dendra, membuat dendra berpikir jika apa yang di ucapkannya benar.


Dendra lagi-lagi memegang tangan Anis,


membawanya keluar, meminta Anis kembali masuk ke dalam mobil, dan mobil itu kembali melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan malam di kota C ini.


Ternyata Dendra membawa Anis kembali ke apartemen Kevin, di sana terlihat Kevin sedang mengompres bagian yang terkena pukulan dari anak buah Dendra, terutama pada bagian wajahnya.


"Jadi seperti inilah niat baik yang di sangka hal buruk oleh orang lain"


(batin Kevin)


Bersambung....

__ADS_1


Ingat...👍👍👍


__ADS_2