Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|25.Tinggal Di Amerika


__ADS_3

"Siapa yang melakukannya"


"Gue dan Vind"


"Terus terang gue kecewa banget sama Lo, gue gak menyangka kalau Lo Setega itu ke gue"


"Maafin gue"


"Sekarang berbahagialah"


Setelah berkata demikian, laki-laki tampan itu pergi begitu saja meninggalkan sang gadis cantik yang kini diam membisu sambil menangis di bangku tersebut, gadis itu mengira jika dirinya tidak di maafkan karena telah berkhinat, padahal yang sebenarnya terjadi tanpa gadis cantik itu ketahui adalah, air mata laki-laki tampan itu juga menetes, karena itulah laki-laki tampan itu pergi, sebab ada air mata yang tidak bisa di bendung lagi olehnya.


Dan itulah percakapan terakhir antara gadis cantik dengan laki-laki tampan yang tulus mencintainya dengan sepenuh hati tersebut, sebelum mereka berdua akhirnya berpisah memilih jalan kehidupan masing-masing.


Flashback off


"Cinta..." Teriak Revan


"Kamu kenapa, nak" Tanya wanita paruh baya yang duduk di sampingnya


"Tidak apa-apa, ma"


"Siapa Cinta...??"


"Bukan siapa-siapa"


"Makanya sebelum tidur baca Do'a dulu, sayang"


"Maaf udah buat Mama kaget, ya"


"Gak masalah, sayang"


"Ma, berapa jam lagi kita sampai...??"


"Tinggal lima jam lagi" "


"Ternyata masih lama" gumam Revan


Wajar saja jika masih lama, sebab jarak tempuh Indonesia-Amerika yang tidak dekat, rata-rata penerbangan memang memakan waktu dua puluh dua sampai dua puluh empat jam lamanya, lama waktu tempuh tersebut sudah termasuk dengan waktu yang di habiskan untuk proses check-in, lama transit, dan mengurus security check.


Skip.

__ADS_1


Lima Jam Kemudian


"Welcome to America"


(selamat datang di Amerika)


Ucap Papa Revan menyambut kedatangan istri dan putra tunggalnya


"Papa baik-baik aja, kan" Ucap Revan memeluk Papanya


"Tentu saja, lihat Papa segar bugar"


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam rumah untuk makan malam.


Ya, saat ini di Amerika adalah malam hari, sebab perbedaan waktu Indonesia dan Amerika itu memiliki selisih sepuluh jam atau enam ratus enam puluh menit.


sebagai contoh misalnya jika saat ini kita berada di Indonesia menunjukkan pukul tujuh pagi hari di hari Senin, maka di negara Amerika akan menunjukkan pukul dua puluh malam hari di hari sebelumnya atau masih hari Minggu.


Selesai makan malam Revan serta Papanya langsung menuju ke ruang kerja, sedangkan Mamanya pamit untuk beristirahat karena merasa cukup lelah setelah melakukan perjalanan jauh.


Di ruang kerja ayah dan anak itu membahas bagaimana caranya untuk bisa memperbaiki lagi citra saham mereka yang anjlok sebab kecolongan kebocoran rancangan kerja beberapa proyek besar, sehingga tender itu jatuh ke tangan perusahaan AF, musuh bebuyutan mereka.


Flashback Singkat On


Flashback Singkat Off


Revan dan Papanya mempelajari kembali data-data tender yang gagal, mereka membuat strategi yang baru dan di harapkan lebih efisien untuk memenangkan tender selanjutnya.


Tanpa mereka sadari waktu berlalu hingga pukul sepuluh malam, revan dan Papanya lantas memutuskan untuk mengakhiri kesibukan mereka dan beristirahat, apalagi besok merupakan hari pertama Revan masuk kerja di perusahaan yang ada di Amerika ini.


Ketika mereka hendak keluar ruangan kerja tiba-tiba saja Revan memeluk Papanya, papa Revan tentu saja terkejut dengan sikap anaknya tersebut.


"Kenapa tiba-tiba kamu, memeluk Papa, re...??" Tanya Papa Revan


"Revan mau minta maaf, pa"


"Papa, sudah maafin kamu, re, lagipula Papa sadar, papa yang salah, papa sudah terlalu egois"


"Revan yang salah, pa, revan gak nurutin keinginan Papa, tapi mulai sekarang Revan akan nurutin semua keinginan Papa, termasuk jika ingin memilihkan orang yang tepat untuk Revan" Ucap Revan panjang lebar


"Makasih ya, nak, kamu memang anak yang selalu bisa Papa andalkan"

__ADS_1


"Iya, pa"


"Sekarang kita harus istirahat"


"Ayo, pa"


Ayah dan anak itu tersenyum bahagia sembari menuju kearah kamar mereka masing-masing.


______*****______


Indonesia


Jam telah menunjukkan pukul delapan pagi waktu Indonesia, arsya masuk ke dalam perusahaannya dengan perasaan gelisah, sebab sejak kemarin tidak ada kabar apapun dari Anis, arsya sempat bertanya pada Novi, namun sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun tentang keberadaan Anis saat ini.


Novi yang sama khawatirnya dengan Anis, malah meminta Arsya untuk ikut membantu mencari Anis, sebenarnya Novi sudah berusaha untuk menghubungi Anis, tetapi tidak bisa, handphonenya berada di luar jangkauan.


Tiba-tiba saja handphone milik Novi berdering, di sana tertera nomer tidak di kenal, novi mengangkat telepon itu, ternyata si penelepon adalah Anis yang meminta Novi menemuinya di suatu tempat, dan tidak boleh memberitahu Arsya.


Ketika jam makan siang Novi keluar untuk menemui Anis di sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari kantornya.


"Anis..." Novi langsung saja memeluk sahabatnya itu


"Novi..." Ucap Anis tersenyum


"Lo baik-baik aja kan"


"Gue baik, tapi gue mau ucapin selamat tinggal, nov"


"Memangnya Lo mau kemana"


"Gue mau kembali ke rumah"


"Serius..., bukannya paman Bara udah ngusir lo, nis" Novi menatap lekat manik mata Anis


"Beberapa hari ini gue pulang, nov, dan gue udah di terima lagi, paman Bara meminta maaf ke gue, jadi hari ini gue akan pulang ke rumah" Jelas Anis dengan tersenyum bahagia


"Kalau memang benar begitu adanya, gue ikut bahagia, nis"


"Makasih, nov" Anis tersenyum


"Maafin..., gue " (batin Anis)

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2