Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|59.Jodoh Tidak Tertukar Itu Nyata


__ADS_3

Tiba di dalam kamarnya Viola langsung membersihkan wajah, tapi setelah itu ia tidak keluar kamar lagi untuk menemui Mamanya dan teman Mamanya tadi, viola memilih berdiam diri di dalam kamarnya.


Viola lalu mengingat kembali jika dirinya masih berbalas pesan dengan Revan dan belum memberitahu apa yang terjadi padanya, viola yang melihat handphonenya sedikit terkejut sebab ada beberapa pesan dari Revan.


Viola lalu membuka pesannya, tentu saja itu adalah cerita tentang apa yang di temui Revan ketika berada di kolam renang milik sahabat Papanya saat Viola mengatakan ada bidadari di kolam tersebut.


Viola juga demikian, ia menceritakan apa yang terjadi sampai begitu lama mengabaikan pesan Revan.


Mereka saling bercerita tanpa pernah menyadari jika kolam renang yang mereka ceritakan adalah kolam yang sama.


Kini tiba waktunya bagi Revan dan kedua orang tuanya untuk berpamitan, mereka menolak untuk menginap di rumah keluarga Anggara di karenakan Revan telah melakukan reservasi hotel sebelumnya.


Pada kesempatan ini, mama Revan yang ingin sekali melihat putri dari tuan Anggara menanyakan dirinya, mama Viola lalu meminta mereka untuk menunggu sebentar, sementara ia akan memanggil putrinya di kamar.


Viola yang di minta menemui keluarga Revan dengan malas terpaksa mengikuti perintah Mamanya.


Begitu Viola bertemu dengan keluarga Revan, ia dan Revan sama-sama terkejut akan apa yang mereka lihat.


"Re.."


"Vio.." Ucap Revan dan Viola bersamaan


"Jadi kamu adalah Novia..??" Tanya Revan


"Kamu Revan yang pernah ingin.." Ucapan Viola terpotong


"Di jodohkan dengan kamu" Ucap Revan memotong perkataan Viola

__ADS_1


Sementara kedua orang tua mereka masing-masing sangat bingung mendengar obrolan yang terjadi di antara mereka berdua.


Beberapa saat kemudian terlihat keluarga Revan yang tidak jadi berpamitan tengah berbincang bersama keluarga Viola di ruang keluarga, di sana keduanya menjelaskan apa yang telah terjadi di antara mereka.


Kedua orang tua mereka masing-masing begitu bahagia karena Revan dan Viola di pertemukan tanpa harus dengan perjodohan, mengingat kisah mereka yang sama-sama melarikan diri dari rumah.


Mendengar pengakuan Viola yang juga melarikan diri dari rumah membuat tuan Anggara meminta maaf pada tuan Alva karena waktu itu sempat berbohong jika Viola ada pekerjaan kantor.


Tuan Alva memaklumi hal tersebut, jika saja Revan dan Viola tidak melarikan diri, maka mereka berdua tidak akan pernah bertemu selain malam ini.


"Ternyata jodoh itu tidak kemana-mana, ya, nona Vio" Ucap Revan ketika ia di minta menemani Viola membuat teh lagi oleh Mamanya.


"Mungkin ini jalannya, tuan Revan" Viola tersenyum manis


"Aku akan memberitahu sahabat terbaik ku tentang hal ini, nanti, aku akan mengatakan padanya jika aku telah mencintai orang yang sama dengan yang pernah ingin di jodohkan dengan ku" tambah Viola kemudian


"Seperti apa sahabat mu itu, sehingga kau selalu berbagi suka dan duka kamu padanya..??" Tanya Revan


"Bolehkah sekarang aku mengetahui namanya, sebab selama ini kamu tidak pernah memberitahu siapa namanya"


"Namanya Anis" Ucapan Viola seketika membuat Revan terdiam, lalu ia berkata


"Dunia memang benar-benar tidak luas dan takdir tidak bisa di tebak, apakah sahabat mu itu pernah terluka oleh seseorang..??" Tanya Revan tanpa ragu


"Apa kamu adalah Dendra..??" Viola malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Revan


Belum sempat Revan menjawab pertanyaan Viola, mama Viola datang dengan alasan mengambil teh yang sangat lama di buat.

__ADS_1


Revan dan Viola sama-sama terdiam sejenak ketika mama Viola mengambil alih teh yang akan di sajikan, beliau mengambil teh dan membawanya keluar dapur meniggalkan kedua sejoli itu mematung di sana.


Setelah Mamanya pergi Viola kembali mengulang pertanyaannya, dan Revan mengatakan jika itu adalah dirinya.


Awalnya Viola hanya menebak ucapan dari Revan yang mengatakan dunia itu sempit serta menanyakan tentang Anis yang terluka, lantas ketika mereka sama-sama terdiam barusan, viola mengingat jika nama orang yang ingin di jodohkan dengannya bernama Revandhi Dendra Alvaro, hal itu yang membuat Viola memiliki keberanian sekali lagi menanyakan langsung apakah Revan adalah Dendra.


Revan mengira pengakuan tentang dirinya yang menyakiti Anis akan berdampak pada hubungannya dengan Viola, namun di luar dugaan Viola tidak memutuskan hubungan mereka, ia tetap menerima segala kekurangan dan kelebihan Revan.


Sejujurnya Viola (Novi) sudah lelah dan terlalu penat mencari cinta sejatinya, cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan dan cinta keduanya adalah seseorang yang pernah menyakiti sahabatnya sendiri, wanita yang sering Revan sebut sebagai wanitanya ketika bersama Viola.


Tapi meskipun demikian Viola telah benar-benar mencintai Revan dan tidak ingin jika dirinya harus kecewa untuk kedua kalinya, lagipula Viola menyadari jika tidak ada manusia yang sempurna.


Mereka berdua sama-sama menyadari satu hal saat ini, yaitu di persatukan setelah banyak merasakan lika-liku pencarian cinta sejati.


"Kamu tahu, aku tidak pernah mengira jika wanita bernama Novia Yolanda yang aku tolak waktu itu adalah kamu" Ungkap Revan


"Aku juga demikian, aku tidak pernah mengira kita akan di pertemukan dengan cara begini, yaitu setelah kita saling mencintai, tapi..Re, apa kamu mau mendengar satu kejujuran dari aku" Ucap Viola


"Tentu saja"


"Kamu pasti ingat saat pertama kali aku mengatakan "apakah kamu mau menjadi kekasih ku..??", waktu itu sebenarnya Papa sudah memberitahu jika keluarga sahabatnya akan datang berkunjung dalam waktu yang tidak dapat di tentukan, jadi aku berpikir bagaimana cara mencari alasan agar dapat menolak anaknya sahabat Papa, kalau seandainya kedatangan mereka untuk membahas perjodohan kembali" Jelas Viola


"Maka dari itulah kamu waktu itu mengajak ku berpacaran..??" Tebak Revan


"Itu kebenarannya" Viola tertawa renyah


"Tapi..justru orang yang tidak kau inginkan itu adalah aku, nona.." Revan tertawa seperti meledek

__ADS_1


"Intinya kita sekarang sudah saling mencintai orang yang tidak ingin kita terima melalui sebuah perjodohan" Lanjut Viola, lalu pamit untuk masuk ke dalam kamarnya.


Bersambung....


__ADS_2