Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|36.Revan Dan Kevin Bertemu


__ADS_3

Suara bel berbunyi, dengan malas seseorang bangkit dari tidurnya, ia sedikit mengumpat karena yang datang seperti tidak ada waktu lain di hari minggu dengan datang sepagi ini, namun terpaksa ia tetap membukanya dan setelah di buka, orang yang memencet bel tersebut dan orang yang membuka pintu, sama-sama terkejut ketika mereka saling berhadapan.


"Re.." Ucap Kevin kaget mengetahui siapa orang yang datang


"Ke..Vin, lo di sini" Ucap Revan gugup karena rasa terkejutnya


"Ya, iyalah ini, kan, apartemen gue"(batin Kevin dengan nada kesal)


"Apa kabar" Sapa Revan setelah ia berhasil menenangkan dirinya dari rasa gugup


"Gue, baik, lo sendiri..??" Kevin bertanya balik


"Lo bisa melihat sendiri"


"Oh, ya, kok Lo tau gue di sini"


"Sebenarnya tadi malam gue.." Belum sempat Revan menyelesaikan perkataannya, handphonenya berdering


Revan mengangkat telepon tersebut dan setelah selesai, revan justru pamit pada Kevin, namun ketika akan beranjak pergi, ringga tiba-tiba muncul dan langsung memeluk Kevin yang masih berdiri tepat di depan pintu dari belakang.


Kevin terkejut kemudian berbalik, ia menggendong Ringga bermaksud memperkenalkannya pada Revan.


"Re, kenalin dia.." Tapi kata-katanya dengan cepat di potong oleh Revan


"Sorry..gue harus buru-buru sekarang, ada pekerjaan penting yang harus gue selesaikan, lain kali gue kemari lagi" Ucap Revan sembari mencubit gemas pipi Ringga

__ADS_1


"Oke kalau gitu gue tunggu kedatangan Lo lagi.." Ucap Kevin yang melihat Revan pergi begitu saja


Bersamaan dengan kepergian Revan, anis datang ke kamar apartemen Kevin, anis sedikit heran karena Kevin bangun pagi di hari minggu, ia bertanya Kevin sedang kesambet apa hingga mau bangun pagi di hari libur bekerjanya.


Kevin ingin mengatakan pada Anis yang sebenarnya, bahwa Revan baru saja datang ke apartemennya, tapi hal itu Kevin urungkan, mengingat Anis saat ini sudah bisa belajar melupakan Revan.


Sementara itu Revan sebenarnya pergi terburu-buru bukan karena ada hal penting, melainkan setelah tadi Revan melihat Ringga sewaktu dirinya mengangkat telepon, revan ingat kembali kejadian lima tahun lalu dimana Anis hamil sehingga membuat mereka berdua berpisah.


Sebenarnya orang yang menelepon Revan adalah Aruna yang hari ini akan kembali ke Amerika selama beberapa hari dan akan kembali lagi nanti, sedangkan Revan tetap berada di negara ini untuk urusan bisnis.


"Bodoh...bodoh...bodoh..., harusnya gue ingat kalau Anis punya anak, dan gue harusnya mikir itu dari awal, tapi karena bahagianya gue ketemu lagi sama Anis setelah lima tahun, gue lupa akan hal itu, gue harus bisa terima kalau Anis udah bahagia bersama Kevin, bahkan sekarang mungkin aja mereka udah nikah, apalagi saat ini mereka tinggal dalam satu apartemen" Ungkap Revan sambil memukuli setirnya ketika ia sudah berada di dalam mobil


Merasa sedikit kecewa dengan apa yang di lihat olehnya barusan di apartemen Anis, revan lalu menghidupkan mesin mobilnya kemudian pergi dari sana, revan memutuskan untuk datang ke sebuah club' yang tidak jauh dari apartemen untuk menenangkan pikiran.


Sampai di club' Revan langsung di sambut oleh beberapa wanita cantik, tapi tentu saja masih kalah cantik dari Anis, awalnya Revan sempat menolak mereka, namun mereka tidak habis akal, setelah melihat Revan dalam keadaan mabuk, wanita cantik itu datang lagi dan mereka berhasil membuat Revan menerima di temani oleh mereka.


Hari berganti malam, revan sudah tidak sadarkan diri sebab dari pagi ia terus saja minum, hingga salah satu dari wanita cantik tersebut mencoba membuat Revan sadar, dan setelah beberapa saat kemudian Revan akhirnya bisa sadar juga, itupun karena di siram empat gelas air putih yang di minta wanita cantik itu dari pelayan.


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dengan sempoyongan Revan keluar dari club' menuju ke parkiran, ia masuk ke dalam mobilnya dan mencoba untuk mengendarai mobil tersebut menuju apartemennya yang tidak begitu jauh dari sana.


Tapi, bukannya menuju ke apartemennya sendiri, tanpa sadar ia malah menuju ke apartemen Anis, sesampainya di sana Revan langsung pingsan di depan pintu masuk apartemen.


"Gue dimana" Ucap Revan bingung memperhatikan sekelilingnya ketika sudah bangun dan mendapati dirinya berada di dalam sebuah kamar


"Lo, udah bangun" Ucap Kevin yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar itu di tengah kebingungan Revan

__ADS_1


"Gue kok bisa ada di sini..??" Tanya Revan setelah memperhatikan sekelilingnya dan ternyata itu bukanlah kamar miliknya


"Di apartemen gue" Ujar Kevin kemudian


"Kok bisa, gimana ceritanya..??" Pertanyaan itu membuat Kevin serba salah tapi ia memutuskan untuk berkata jujur


"Sebenarnya Anis yang menemukan Lo pingsan di depan pintu masuk apartemen saat dia baru pulang kerja, tadi Lo sempat di kerumuni banyak orang dan ada satpam yang bertanya ke Anis tentang Lo, dan pas Anis lihat kalau itu, lo, dia langsung minta gue bawa Lo ke sini"


Jelas Kevin panjang meski sebelumnya Anis meminta pada Kevin agar tidak memberitahu Revan bahwa Anis yang telah menolongnya dengan alasan tidak ingin Revan mengetahui jika dirinya tinggal di apartemen ini


"Maafin, gue, nis, kali ini gue gak bisa tepati janji gue ke, lo, karena gue pikir mungkin ini saatnya Revan harus mengetahui semuanya, gue rasa lima tahun kita menghilang tanpa jejak, sudah cukup untuk bikin Revan menyesali perbuatannya, mungkin saja dia ke sini dengan niat mencari, lo"


(batin Kevin)


"Jika Anis yang sudah menolong gue, dimana dia..??" Tanya Revan


"Dia ada di kamarnya" Ucap Kevin lagi


"Apa boleh gue ketemu dia" Ujar Revan ragu


"Gue akan antar, lo, ayo..!!" Ajak Kevin sembari berjalan keluar dari kamar dengan di ikuti oleh Revan, tapi Revan sedikit kaget sebab langkah Kevin menuju ke pintu keluar


"Kok kita keluar..??" Tanya Revan bingung


"Katanya mau ketemu Anis" Kevin sedikit kesal, sedangkan Revan hanya tersenyum

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2