Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|21.Positif Dua Garis


__ADS_3

"Cinta" Ucap Dendra menyapa Anis yang tengah berada di parkiran secara tiba-tiba, membuat Anis kaget


"Kenapa lo bisa ada di sini, cinta" Balas Anis


"Memangnya, kenapa, lo gak suka kalau gue ada di sini...?" Tanya Dendra


"Cinta, gue seneng banget kok kalau Lo ada di sini, tapi Lo liat sendiri, kan, gue harus masuk sekarang"


Kilah Anis tidak ingin Dendra salah paham


"Ya, udah masuk gih, sana, tapi entar makan siang bareng gue, ya, gue kangen sama Lo" Bisik Dendra sambil memeluk Anis, kemudian melepaskannya lalu pergi begitu saja tanpa Anis sempat berkata-kata


Setelah Dendra sudah tidak terlihat lagi


Anis pun bergegas masuk ke dalam perusahaan tempatnya bekerja.


Anis dapat bekerja kembali hari ini setelah sebelumnya bersusah payah membujuk Arsya supaya mau memberikannya izin untuk bekerja,


kedatangan Anis di sambut dengan sangat antusias oleh teman-temannya yang lain, mereka sangat merindukan Anis meski dirinya hanya cuti selama tiga hari saja.


Berbagai pertanyaan pun mereka ucapkan ketika Anis baru saja duduk di mejanya, tapi Anis hanya mengatakan jika dirinya sedang sakit tiga hari lalu.


Setelah itu, anis kemudian memulai aktivitasnya sampai selesai.


______*****______


Satu bulan telah berlalu sejak insiden yang terjadi di rumah Anis, antara Dendra dan juga Anis.


Saat ini Anis tengah berjalan di pinggiran trotoar melangkahkan kakinya meninggalkan rumah, hari ini tidak ada siapapun yang menjemput dirinya, karena Anis menolak sendiri tawaran dari Dendra dan Arsya yang bermaksud untuk menjemputnya, bahkan tawaran Novi untuk mengantarkannya pun di tolak.


Ada alasan mengapa Anis menolak hal itu, alasannya ialah karena dirinya ingin pergi suatu tempat yang sebenarnya tidak ingin Anis datangi.

__ADS_1


Tidak lama Anis menyetop taxi, taxi berhenti, anis kemudian masuk serta menyuruh sang supir segera mengantarkannya ke tempat yang Anis inginkan, setengah jam berlalu dan Anis sampai juga ke tempat tersebut.


Dengan sedikit ragu Anis masuk ke dalam, menanyakan pada resepsionis dimana ruangan dokter spesialis obstetri dan ginekologi atau biasa singkat 'Obgin'.


Anis menghembuskan nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan sebelum tangannya meraih pegangan pintu ruangan dari dokter spesialis Obgin, beberapa saat lalu Anis di beritahu oleh resepsionis letak ruangan yang sekarang ini sudah ada di hadapannya, anis mengetuk pintu terlebih dahulu, terdengar suara seseorang dari dalam yang mempersilahkan Anis masuk,pintu terbuka dan Anis di persilahkan duduk, sang dokter langsung menanyakan keluhan Anis, anis lantas mengatakan jika dirinya sudah telat datang bulan, akhirnya pertemuan mereka berakhir setelah sang dokter menyatakan bahwa Anis hamil.


Hati Anis hancur, anis tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya,


Anis memiliki janin tanpa adanya seorang suami, anis tidak tahu apa yang harus di lakukannya setelah ini, jalan pikiran Anis terasa buntu.


Anis kini kembali berjalan diatas tratoar dan tiba-tiba saja Anis jatuh pingsan.


"Syukurlah, kamu sudah sadar, gue sangat khawatir kalau Lo kenapa-kenapa" Ucap seseorang ketika Anis membuka matanya


"Gue, ada dimana...??" Tanya Anis sembari melihat sekelilingnya


"Lo ada di apartemen gue, tadi gue liat Lo pingsan di jalan, makanya gue bawa kesini"


"Lo jangan banyak gerak" Ucap orang yang menolong Anis yang melihatnya hampir saja jatuh


"Gue mau pulang"


"Sebaiknya Lo di sini aja dulu, sampai keadaan Lo membaik"


Anis hanya menurut dengan yang di ucapkan oleh orang itu, lagipula jikapun Anis berhasil keluar dari apartemen ini, anis sebenarnya tidak ingin pulang ke rumahnya melainkan akan menemui Dendra.


Tapi, apakah Dendra akan mau bertanggung jawab dengan apa yang terjadi pada dirinya, sementara Anis sendiri tidak begitu yakin jika malam itu Dendra dalam keadaan sadar.


Hanya saja Anis tetap akan mencoba untuk mengatakan semuanya pada Dendra.


Lama Anis melamun memikirkan segalanya, tiba-tiba dirinya di kejutkan oleh orang yang menolongnya.

__ADS_1


"Ayo, lo harus makan" ucap orang itu terlihat membawa baki dengan makanan beserta minumannya


"Maaf, tapi gue tidak ingin makan saat ini"


"Kalau Lo gak makan, gimana mau cepat sembuh, dan kalau Lo-nya sendiri gak sembuh, gimana bisa Lo jaga anak,Lo" Ucapan orang itu membuat Anis terkejut


"Ka_mu....tau" Ujar Anis gugup


"Tadi, waktu Lo gak sadarkan diri, gue ngubungin dokter kenalan gue untuk meriksa Lo disini, dan tuh dokter nyatain kalau Lo lagi hamil, terus beliau juga pesan Lo gak boleh kecapean dan harus jaga kondisi kesehatan, Lo" Jelas orang itu panjang lebar pada Anis


"Sekarang dokternya mana"


"Udah pergi satu menit sebelum Lo sadar tadi, gue anterin dia ampe parkiran, dan pas gue balik Lo ternyata udah siuman"


"Gue kayak pernah liat, dia"


(batin Anis)


"Oh, ya apakah gue boleh tau nama Lo...??" Tanya Anis kemudian


"Kevin" Jawab Kevin singkat


"Kenalin gue Anis, makasih ya, udah nolongin gue"


"Sama-sama, sekarang mending Lo makan, tapi kalau Lo gak mau, ya, gak masalah, itupun kalau Lo mau jadi penyebab kematian dari anak, lo"


Mendengar ucapan orang tersebut yang sejak tadi selalu to do point padanya, anis terpaksa harus makan guna memulihkan tenaganya, lagipula Anis tidak ingin menjadi penyebab kematian dari anaknya, serta dengan adanya tenaga maka Anis akan secepatnya pergi dari sini untuk segera menemui Dendra serta akan menjelaskan semua


kejadian yang sebenarnya terjadi jika Dendra sampai tidak ingat apa-apa malam itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2