Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|55.Tentang Arsya


__ADS_3

[Apa Kabarnya Si Arsya Ya Teman"


Mau Kepoin Gak Tentang Dia Ma Novi


Kepoin Aja Ya.. Bentar...!!!]


#####


"Hai, sayang, kamu sudah bangun.." Ucap Arsya pada istrinya yang tiba-tiba masuk ke ruang kerjanya, sambil tetap fokus ke arah laptopnya untuk secepatnya menyelesaikan tugas


"Ini akhir pekan, apa kamu akan terus bekerja seperti itu.." Ucap istrinya sembari bergelayut manja di pundak Arsya


"Oke..Baiklah..aku sudah selesai..Kira-kira apa yang bisa aku lakukan untuk nyonya besar ku ini.." Arsya menyudahi pekerjaannya, tersenyum manis pada istrinya sembari menarik sang istri yang berada di belakangnya untuk duduk di pangkuannya


"Kalau jalan-jalan, apakah boleh.." Pinta istrinya


"Hmmm...Jalan lagi..Jalan lagi, apakah tidak ada permintaan lainnya.."


"Tidak..Kamu tau, kan, kalau aku ingin menghabiskan waktu bersama kamu setiap weekend.." Tegas sang istri


"Kalau begitu aku ada ide untuk menghabiskan weekend ini hanya berdua dengan kamu.." Ujar Arsya


"Caranya...??" Tanya sang istri


"Begini.." Arsya bangun dari tempat duduknya setelah sang istri bagun dari pangkuannya dan langsung menggendong sang istri ke sebuah sofa di sudut ruang kerja tersebut, lalu berkata lagi


"Sekarang kau istri ku.." Ucap Arsya yang tiba-tiba terpotong


"Kamu adalah candu bagi ku..gombal di minggu pagi, lagi.." Sang istri melanjutkan sembari tersenyum manis

__ADS_1


"Mau melakukannya.." Tawar Arsya


"Sudah kewajiban ku untuk tidak mungkin menolak.."


"Lagipula untuk apa menolak ku, kan, kita harus secepatnya memberikan warisan pada keluarga yang sudah ingin menimang cucu"


"Tapi.., apakah harus di sini..??"


"Setidaknya tidak ada orang di apartemen ini selain kita, kan, lagipula bibi juga kalau weekend tidak akan datang" Ucap Arsya sembari memulai semuanya lagi dan lagi


Skip.


[Kita Flashback Dulu, yuk, bagaimana Bisa Arsya Yang Udah Lama Gak Muncul, Jadi Punya Istri Dan Siapa Ya..Kira" Sang Nyonya Besar Tersebut]


#####


Flashback On


Di sana Arsya mengatakan pada Novi jika dirinya akan berusaha belajar melupakan Anis di mulai dari tempat itu dan akan mulai membuka hatinya untuk orang lain, sebab Arsya berpikir untuk apa lagi mengejar cinta Anis yang sudah jelas tidak akan menerima cintanya.


Bukannya menyerah, tapi Arsya hanya berpikir realistis dalam mempertahankan cintanya untuk seseorang, seberapa besar cintanya serta seberapa banyak perjuangan dan pengorbanannya, anis tetap saja menyebutnya sebagai teman, lagipula Arsya sangat menyadari bahwa cinta itu tidak pernah bisa di paksakan.


Semua curahan hati Arsya saat ini di curahkan pada Novi yang selalu setia menjadi pendengar baiknya.


Setelah selesai mencurahkan isi hatinya, arsya dan Novi terlihat sedang asyik bercengkrama, pada kesempatan kali ini, novilah yang memulai, novi memberitahu pada Arsya jika ia memiliki hati untuk Arsya.


Arsya kaget mendengar hal itu, dirinya tidak menyangka dan menyadari kalau selama ini Novi menaruh hati padanya.


Namun, lagi dan lagi justru setelah Novi mengutarakan isi hatinya pada Arsya, ia harus merasakan kekecewaan, arsya dengan tegas tapi penuh kelembutan menjelaskan pada Novi jika dirinya selama ini hanya menganggap Novi sebagai teman sekaligus sebagai seorang adik perempuan untuknya, jadi sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh Arsya jika Novi mencintai dirinya dan begitu sebaliknya.

__ADS_1


Novi yang sudah siap menerima apapun segala konsekuensi dalam pernyataan cintanya pada Arsya, menerima penolakan Arsya dengan berbesar hati tanpa adanya rasa dendam, sebaliknya Novi malah menerima jika Arsya menjadikan dirinya sebagai seorang adik perempuannya.


Beberapa jam kemudian, arsya yang telah mengantarkan Novi pulang, arsya yang berniat untuk pulang ke rumahnya justru di telepon oleh teman-temannya untuk berkumpul di basecamp, tempat dimana dulu Arsya selalu menghabiskan waktunya dengan para wanita yang memujanya sebelum mengenal Anis.


Arsya pun setuju untuk pergi ke sana sekadar bernostalgia tanpa harus menjadi seorang playboy kembali.


Tempat yang di jadikan basecamp oleh Arsya dan teman-temannya adalah sebuah villa milik Arsya sendiri, yang hanya butuh waktu satu jam menuju ke sana.


Tiba di tempat yang di maksud, terlihat semua orang sedang asyik menari di area kolam renang dengan iringan musik DJ.


Arsya pun ikut bergabung bersama mereka, hingga salah satu dari temannya memperkenalkan Arsya pada seorang wanita cantik, arsya di tawarkan minuman oleh wanita tersebut yang tanpa Arsya sadari ada sesuatu yang di masukkan ke dalam minumannya, ia meminumnya dengan sekali tegukan.


Beberapa saat kemudian Arsya mulai merasakan keanehan terjadi pada dirinya, namun Arsya dapat dengan baik mempertahankan diri.


Ia mulai berjalan menghindari semua orang sampai keluar dari villa tersebut, ia pun tidak mengendarai mobil, ia malah menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat, lalu meminta sang supir mengantarkannya pulang meninggalkan villa.


Sesampainya di tempat tujuan, arsya masih mampu bertahan dengan apa yang ia rasakan, hingga ketika tiba di dalam apartemen dan duduk di sofa, suara seseorang membuatnya kaget.


Orang tersebut adalah Aruna yang bermaksud memberikan kejutan pada Arsya dengan datang berkunjung ke Indonesia.


Dalam keanehan yang terjadi pada dirinya, arsya justru melihat bayangan Anis yang datang bukannya Aruna.


Arsya pun langsung memeluk Aruna dan mulai meracau jika ia sangat merindukannya.


Aruna yang tidak pernah tahu untuk siapa Arsya berkata serta tidak menyadari jika kondisi Arsya sedang tidak stabil, malah membalas pelukan itu dengan hangat.


Hal itu membuat Arsya yang sedari tadi bisa mengendalikan diri menjadi tidak bisa di kendalikan, dan akhirnya menyerah dengan melakukan semuanya pada Aruna.


Ketika Arsya terbangun dari tidurnya, ia mendengar seseorang menangis namun Arsya tidak tahu darimana asalnya, arsya berpikir apa mungkin itu suara hantu di sore hari, ia lalu bangkit dari sofa dan mengikuti darimana arah suara tangisan tersebut yang ternyata berasal dari dalam kamarnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2