Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|39.Mengajak Ringga Jalan-jalan


__ADS_3

"Lo sengaja, kan, membawa Ringga pergi supaya gue bisa berbicara sama Revan" Anis to do points pada Kevin di balkon apartemen setelah Revan baru saja pergi dari apartemennya dan Ringga sedang menonton acara televisi kesukaannya


"Maaf.." Kevin menjawab singkat


"Revan sudah mengetahui Ringga siapa dan dia meminta gue untuk menceritakan tentang kejadian bagaimana bisa Ringga ada" Anis membuang nafas kasar


"Terus Lo sudah menceritakannya" Kevin memandang lekat wajah Anis yang hanya memberikan gelengan kepala


"Gue tidak ingin mengingat kejadian itu" Ucap Anis datar


"Lo yang sabar, ya, tapi gue tetap menyarankan agar Lo menceritakannya ke Revan, agar semuanya tuntas"


"Tadi Revan juga menginginkan hal itu, dia menginginkan semua tuntas dengan mengatakan mau menikahi gue, apa dia pikir semua yang gue jalani selama ini semudah itu, di negara asing ini gue berusaha untuk bertahan hidup tegar, tiba-tiba dia datang dan dengan mudahnya mengajak menikah, lantas dimana dia selama ini" Terlihat jelas ada rasa kesal di wajah Anis


"Lo harus tetap kuat, nis" Kevin memeluk Anis


"Horeee...paman Kevin dan Mama berpelukan" Ringga berkata dengan riangnya yang entah sejak kapan dia ada di balkon


"Ringga.." Kevin tersenyum canggung sembari melepaskan pelukannya dan beralih menggendong Ringga


"Ringga sudah selesai nonton televisinya" Anis ikut mengalihkan


"Sudah selesai, ma, sekarang aku mau jalan-jalan sama Mama"


"Jalan-jalan..., oh tentu saja sayang, tapi kita mandi dulu, baru setelah itu kita pergi keluar"Anis menuntun Ringga untuk mandi

__ADS_1


"Apakah paman Kevin juga boleh ikut" Kevin menghentikan langkah Anis dan Ringga yang ingin pergi ke kamar mandi


"Boleh, tapi paman juga harus mandi juga sebelum pergi" Ringga berhenti sejenak


"Baiklah, kalau begitu paman kembali dulu ke apartemen paman untuk mandi"


"Oke.."


Selang beberapa menit kemudian Ringga sudah rapi dan di minta menunggu di ruang tamu sementara Anis juga akan mandi.


Setengah jam kemudian Anis juga telah selesai dan langsung mengajak Ringga untuk menemui Kevin di apartemennya, namun baru saja Anis membuka pintu apartemen, ternyata Kevin telah berada di depan pintu berniat akan mengetuk pintu tersebut.


Akhirnya mereka pergi bersama, tujuannya adalah salah satu Mall terbesar di kota tersebut dan itu adalah permintaan dari Ringga yang ingin bermain di salah satu Playground di sana.


Saat ini mereka telah tiba di tempat tersebut, Ringga sangat antusias melihat berbagai macam permainan yang tersedia di sana, ringga pun langsung menarik tangan Kevin, mengajaknya bermain.


Kini mereka bertiga terlihat asyik bermain bersama, sekilas terlihat seperti sebuah keluarga kecil bahagia, setidaknya begitulah yang akan di pikiran oleh setiap orang yang melihat mereka di sana.


Tanpa terasa sudah hampir tiga jam mereka menikmati waktu di Mall tersebut, mulai dari bermain hingga makan malam, dan saat ini Ringga yang puas bermain malah tertidur dalam gendongan Kevin.


Skip.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam tapi Anis tidak dapat memejamkan matanya, anis teringat kejadian di Mall beberapa jam lalu, saat ia dan Kevin akan turun ke lantai dasar untuk pulang ke apartemen mereka.


Tanpa sengaja Anis malah melihat Revan dan Aruna yang sedang makan malam berdua di sebuah restoran romantis yang kebetulan di lewati oleh Anis dan Kevin.

__ADS_1


Sejenak Anis menghentikan langkahnya di balik dinding kaca tepat di depan restoran, ia memperhatikan Revan dan Aruna yang terlihat asyik berbincang dan tertawa, tanpa mereka sadari bahwa Anis berada di sana.


"Kamu terlihat bahagia bersamanya, lalu untuk apa lagi kamu melamar aku, apa ini yang ingin Tuhan beritahukan kepadaku, dengan melihat semuanya, aku akan bisa berpikir dua kali untuk kebahagiaan kita"


gumam Anis yang mengingat kejadian itu


Larut dalam lamunannya, Anis malah teringat pada kedua orang tuanya yang telah lima tahun tidak ia kunjungi, anis lalu menelepon Sakura bosnya, anis mengajukan cuti selama satu minggu sebab ia akan kembali ke Indonesia untuk berjiarah ke makam kedua orang tuanya.


Tanpa di duga Sakura memberinya izin dan mulai besok Anis bisa mengambil cutinya tersebut.


Anis yang mendapatkan izin bergegas merapikan beberapa pakaiannya dan Ringga, sebab karena rasa bahagia bisa kembali lagi ke Indonesia justru membuat Anis semakin tidak dapat memejamkan matanya.


"Ma, pa, besok aku akan kembali bersama cucu kalian" Ucap Anis bahagia


Tiba-tiba saja handphone Anis berdering, terlihat panggilan dari nomer tanpa nama tertera di sana, tentu Anis tidak menggubrisnya, berkali-kali nomer itu menghubunginya, akhirnya dengan terpaksa Anis mengangkat panggilan tersebut.


Ternyata itu adalah Revan, mendengar suara Revan Anis hanya diam membisu, ia sampai melupakan sesuatu, pada saat Revan akan pamit untuk pergi dari apartemennya, revan sempat mengambil paksa handphone Anis untuk mengetahui nomernya yang tidak ingin Anis berikan pada Revan, dan setelah apa yang Anis lihat di restoran malam ini, revan menghubunginya dan menuntut jawaban Anis, apakah Anis akan menikah dengannya atau tidak.


Dalam kebimbangan Anis mengatakan jika dirinya tidak akan pernah mau menikah dengan Revan serta meminta Revan untuk melupakan dirinya, namun Revan yang mengetahui jawaban itu bukan dari hati Anis, malah meminta Anis memikirkan lagi semuanya, revan akan menunggunya sampai Anis siap, dan Revan juga sangat ingin mengetahui bagaimana kehamilan Anis bisa Revan yang menjadi penyebabnya.


Hampir dua jam Revan mengobrol dengan Anis dengan berbagai macam pembahasan yang lumayan tidak penting bagi Anis, tanpa terasa jam telah menunjukkan pukul dua belas lebih, namun Revan sepertinya tidak ingin Anis menyudahi percakapan mereka, hingga akhirnya mereka berdua sama-sama tertidur dengan handphone yang masih dalam panggilan terhubung.


Bersambung....


Like 👍👍👍

__ADS_1


Happy Reading


Terima Kasih


__ADS_2