Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|35.Di Antar Revan


__ADS_3

"Kamu..!!" Ucap Anis


"Ayo, aku antar pulang" Ucap Revan


"Pulang.."


"Iya, memangnya kamu gak mau pulang"


"Aku.." Ucapan Anis langsung di potong oleh Revan


"Udah, gak usah memakai alasan buat menolak, ini sudah larut, pasti tidak ada taxi yang lewat, kalaupun ada, apa kamu bisa menjamin itu taxi beneran" Ujar Revan


"Maksudnya.."


"Ya, kamu sendiri pasti mengetahui jaman sekarang itu berbeda, sekarang siapapun bisa berniat jahat, salah satunya begal yang berkedok seorang supir taxi" Jelas Revan kemudian


"Apa itu juga termasuk kamu.." (batin Anis)


"Jujur saya sebenarnya tidak ingin merepotkan bapak, tapi apa yang baru saja bapak katakan ada benarnya, baiklah saya bersedia bapak mengantar saya, tapi hanya untuk satu kali ini saja" Ucap Anis


"Silahkan, masuk" Ucap Revan sambil membukakan pintu untuk Anis, setelah itu revan pun berjalan memutar dan juga masuk ke dalam mobilnya, menghidupkan mesin, lalu mulai melajukan mobilnya untuk mengantar Anis pulang.


Dalam perjalanan mereka berdua hanya saling diam satu sama lain, tidak ada yang memulai pembicaraan, anis juga hanya memperhatikan jalanan malam yang terlihat di luar jendela, sama sekali ia tidak melihat ke arah Revan yang tengah menyetir di sebelahnya.


Hingga beberapa menit perjalanan sudah mereka tempuh, revan lalu memulai pembicaraan, ia menanyakan akan ke arah mana lagi, sebab di depan akan ada perempatan setelah sejak tadi jalanan tersebut hanya lurus saja ke depan tanpa berbelok, dan setelah akan bertemu perempatan, barulah Revan berbicara pada Anis.


Anis menyebutkan nama apartemennya yang ada di jalan X, mendengar itu Revan sempat kaget, sebab ternyata apartemen yang Revan sewa juga tidak jauh dari apartemen tempat Anis tinggal, namun Revan tidak memberitahukan hal itu pada Anis, revan lantas langsung saja berbelok ke arah kanan dan beberapa saat kemudian mereka berdua sampai ke apartemennya Anis, revan memarkirkan mobilnya dan segera turun membukakan Anis pintu

__ADS_1


"Terima kasih" Ucap Anis ketika ia sudah turun dari mobil Revan


"Anis, boleh aku mengantar kamu sampai ke depan pintu kamar apartemen kamu" Ujar Revan dan Anis hanya diam lalu berkata


"Sebaiknya cukup sampai di sini saja" Jawab Anis singkat


"Baiklah.." Revan berkata demikian sambil melihat Anis berjalan masuk ke dalam apartemen.


Anis sempat melihat lagi ke belakang dan Revan berpura-pura akan kembali masuk ke dalam mobilnya, tapi setelah Anis menghilang dari pandangannya, revan bergegas secepatnya ikut masuk ke dalam apartemen, mencari Anis pergi ke arah mana, revan pun menemukan keberadaan Anis yang bersiap masuk ke dalam lift, setelah Anis masuk ke dalamnya, revan mendekati lift itu lalu menunggunya berhenti di lantai mana, ketika sudah mengetahui berhentinya lift tersebut dimana, kemudian Revan juga masuk ke dalam lift yang satunya menunju lantai itu.


Lift berhenti dan Revan keluar, dengan hati-hati ia melihat kanan-kiri, anis kini terlihat masih berjalan di lorong sebelah kiri, sesuai perkiraannya Anis masih belum masuk ke kamar apartemennya.


Dengan menjaga jarak Revan akhirnya berhasil melihat Anis masuk ke kamar nomer 209.


"Dimana Ringga" Ucap Anis pada Kevin setelah masuk ke dalam apartemen


"Ada di kamar" Ucap Kevin sambil menguap karena masih mengantuk


"Gue baru aja pindah sebab handphone gue bunyi karena Lo, gue gak mau aja bikin Ringga bangun karena suaranya" Jawab Kevin


"Sorry, tidur Lo jadi ke ganggu" Ucap Anis tersenyum karena memang ia sempat menelepon Kevin ketika berada di dalam lift.


"Ya, udah sekarang Lo mau tidur dimana..??" Tanya Kevin


"Gue tidur di kamar gue aja, deh"


"Lo gak mau nemenin Ringga di sini"

__ADS_1


"Gue capek, gue juga harus mandi dan baju gue juga gak ada di sini"


"Ya, sudah besok pagi saja Ringga gue anterin ke kamar Lo, kasihan soalnya kalau di angkat, takut kebangun"


"Ya, udah kalau gitu gue pergi" Anis kembali keluar dari kamar apartemen Kevin dan ia segera menuju ke kamarnya.


Anis telah berada di dalam kamarnya, ia bergegas mandi dan setelah selesai mulai merebahkan tubuhnya, anis tentu saja mengingat kembali tentang Dendra, tiba-tiba air matanya menetes.


Sebenarnya Anis ingin menceritakan pertemuannya dengan Dendra pada Kevin, karena selama ini setiap Anis memiliki masalah, hanya Kevin yang dapat memahaminya dengan memberikan Anis semangat.


Kevin sangat baik, bahkan beberapa kali sempat ingin melamar Anis, tapi setiap kali Anis ingin menjawab, kevin akan lebih dulu mengatakan jika lamarannya hanya candaan semata agar jika suatu hari nanti ada yang serius benar-benar ingin Kevin lamar atau ada yang mengatakan hal tersebut pada Anis, dirinya dan anis tidak gugup, lebih tepatnya seperti latihan melamar.


Tapi, terlepas dari kata latihan melamar yang terdengar sedikit masuk akal itu, anis memang memiliki rasa sayang pada Kevin sebagai seorang sahabat, tapi mungkin bisa lebih suatu hari nanti.


Skip.


Saat ini Revan telah berada di apartemennya sendiri yang hanya berjarak dua gedung dari gedung apartemen Anis.


Revan yang baru saja sampai segera membersihkan dirinya dengan mandi air panas, selesai mandi Revan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang hanya dengan memakai celana pendek dan bertelanjang dada.


Revan kembali mengingat Anis, ia berencana untuk datang ke apartemen Anis lain kali, sebab tadi sewaktu Revan telah mengetahui nomer kamar Anis, revan langsung pergi begitu saja, meski sebenarnya Revan ingin mampir, tapi mengingat sudah larut malam, niat itu Revan urungkan.


Bersambung....


**Hai, para readerku, ada yang bisa tebak gak Anis akhirnya akan sama siapa, apakah Revan (Dendra), Arsya (Delvind), atau Kevin.


Tapi, kalian juga bisa beri saran, maunya kalian si Anis, author jadiin sama siapa.

__ADS_1


Jangan lupa klik 👍👍👍 nya, karena kalau author bilang angkat, kan, gak keliatan.


Terima kasih banyak atas kunjungannya di PCS**.


__ADS_2