
"Sah...??" Ucap bapak penghulu
"Sah..." Ucap para saksi berserta yang lainnya
Kini kedua insan yang melewati perjalanan cinta selama bertahun-tahun telah di persatukan oleh ikatan suci cinta mereka, anis dan Kevin sangat terlihat bahagia hari ini, dan berharap hari-hari berikutnya yang nantinya akan berlalu juga berjalan sesuai harapan cinta mereka.
"Selamat ya, my besti" Ucap Novi sambil memeluk ketika menghampiri Anis
"Terima kasih, nov" Anis menyambut pelukan hangat sahabatnya
"Selamat buat kalian" Ucap Revan menyalami Kevin dan Anis bergantian
Kegiatan memberi ucapan selamat ini pun di susul oleh Haviez dan Arsya serta para tamu undangan yang sangat antusias mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan mereka.Kedua orang tua Anis sangat bersyukur karena Anis telah menemukan pendamping hidupnya, semua orang yang hadir pun turut merasakan kebahagiaan itu.
Sekitar jam sembilan malam acara yang di gelar pun selesai, anis dan Kevin saat ini sedang berada di dalam kamar mereka, anis baru saja menyelesaikan ritual mandinya ketika Kevin terbangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun, sayang" Ucap Anis menyapa Kevin sambil berjalan menuju meja rias
"Kenapa aku tidak di bangunkan...??" Tanya Kevin yang terlihat memanyunkan bibirnya
"Kamu tidurnya sangat pulas, pasti kecapean, jadi untuk apa di bangunkan" Anis melihat wajah suaminya dari pantulan cermin di depannya
"Ini tidak adil, sayang" Kevin bangkit dari tempat tidur memeluk Anis dari belakang
"Tidak adil...!!!" Anis terlihat bingung
"Tidak adil karena suami kamu ini tidak dapat bermanja-manja dengan mu di bathtub" Kevin tersenyum nakal sembari mengecup puncak kepala Anis yang kini keduanya bisa sama-sama melihat diri mereka dari pantulan cermin
__ADS_1
"Kamu..." Anis tersipu
Kevin terus saja memeluk Anis dan mulai menciumi pundaknya tanpa henti seolah terhipnotis oleh aroma tubuh istrinya itu.
"Lain kali boleh juga kita berdua main air bersama" Kevin mengendong Anis dan membaringkannya ke tempat tidur
Kevin mulai menciumi Anis dari kaki hingga ke atas dan ketika tepat ingin mencumbunya, anis malah menghindar dengan tersenyum meledek sebab Kevin tidak bisa mencium bibirnya, anis pun mengatakan pada Kevin jika ingin melakukan semuanya malam ini, kevin harus terlebih dahulu membersihkan diri agar terlihat lebih segar, kevin pun tidak mau mengalah begitu saja, anis yang terlihat akan melarikan diri keluar kamar secepatnya di tarik dan di gendong lagi oleh Kevin, kali ini tidak menuju tempat tidur melainkan kamar mandi, anis tentunya mulai sedikit menggeliat dalam gendongan Kevin sebab tidak ingin di ajak masuk kembali ke dalam kamar mandi, namun tentu saja ia tidak akan di lepaskan oleh Kevin, kevin membawanya masuk dan dengan sebelah tangan langsung memutar kran shower, kevin dan Anis yang masih dalam gendongannya pun seketika basah kuyup.
Anis jadi harus memenuhi keinginan Kevin untuk menemaninya mandi, dan mereka pun melakukan malam pertama pernikahan mereka berdua.
Skip
"Selamat pagi... Sayang" Ucap Kevin ketika Anis perlahan membuka matanya
Anis memicingkan mata ketika sinar matahari masuk melalui jendela yang sudah di buka oleh Kevin membuatnya silau.
Setelah beberapa saat Anis terlihat sudah turun dan ikut bergabung bersama kedua orang tuanya untuk sarapan pagi, tidak lama terlihat pula Kevin ikut bergabung dengan penampilan yang sangat tapi, ia mengenakan setelan jas.
"Selamat pagi...Pa, ma" Sapa Kevin pada kedua mertuanya
"Selamat pagi juga, kamu sudah siap, vin" Balas tuan Mahendra
" Sudah dong, pa" Jawab Kevin
"Memangnya Papa mau mengajak Kevin kemana...??" Tanya Anis penasaran
"Papa memang belum cerita ke kamu, nis, hari ini rencananya Papa akan menempatkan Kevin untuk bekerja sebagai direktur utama di perusahaan kita, dan Papa sudah memikirkannya secara matang, lagipula memang harus demikian, sebab Papa tidak mungkin menghendle semuanya sendirian, papa jelas membutuhkan bantuan Kevin"
__ADS_1
Ucap tuan Mahendra santai
" Apa...!!" Anis terlihat terkejut, namun ia langsung mengucapkan selamat untuk suaminya dengan tersenyum manis
"Terima kasih, pa" Ucap Anis kemudian pada Papanya
"Mama sebenarnya yang mengusulkan itu pada Papa, papa sudah tua sudah saatnya pensiun, dan membiarkan kalian sebagai anak yang melanjutkan tugas Papa" Ucap nyonya Bilqis
" Itu benar sekali, meskipun awalnya Kevin menolak, tapi Papa sangat berharap ini dari dia, dan Papa sangat yakin Kevin mampu" Tuan Mahendra menatap menantunya
"Sekali lagi terima kasih, pa, sudah mempercayai saya, tapi saya masih tetap membutuhkan bimbingan Papa" Kevin tersenyum melihat Papa mertuanya
Sebenarnya Kevin telah menolak pekerjaan barunya ini, namun ia kemudian berpikir bahwa semua keputusan yang di ambilnya harus di pikirkan matang-matang, karena saat ini ia tidak lagi hidup sendirian (single), melainkan telah memiliki seorang istri, tentu ia harus memikirkan juga masa depan mereka akan seperti apa, jika Kevin memulai semuanya dari nol, ia pasti akan bisa tanpa bantuan siapapun termasuk Papa mertuanya, lagi pula ia sudah terbiasa hidup mandiri dan dia bukan tipe pria yang menginginkan materi dari keluarga Anis, tapi kali ini Papa mertuanya itu seolah tidak ingin Kevin menolak, cukup putri tunggalnya saja yang menolak untuk mengurus perusahaannya, ia tidak ingin Kevin menolaknya juga, bagaimana nanti nasib perusahaan dan para karyawan yang menggantungkan hidup mereka pada perusahaannya, maka dari itu mau tidak mau Kevin menerima pekerjaan barunya tersebut.
Dan semua ini sudah di bicarakan oleh tuan Mahendra dari sebelum Kevin resmi menjadi menantunya, jadi ketika Kevin telah resmi menjadi bagian dari keluarganya, kevin sama sekali tidak terkejut langsung di minta bekerja di hari kedua pernikahannya dengan Anis.
"Ini bukan hanya tentang aku, tapi juga Anis, dan bayi kami nantinya, jika kami masih di berikan kesempatan sekali lagi oleh Sang Maha Pencipta untuk merawat seorang anak" (batin Kevin)
Anis melihat ke arah Papanya, yang dimana tatapannya di salah artikan oleh tuan Mahendra, ia mengira tatapan putrinya seolah berkata, haruskah Kevin langsung bekerja dan tidak di berikan cuti untuk berbulan madu.
Di tatap demikian Tuan Mahendra dengan cepat langsung mengatakan pada Anis, jika hari ini saja Kevin di bawa ke kantor untuk di perkenalkan sebagai direktur utama, dan besok mereka bisa kembali berbulan madu kemanapun tempat yang ingin mereka kunjungi.
Raut wajah Anis terlihat kaget, ia pun menyadari bahwa Papanya salah menanggapi tatapannya.
Tapi, berbeda dengan Kevin, ia langsung menyetujui untuk bekerja satu hari ini dan besok ia pasti akan membawa Anis pergi ke suatu tempat yang indah, namun Kevin tentunya merahasiakan tempat tersebut dari Anis dan kedua mertuanya.
Selesai
__ADS_1