
Saat ini Revan sudah pulang dari kantornya, revan yang merasa kelelahan segera membersihkan diri, setelah selesai Revan rebahan di kasur empuknya, tiba-tiba handphone-nya berdering, revan melihat handphone tersebut, tertera nama Aruna di sana, memang sejak pulang dari London beberapa hari lalu, aruna jadi dekat dengannya, bahkan Aruna juga telah mengenal kedua orang tua Revan ketika tanpa sengaja kemarin Aruna yang membawakan makan siang ke kantor Revan bertemu dengan kedua orang tuanya di sana, papa Revan yang tahu asal-usul Aruna yang merupakan anak pembisnis nomer satu di Inggris tentunya merestui hubungan mereka jika nantinya Revan ingin menjalin hubungan serius dengan Aruna, mama revan pun juga demikian, bukan karena melihat siapa Aruna tetapi bagi mereka kebahagiaan Revan yang paling penting dari apapun, meski sekalipun Aruna bukan anak orang kaya mereka akan tetap merestuinya selama anak tunggal mereka bisa bahagia.
Dalam pembicaraan telepon itu, aruna meminta Revan untuk menemaninya pergi ke salah satu acara ulang tahun temannya, aruna sangat tidak menyangka Revan akan menerima ajakannya padahal Aruna sempat pesimis bahwa Revan mau menemaninya untuk pergi.
Setelah telepon tersebut mati, revan bangkit dari tidurnya, memilih beberapa kemeja untuk di pakai, ia pun berdiri di depan cermin sambil melihat penampilan dengan berbagai jenis kemeja, untuk pertama kalinya Revan melakukan hal ini lagi setelah sekian lama.
Akhirnya Revan menemukan sebuah kemeja yang cocok untuknya malam ini, revan segera memakainya dan ketika dirinya memakai pakaian, tiba-tiba ada bayangan seseorang muncul di cermin, revan melihat hal itu tapi tidak terlalu memperdulikannya.
Skip.
Akhirnya Revan dan Aruna sampai di tempat acara setelah sebelumnya Revan menjemput Aruna beberapa menit lalu, di sana Aruna bertemu dengan teman-temannya yang kaget melihat Aruna datang bersama seorang laki-laki.
"Cieee...yang sudah punya pacar"
"Apa_an sih" Ucap Aruna tersipu
"Ini tuh Revan teman gue, van kenalin teman-teman gue"
"Hai...Revan" Ucap Revan
Revan menyalami mereka semua satu persatu dan semua teman-teman Aruna menyebutkan nama mereka, di tengah acara Revan pamit pada Aruna pergi ke toilet, keluar dari toilet Revan tanpa sengaja mendengar percakapan dua orang laki-laki.
Dua orang tersebut sedang membicarakan temannya yang rela menikahi wanita hamil meskipun temannya tersebut bukanlah orang yang menghamilinya.
Saat mendengar hal tersebut, revan teringat seseorang, tapi Revan secepatnya menghilangkan ingatannya itu.
"Mungkinkah...Aaarrrgghhh...lupain Revan...lupain, mana mungkin..., dia bukan Alora, jelas-jelas itu di depan mata Lo"
(Revan bergulat dengan hatinya)
Sementara itu, aruna tengah mencari keberadaan Revan yang tidak kembali,
aruna melihat Revan sedang menyendiri, aruna pun mendekatinya.
__ADS_1
"Ternyata Lo di sini" Ucap Aruna mengejutkan Revan
"Apakah acaranya sudah selesai...??" Tanya Revan
"Sudah, sekarang kita bisa pulang" Jawab Aruna
"Kebetulan sekali, gue udah gak nyaman di sini" Ujar Revan
"Ayo kita pergi"
Aruna menarik tangan Revan meninggalkan tempat itu, padahal sebenarnya acara tersebut belum selesai, di dalam perjalanan Aruna mengirimkan pesan pada temannya yang berulang tahun.
💌 "Tiba-tiba gue gak enak badan, gue pamit balik dulu ya"@Aruna
Sesampainya di rumah Aruna langsung turun dari mobil Revan dan Revan segera pamit untuk pulang ke rumah tanpa sempat mampir terlebih dahulu.
Saat ini pikiran Revan sangat kacau mengingat setiap hal yang terjadi, kilasan kisah yang terjadi tujuh bulan lalu terus menerus terbayang di pikirannya, membuatnya semakin bingung harus bagaimana.
Sampai akhirnya kilasan itu berhenti bersama dengan Revan yang tertidur di sofa ruang tamu rumahnya.
Indonesia
📞 "Jadi dia belum bisa di temukan"
📞 "Belum bos"
📞 "Bagaimana di negara yang lainnya"
📞 "Tidak ada juga bos"
📞 "Pokoknya temukan dia, kelilingi semua negara di dunia ini, jika perlu sampai kutub Utara sekalipun"
📞 "Baik bos"
__ADS_1
Begitulah percakapan Arsya dengan orang suruhannya, orang itu ia tugaskan untuk mencari keberadaan Anis, arsya sangat ingin bertemu dengannya tetapi tidak ada satupun dari orang suruhannya yang masing-masing di sebarkan di tiap negara lain bisa menemukan keberadaan Anis.
"Sampai segitunya Lo nyari sahabat gue" Ucap Novi yang mendengar obrolan Arsya barusan
"Sejak kapan Lo ada di sini dan suka menguping pembicaraan orang" Ucap Arsya
"Sejak Lo selalu mikirin sahabat gue, makanya hobi gue jadi bertambah, yaitu menjadi pendengar yang baik, bukannya tukang menguping"
ucap Novi sedikit cemberut
"Oh...ya, maaf deh kalau gitu, lo ke sini ada tujuan, kan, ada apa...??"
"Gue cuma mau ngasi dokumen ini ke Lo, gue udah ketuk pintu tapi Lo gak dengar, ya, jadinya gue masuk aja"
"Tapi ini hari Minggu, kantor libur, kenapa Lo capek-capek ke sini, kan, bisa besok di kantor"
"Maaf kalau gue mengganggu Lo yang lagi sibuk" Novi melangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerja Arsya
"Tunggu"
"Apalagi Arsya"
"Bisa temenin gue hari ini"
"Deg..."
Jantung Novi berdetak, memang ini bukan pertama kalinya Arsya mengajaknya untuk pergi bersama, tapi memang setiap kali pergi dengan Arsya di sampingnya, jantung Novi selalu bertabuh seperti genderang perang.
Dalamnya hati Novi sangat bahagia meskipun Arsya tidak pernah bisa peka dan melihat ketulusan hatinya, tentu Novi memaklumi hal itu serta berharap suatu hari nanti Arsya bisa mencintai dirinya.
Saat ini Arsya dan Novi tengah menghabiskan waktu bersama di tepi pantai, sungguh sangat indah melihat sunset di tepi pantai ketika Minggu sore berlangsung dan Novi menikmati pemandangan itu bersama sang pujaan hati, meskipun orang itu tidak menyadarinya.
Bersambung...
__ADS_1
Buat Yang Sudah Berkenan Mampir Ke Sini
Terima Kasih