
Mahendra dan sang istri yang sekarang sudah sadar sangat bersyukur karena masih hidup, tidak mengalami luka serius mengingat mereka melompat dari mobil ke tepian jurang.
Seminggu setelahnya mereka yang sembuh datang menemui sang penolong serta mengucapkan terima kasih padanya.
Tukang sayur menceritakan bagaimana ia menyelamatkan Mahendra, ketika itu ia serta seorang anak buahnya lewat di tempat kejadian berniat pulang ke rumah setelah mengantarkan sayur pesanan para pelanggan mereka.
Tanpa sengaja ia yang berkendara dengan pelan dan santai mendengar suara orang meminta pertolongan, ia lalu menghentikan mobil pick-up miliknya dan mencari sumber suara, ternyata itu berasal dari tepian jurang yang tidak dalam, segera ia turun sendirian menggunakan tali dan setelah sampai di bawah, mahendra dan sang istri sudah tidak sadarkan diri, mereka tiba-tiba saja jatuh pingsan, ia lalu mengikat tubuh Mahendra dan menyuruh anak buahnya menariknya ke atas, hal yang sama di lakukan pula pada istri Mahendra.
Setelah itu, ia pun membawa Mahendra beserta sang istri ke rumah sakit kecil di daerah D, tempat tukang sayur itu tinggal.
Sebulan berlalu, Mahendra dan istrinya bekerja di perkebunan sayur milik sang penyelamat dan mendapatkan tempat tinggal sederhana di sana, ia pun terkadang ikut serta mengantarkan sayur pesanan para pelanggan si penyelamat.
Hingga Mahendra melihat sebuah surat kabar tentang dirinya yang di nyatakan telah meninggal dunia bersama sang istri serta anak mereka Annisa Praditya Belva, padahal berita tersebut tidak benar, putri tunggalnya tidak pernah ikut pergi dengan mereka, ia pun lantas memutuskan untuk tetap tinggal di daerah D bersama istrinya sambil terus menyelidiki semuanya.
Dari uang penghasilan Mahendra dan sang istri yang di tabung serta beberapa uang cash yang tersisa di dompetnya pasca kecelakaan, ia lalu membeli sebuah motor, motor yang menciptakan pertemuan pertamanya dengan Arsya, yang bahkan sempat di ganti oleh Arsya dan saat ini sang istri sudah menjadi tukang sayur keliling, sementara Mahendra justru bekerja di proyek Arsya dan bertemu Novi.
Flashback Off
Novi dan Arsya mendengarkan semua cerita Mahendra dan sore itu juga mereka menemui istri Mahendra, nyonya Bilqis.
Pertemuan itu membuat Novi sempat kaku untuk menceritakan tentang Anis, namun Novi tetap menceritakan segalanya, tentu saja tidak dengan kehamilan Anis yang sampai sekarang masih di rahasiakan oleh Anis serta Arsya darinya.
__ADS_1
Perihal Anis yang menghilang dari rumah serta pengkhianatan adik kandung Mahendra yaitu Bara Iqbal Maula Belva rupanya juga telah di ketahui Mahendra dan sang istri.
Namun untuk kembali mengambil alih semuanya dari tangan Bara, mahendra tidak ingin mengambil resiko, sebab takut jika selama ini Anis yang menghilang justru sebenarnya di sekap oleh Bara dan akan di gunakan sewaktu-waktu untuk menekannya jika Mahendra muncul kembali.
Tapi setelah mendengarkan semua cerita Novi dan Arsya yang memberitahukan Anis berada dimana, mahendra dan Bilqis sangat lega mendengarnya, putri tunggal mereka dalam keadaan baik-baik saja.
Dan hal tidak terduga hari ini terjadi, anis justru menghubungi Arsya yang waktu itu bertukar nomer handphone dengannya, anis meminta nomer handphone Novi, tapi Arsya menolak memberitahu Anis dan malah mengatakan jika ia dan Novi akan lama di daerah D, untuk itu sebaiknya Anis menyusul mereka, memberikan kejutan langsung pada Novi sekaligus berlibur ke daerah D.
Mau tidak mau Anis memenuhi permintaan Arsya, dan kini perjalanan Anis tinggal beberapa menit lagi ke tempat Arsya, arsya mengetahui itu karena baru saja mengirimkan pesan pada Anis menanyakan Anis sudah sampai dimana.
Skip.
Mungkin itu kata yang saat ini menggambarkan kebahagiaan Anis yang bisa melihat kedua orang tuanya yang masih hidup.
Tidak pernah terpikirkan oleh Anis jika mereka masih hidup dan perjalanan ke lokasi yang Arsya berikan padanya, justru menuntun langkah kakinya berhadapan dengan mereka setelah lima tahun lamanya, dengan iringan air mata mereka bertiga saling melepas kerinduan, dan saat kedua orang tuanya melihat Kevin dan Ringga, mahendra langsung bertanya siapa mereka.
Rasa kaku seketika memenuhi hati Anis kala kedua orang tuanya yang sudah selesai saling melepas kerinduan bertanya tentang Kevin dan Ringga, yang memang belum di ceritakan oleh Arsya pada Novi dan kedua orang tuanya.
Dengan tegar Anis memberitahukan bahwa Ringga adalah cucu mereka, tanpa di duga mereka berdua langsung memeluk Ringga secara bergantian, begitu pula dengan Kevin.
"Terima kasih telah menjaga Anis selama ini" Ucap Mahendra
__ADS_1
"Ternyata menantu dan cucu kita ganteng sekali, ya, pa" Ucap nyonya Bilqis membuat semua yang mendengar terkejut
"Saya Bu.." Ucapan Kevin di potong Anis
"Vin, ini minum dulu, kamu pasti haus, kan" Anis langsung menyodorkan secangkir teh untuk Kevin
"Anis.." Kevin melotot padanya
"Belum saatnya, berikan gue waktu untuk mengatakan yang sebenarnya" Anis berbisik pada Kevin
Sedangkan Arsya hanya bisa diam melihat semuanya, dan Novi yang memang tidak mengetahuinya apapun bingung dengan semuanya, ia bertanya-tanya sejak kapan Anis menikah dan memiliki anak, hal hasil Novi tersadar jika Arsya ikut menyembunyikan semua itu darinya.
Novi pun mengirim pesan untuk Arsya tentang Ringga dan Kevin, padahal saat ini Arsya masih berada di sana, tapi Arsya hanya membalas pesan Novi dengan mengatakan jika yang saat ini sedang Novi lihat bukanlah kenyataannya dan menyarankan agar Novi menanyakan pada Anis seperti apa kenyataan yang sebenarnya itu.
Novi tidak membalas pesan Arsya sebab akan menanyakan hal itu langsung pada Anis seperti saran yang di berikan oleh Arsya padanya.
Kevin sendiri sebenarnya bahagia jika di anggap menantu oleh kedua orang tua Anis, meskipun itu tidak pernah terjadi, kevin bukanlah menantu mereka.
Kevin hanya memberi Anis waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya.
Bersambung...
__ADS_1