Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|46.Bersinar Seperti Semula


__ADS_3

"Darimana kamu.." Ucapan Bara terpotong dengan wajahnya dan sang istri yang terlihat ketakutan


"Mengetahuinya, maksud paman..??" Novi mencoba berpura-pura tersenyum licik


"What.., apa perkataan gue barusan itu benar, padahal gue cuma asal bicara, tapi kenapa wajah mereka seketika berubah seperti ketakutan"


(batin Novi)


"Kamu pasti sedang mengada-ada, kami tidak pernah melakukan hal itu pada Anis, untuk apa sampai membunuhnya, jika segalanya bisa kami miliki tanpa harus melakukan hal itu" Ucap Shintia berkilah


"Bibi sangat pandai berkelit rupanya" Novi bertepuk tangan, ia tidak mau kalah dan ketahuan berbohong kemudian berkata lagi


"Coba kalian lihat ini dulu" Tiba-tiba saja muncul ide di pikiran Novi menunjukkan foto Anis dan tanpa sengaja juga ada Kevin di dalamnya, bara serta Shintia yang melihat foto itu semakin ketakutan dan panik


"Kenapa mereka berdua jadi terlihat panik begitu, apa jangan-jangan ini semua adalah benar..??" (Novi berkata dalam hatinya)


"Paman dan bibi sangat terkejut melihat fotonya Anis, terutama laki-laki yang sedang bersamanya" Novi kembali menelisik rona wajah keduanya


"Kamu bilang ke sini hanya untuk mengenang Anis, jika sudah selesai silahkan..sebaiknya kamu pergi" Ucap Bara mulai gugup karena merasa semakin terpojok


"Tapi sejujurnya saya ke sini untuk memberikan dua kejutan kepada paman Bara dan bibi Shintia, pertama tentang pembunuhan berbayar terhadap Anis dan yang kedua...Om, tante, silahkan keluar" Teriak Novi pada akhir ucapannya yang memanggil Mahendra dan istrinya untuk segera keluar dari persembunyian mereka, mata Bara dan Shintia seketika terbelalak melihat Mahendra serta Bilqis datang dari arah kamar Anis


"Kalian ma..ma..masih hidup" Ucap Bara dan Shintia bersamaan sambil terbata dengan wajah pucat ketakutan

__ADS_1


"Iya, apa kamu kira abang kandung kamu ini sudah binasa" Ucap Mahendra dengan raut wajah marah


"Kami sudah mengetahui semuanya, sekarang sebaiknya kalian segera berkemas, sebab sebentar lagi polisi akan menjemput kalian" Ucap nyonya Bilqis


"Maafkan saya bang Mahen, jangan masukkan kami berdua ke penjara" Bara berlutut mulai memelas di ikuti oleh Shintia


"Maafkan kami, saya mohon" Ucap Shintia yang juga berlutut


"Tidak ada kata ampun untuk kalian" Ucap Mahendra


"Kalian sudah terlambat untuk meminta hal itu dari kami, kalian harus menerima ganjaran setimpal atas perbuatan kalian sendiri" Ucap nyonya Bilqis pula


"Kami menyesal, bang" Ucap Bara


Bara dan Shintia terus menerus memohon pengampunan sedangkan Novi sendiri yang sudah selesai dengan tugasnya tadi dan tidak ingin melihat drama di antara mereka, memutuskan untuk pergi ke area samping rumah Anis, ia masih saja memikirkan jebakan yang di lakukan olehnya tadi, semua yang di ucapkannya hanya untuk berbasa-basi secara asal-asalan, namun cukup membuat bara terkejut dan ketakutan, apalagi ketika dirinya yang salah menunjukkan foto Anis.


Ya, novi sebenarnya salah menunjukkan foto dari handphonenya, ia malah memperlihatkan foto Anis yang sedang bersama Kevin waktu di daerah D.


Maksud ide Novi awalnya ingin memberitahukan jika Anis masih hidup, maka dari itulah dirinya mengetahui jika paman Bara dan bibi Shintia membayar orang untuk membunuh Anis, tapi paman Bara dan bibi Shintia justru salah mengartikan karena ada Kevin dalam foto tersebut.


Novi pun mulai curiga jika apa yang tadi ia bahas bersama paman Bara dan bibi Shintia itu adalah kenyataan, dan semua itu berhubungan dengan Kevin.


"Kevin bukan sekedar temannya Dendra, tapi juga teman paman Bara, tapi apa itu mungkin.." Gumam Novi sembari mondar mandir ke sana sini di area itu

__ADS_1


Novi lantas berniat mencaritahu kebenaran apa, yang ada antara Kevin dan paman Bara, apa hubungan mereka sebenarnya.


Sementara itu, setelah menunggu beberapa saat dengan di bumbui berbagai drama yang di perankan oleh Bara dan Shintia demi sebuah permintaan maaf serta pengampunan dari Mahendra dan istrinya, polisi pun datang dan menangkap mereka berdua.


Mahendra, bilqis, dan Novi juga ikut serta untuk di minta keterangan.


Skip.


Sekarang semua sudah selesai, mahendra dan istrinya kini sudah kembali ke rumah mereka dengan acara penyambutan yang sangat meriah dari semua pelayan mereka, pak Man beserta yang lainnya memang merencanakan dan mempersiapkan acara itu ketika majikan mereka ikut pergi ke kantor polisi.


Mahendra bersyukur walaupun sedikit sedih, adiknya yang serakah akan harta telah mendapatkan ganjaran setimpal.


Mereka berdua hanya tinggal menunggu kedatangan Anis yang masih menyelesaikan tugasnya, meskipun Mahendra sempat menawarkan Anis membatalkan kontrak kerjanya dengan uang kompensasi ganti rugi kontrak yang akan di bayar oleh Mahendra, namun Anis menolak hal itu dengan alasan yang cukup masuk akal.


Dengan berat hati Mahendra mengabulkan permintaan putrinya yang tetap ingin berada di luar negeri.


Hari-hari Mahendra pun kini kembali normal seperti sebelumnya, ia kembali menduduki jabatan yang sempat di tinggalkan yaitu sebagai presiden direktur perusahaan XX di kota Bandung tersebut, mahendra juga melakukan konferensi pers untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya dan sang istri yang di khianati oleh adik sendiri, dalam konferensi itu pula ia memberitahukan bahwa Anis masih hidup dan berada di suatu tempat yang tidak dapat ia sebutkan.


Berita besar tentang kembalinya Mahendra dan istrinya dengan cepat tersebar kemana-mana, semua media massa tidak mau ketinggalan sedikitpun atas berita terbaru itu, hingga menjadi trending topik di berbagai acara televisi dan media sosial.


Arsya yang sudah melihat berita konferensi pers pun ikut bahagia melihat semua kekacauan dan berbagai cobaan dalam perjalanan hidup Anis serta keluarganya mulai menapaki jalan kehidupan yang bahagia.


"Anis perlahan kehidupanmu kembali seperti semula, semoga pada akhirnya nanti kamu akan bahagia meski tidak denganku" Ucap Arsya sambil terus melihat foto Anis di layar handphonenya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2