Perjalanan Cinta Segitiga

Perjalanan Cinta Segitiga
Eps|37.Pertemuan Kedua Revan Dan Ringga


__ADS_3

"Anis tidak tinggal sama, lo" Ujar Revan ketika mereka berdua berjalan menuju kamar Anis


"Ya, enggak lah, lo gak liat ruangan kamar gue cuma ada satu, lagian gue sama Anis belum.." Kevin tidak melanjutkan kalimatnya


"Belum, apa"


"Nanti juga Lo tahu" Ucap Kevin berhenti di salah satu kamar


Sampai di depan pintu Kevin langsung memencet bel, sementara Revan malah memperhatikan nomer kamar itu berbeda dari kamar Kevin, itu artinya Revan kemarin salah kamar, pantas saja dia menemukan Kevin bukannya Anis di kamar nomer 209.


"Tapi anak kecil itu siapa, apa dia bukan anaknya Anis" (batin Revan)


Pintu terbuka dan Anis langsung terkejut melihat siapa orang yang datang, hari ini kebetulan adalah salah satu hari cuti Anis dari dua hari cuti dalam satu pekan yang di berikan oleh bosnya.


Dua hari cuti dalam satu pekan itu tentu di manfaatkan oleh Anis untuk mengurus Ringga, satu hari penuh Anis memberikan waktu untuk Ringga tanpa bantuan dari suster pengasuh bahkan Kevin sekalipun.


Saat ini, anis terkejut bukan hanya karena Kevin yang tidak menepati janjinya dan juga bukan karena melihat Revan yang kedua kalinya tapi ini juga berarti mempertemukan Revan untuk pertama kalinya dengan Ringga, anis tidak mengetahui jika kemarin mereka sudah bertemu di rumah Kevin, sebab, baik Kevin maupun Anis sama-sama belum menceritakan pertemuan pertama mereka dengan Revan.


"Gue kira Lo tidak ada" Ucap Kevin pada Anis yang masih terlihat terkejut


"Hai.." Ucap Revan seolah memecah ketegangan di antara mereka


"Silahkan, masuk" Ujar Anis tanpa menjawab ucapan Revan


"Selamat pagi paman Kevin" Sapa Ringga yang keluar dari kamarnya dan membuat Revan kaget ketika melihatnya lagi


"Pagi Ringga sayang" Balas Kevin pada Ringga


"Ringga, ayo sarapan dulu, kalian juga boleh ikut gabung, kok" Ucap Anis pada anaknya sekaligus menawari Kevin dan Revan makan


"Ternyata dia benar anaknya Anis" (batin Revan)

__ADS_1


"Ayo, paman, ringga tahu paman pasti laper, seperti biasa kita sarapan bersama" Ringga menarik paksa lengan Kevin dan tanpa sadar Ringga juga memegang tangan Revan, hal itu membuat Revan merasakan sesuatu yang berbeda


"Ringga, kenalin ini teman paman, namanya paman Revan" Ucap Kevin ketika mereka sudah duduk di meja makan


"Aku Ringga" Ringga memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan pada Revan


"Saya paman Revan, temannya paman Kevin" Ucap Revan menerima uluran tangan dari Ringga dan lagi-lagi ia merasakan sesuatu


"Mama, gak kenalan sama paman Revan" Ucap Ringga pada Anis


"Mama sudah kenalan, tadi" Ucap Anis tanpa ekspresi


Sebenarnya ada perasaan yang Anis sendiri tidak mengerti apa itu, pada saat Ringga memanggil Revan dengan sebutan paman, tapi saat ini panggilan paman mungkin lebih baik daripada Papa, sebab Anis masih tidak ingin Revan mengetahui siapa Ringga yang dulu pernah tidak di anggapnya.


Berpacu dengan pikirannya yang saat ini tidak menentu Anis lantas mengambil roti lalu mengoleskan selai coklat kacang kesukaan Ringga, dan juga selai strawberry kesukaan Kevin, setelah selesai Anis memberikan roti tersebut pada piring mereka masing-masing dan tanpa sadar Anis justru memberikan Revan roti dengan selai coklat kacang di piringnya bukan pada Ringga, sebab posisi Revan tepat berada di sebelah Ringga.


"Kamu masih ingat.." Ucapan Revan seketika membuat Anis kaget dan langsung melihat bahwa roti tersebut berada di piring Revan


"Mama, itu, kan, punya aku" Ucap Ringga yang melihat Anis memberikan rotinya pada Revan


"Tapi harus dua, ya"


"Iya, sayang"


"Terima kasih" Ucap Revan yang tidak di tanggapi oleh Anis


Sebenarnya Anis tidak ingin memberikan Revan roti itu, karena Anis akan bertanya terlebih dahulu roti dengan selai apa yang Revan inginkan, meski Anis mengetahui jika selai coklat kacang adalah kesukaan Revan, tapi Anis berpikir mungkin saja Revan sudah merubah selai favoritnya itu.


Namun kenyataannya Revan masih menyukainya dan itu sama seperti Ringga yang sangat menyukai roti dengan selai coklat kacang.


"Sepertinya gue harus ninggalin mereka berdua biar ada waktu untuk membicarakan semuanya" (batin kevin yang lagi-lagi hanya melihat kejutekan Anis pada Revan)

__ADS_1


"Ringga, kamu mau ikut paman Kevin, gak..??" Tanya Kevin


"Kemana, paman" Ucap Ringga antusias


"Paman mau pergi berbelanja, karena kebetulan isi kulkas paman sudah habis" Ujar Kevin


"Ma, apa aku boleh ikut paman Kevin..??" Tanya Ringga pada Anis


"Boleh, sayang, tapi sarapannya harus di habiskan dulu" Anis memberikan izin


"Makasi, ya, gue gak akan bawa Ringga jauh-jauh, kok, cuma di supermarket yang ada di ujung jalan, tempat biasa Lo belanja bulanan" Ucap Kevin kemudian


Beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan, kevin dan Ringga segera bersiap-siap, tapi ketika mereka berdua akan pergi, revan justru ingin ikut serta bersama Kevin dan Ringga, namun hal tidak terduga terjadi, ringga menolak Revan untuk ikut bersama mereka, ringga hanya ingin pergi berdua dengan Kevin sedangkan Revan di minta oleh Ringga untuk menjaga Mamanya di rumah.


Anis, kevin, dan Revan tentu saja terkejut dengan permintaan Ringga, dengan penuh perhatian Revan mengatakan padanya akan menyanggupi permintaan Ringga.


"Oke, jika itu keinginan Ringga, paman akan tetap di sini menjaga Mama kamu" Ucap Revan


"Thank you uncle" Ucap Ringga kemudian pergi bersama Kevin


💌 @Kevin : "ini kesempatan Lo bicara berdua sama Anis"


Pesan masuk dari Kevin untuk Revan muncul di aplikasi hijaunya, revan pun menyadari jika Kevin sengaja mengajak Ringga pergi hanya untuk memberikan waktu untuknya dan Anis.


Revan membalas pesan singkat itu dengan ucapan terima kasih.


"Kamu, apa kabar" Ucap Revan memulai pembicaraan dengan Anis, tidak lama setelah membalas pesan dari Kevin


"Seperti yang kamu lihat" Ucap Anis dingin


"Ternyata masih tetap sama, masih suka jutek" Balas Revan

__ADS_1


"Aku sudah berbeda.." Ujar Anis


Bersambung....


__ADS_2