
Anggapun mengembalikan daftar nama grub Aril lalu pergi menuju keperpustakaan . Setelah sampai perpus, Angga langsung menghampiri Sita.
"ada apa kok kamu di panggil dekan?"
"emm itu besok ada acara camping dan
aku di suruh jadi ketua regu dan yang
bikin aku kesal aku harus kerja sama
sama si Aril karna dia juga ketua regu !"
"ha , Aril jadi ketua ?"
"iya , bahkan kamu di masukin ke
grubnya"
"kenapa gak kamu masukin ke grubmu
aja sih ?"
"tadinya juga aku mikir gitu kamu tak
masukin grubku tapi Aril udah bikin data
duluan ".
"oh gitu , sebenarnya males banget aku
satu grub Ama dia"!
"udah gak papa kan ada aku disana
aku akan jagain kamu meski kita
tidak satu grub".
"trimakasih ya resek"
"ya, nanti pulang kuliah kita belanja yuk
buat keperluan camping"
"okke".
Dua puluh menit telah berlalu sudah waktunya masuk kelas.
"udah waktunya masuk kelas ni"?
"oh iya, yaudah sana masuk"
"okke, aku duluan ya bye?"
"bye".
Sitapun keluar meninggalkan Angga karna
sudah waktunya masuk kelas untuk belajar.
Di saat berjalan menuju kekelas , Sita di tarik
oleh teman teman vina.
"hai, sini kamu"!!
"maaf kalian siapa ?"
"kamu gak perlu tau siapa saya, kalo kamu
ngga kepingin Angga kenapa kenapa ayo
ikut kami".
Sitapun ketakutan mendengar ucapan mereka. lalu Sita menuruti perkataan teman
teman Vina itu, Sita di bawa keatas rutof di sana lah tempat dimana Sita di caci maki dan hampir kehilangan nyawanya karna hampir jatuh. Semua pertanyaan muncul di kepala Sita kenapa mereka mengancam akan menyakiti Angga ?, siapa sebenarnya mereka
namun pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban.
"hai, kau cewek kampungan jangan
pernah kau dekati Angga karna Angga
cuman milik sahabat kita . Jauhi
Angga !!"
"apa hak kalian ngelarang aku buat dekat
sama Angga kalian sapa ngelarang aku
buat berteman dengan Angga".
"kenapa kalian membawaku kesini?
apa yang akan kalian lakukan ke Angga?"
"denger cewe kampung kamu itu tidak
pantas bersanding dengan Angga cuman
sahabat kita yang pantas bersanding dengan Angga"!!
__ADS_1
"sebenarnya siapa sahabat kalian itu?
aku dan Angga memang banyak perbedaan
tapi bukan berarti kita tak boleh bersahaba
karna kita berbeda Tuhan itu menciptakan
mahluk itu berbeda beda karna untuk saling
menghargai , menyayangi , menghormati, satu sama lain".
plak , suara tangan yang melayang menampar
pipi Sita. Sitapun memegang pipinya yang terasa sakit.
"banyak omong Lo , awas aja kalo Lo
masih deket deket Angga aku bisa
melakukan lebih dari ini kekamu"!!
"aku gak takut, selama Angga mau
berteman dengan ku aku akan tetap
dekat dengan Angga".
Ternyata jawaban Sita itu membuat teman teman Vina naik pitam. Merekapun menarik rambut Sita .Sitapun mulai berani melawan iya memegang tangan salah satu teman Vina yang akan menamparnya.
"jangan kamu pikir aku tidak berani
melawan kalian, aku bisa melakukan
seperti yang kalian lakukan padaku
bahkan bisa lebih, tapi aku tidak akan
melakukan itu karna sayang tanganku".
Sahabat Vina itu memberontak berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Sita. Namun naas disaat tangannya berhasil terlepas tanpa sengaja tangan sahabat Vina itu mendorong tubuh sita.
Sitapun yang berdiri di pinggir pembatas tembok, jatuh kebawah untung saja Sita berhasil berpegangan besi yang digunakan untuk memperkokoh tembok pembatas.
Sitapun ketakutan karna bergelantungan di ketinggian . Sitapun menangis berteriak minta tolong sedangkan sahabat Vina langsung berlari menyelamatkan diri karna
ketakutan melihat sita yang bergelantungan hampir jatuh.
menangis ketakutan.
Semua mahasiswa pun berlari untuk melihat Sita ada yang berusaha mencarikan pertolongan hingga akhirnya Aril melihat Sita
yang bergelantungan Arilpun kaget lalu berlari untuk menyelamatkan Sita.
"Sita bertahan lah aku akan naik keatas!!"
"tanganku sudah tidak kuat lagi, tuhan
tolong selamatkan aku" gumam Sita
sambil menangis.
Entah apa yang terjadi jantung Anggapun berdetak sangat kencang pikirannya pun gelisah.
Angga yang masih berada di perpustakaanpun langsung keluar mendengar ribut ribut. Bertanya kepada salah satu mahasiswa yang sedang melintas di depannya .
"Hay, bro ada apa sih rame rame?" sapa Angga.
"itu ada mahasiswi yang mau jatuh dari atas rutof entah karna kecelakaan atau mau bunuh diri".
"oh, trimakasih ya infonya?"
Anggapun berjalan menuju halaman yang sudah di penuhi mahasiswa Angga melihat keatas ruftof .
"innalilahi itu kan Sita! kenapa dia bisa
bergelantungan disana bukannya tadi
mau masuk kelas" ? gumam Angga.
"aneh bertahan lah aku akan menolongmu!!"
Sitapun mendengar suara Angga yang memanggilnya lalu Sitapun berteriak memanggil Angga.
"Resekkk!! tolong aku , aku takut!!"
"ya, bertahan lah , tenangkan pikiranmu !!"
Anggapun berlari menuju keatas rutof . Sedangkan diatas sudah ada Aril .
"sita ayo pegang tanganku aku akan
__ADS_1
menarikmu ayo?"
Sitapun berusaha menggapai tangan Aril
disaat sudah berpegangan tangan Aril sita pun berusaha mengakat tubuhnya keatas dan
disaat hampir sampai di atas tangan kanan sita sudah tidak kuat bertahan dan lepas untung saja Aril berhasil memegang tangan sita.
"ayo sita semangat pegang tanganku
dengan erat"!!
Setelah perjuangan yang menegangkan itu akhirnya Aril berhasil menyelamatkan Sita.
Aril pun mengakat tubuh sita yang membuat Aril jatuh terlentang karna kedorong tubuh sita, Sitapun jatuh diatas tubuh Aril . Arilpun menatap mata Sita yang berjarak sangat dekat dengan mata Aril .Tatapan Aril begitu dalam penuh dengan makna.
" Sita kenapa kau tega menolak cintaku
apa kurangnya aku?" gumam Aril
Anggapun sampai diatas dan melihat sita yang sudah berhasil menyelamatkan Aril.
"jadi, sudah ada Aril yang nyelamatin sita
kenapa aku ngerasa sakit melihat ini" gumam Angga.
Sitapun sadar jatuh diatas Aril , Sita berusaha bangkit dan disaat mendongakkan kepalanya kedepan Sitapun melihat Angga yang berdiri di sana. Sita langsung berdiri lalu berlari memeluk Angga sambil memeluk Angga.
Arilpun kesal mengepalkan tangannya melihat sita lari memeluk Angga.
"ih kan aku yang nyelamatin di kenapa
Angga yang dipeluk , kenapa sih Angga
selalu muncul disaat aku sama sita." gumam Angga.
"aneh bukannya tadi kamu mau masuk
kelas, kenapa bisa bergelantungan diatas?"
Sitapun menangis sambil menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya ke Angga. Angga pun meneteskan air matanya
disaat melihat sita tersedu sedu.
"aneh maafin aku ya ? lagi lagi aku gagal
menjaga mu ?" gumam Angga.
Anggapun mengambil sapu tangan yang berada di kantong celananya lalu menghapus air mata Sita.
"aneh kita harus melaporkan semua ini ke
dekan biar di tindak lanjuti.
"iya kamu bener resek ayo kita temui
dekan"
Angga dan Sitapun menuju ruangan pak dekan untuk melaporkan kejadian itu.
Tok, tok, tok, suara pintu diketuk dari luar.
"masuk" jawab dekan
"selamat siang BP?" sapa Angga
"ya siang, ada apa ya"?
"begini BP kami akan melaporkan bahwa
teman saya ini hampir kehilangan
nyawanya".
"kok bisa"?
Sitapun menceritakan semua ke dekan .
"ini sudah termasuk tindak pidana loh BP
jadi BP harus tegas " sahut Angga.
"ya nanti akan saya usut dan saya
beri sangsi".
__ADS_1