
Setelah Dosen melihat keadaan Angga , Dosenpun langsung membawa Angga kepuskes desa yang terletak tidak jauh dari tempat perkemahan. Untuk mendapatkan perawatan intesif, Setelah dua jam perjalanan akhirnya sampai juga di puskesmas rombongan pun di sambut ramah oleh petugas puskesmas. Sitapun langsung memanggil bidan desa yang habis membantu warga lahiran sambil menangis karna takut Angga kenapa kenapa.
"Bu tolong sahabat saya Bu?"
"iya, tolong mbanya tenang ya,
sahabatnya kenapa mba?"
Dengan terisak isak Sitapun menceritakan
kronologinya ke bidan desa tersebut.
"sekarang tenangkan diri mba biar
temannya kami tangani dulu".
"trimakasih bu" jawab sita.
Anggapun lasung dimasukan keruang perawatan . Sedangkan Sita dan rombongan yang mengantar Angga menunggu di luar.
Sita , yang sangat mencemaskan keadaan Angga Sita terus menangis. Membuat salah satu mahasiswa teman sekelas Angga iba , dia menghampiri Sita yang duduk di lantai pinggir pintu kamar rawat Angga untuk menenangkan .
"Sita, tenanglah Angga tidak papa, kita tau
Angga itu anaknya kuat jadi dia pasti
bisa lewatin ini semua . Ayo kita doakan
sama sama semoga Angga cepat
sembuh ".
"ya, tuhan sembuhkan lah Angga ." gumam
Sita sambil meneteskan air matanya.
Vina yang berangkat kepuskes belakangan pun telah sampai. Vinapun langsung menghampiri Sita dan menyalahkan sita.
"Sit, gimana keadaan Angga?"
"gak tau, dokter masih menanganinya
didalam."
"kenapa Angga tiba tiba bisa demam dan
bentol bentol ?"
"kayanya pas nolongin aku dia terkena
ulat bulu ".
"apa ulat bulu? ini semua gara gara kamu Angga jadi seperti ini !!" teriak Vina.
"udah stop gak usah saling menyalahkan ini
musibah dari pada ribut mending doain Angga biar cepat sembuh ." jawab salah satu
mahasiswa.
Bidan telah selesai memeriksa Angga lalu keluar. Sitapun berdiri melihat bidan telah keluar lalu menanyakan keadaan Angga.
"gimana keadaan teman saya Bu?"
" mba sebaiknya teman mba di bawa aja
kerumah sakit karna vasilitas disini
kurang memadai"?
"rumasakit Bu ?"
"iya, tapi maaf mba disini belum ada
ambulans".
"ya tidak apa apa Bu terimakasih atas
bantuannya kami akan membawa
sahabat kami pulang ke kota saja Bu".
Sitapun langsung menelvon ambulans untuk membawa Angga ke rumasakit kota.
Tiga puluh menit telah berlalu ambulan telahn sampai di puskesmas ,Anggapun langsung didorong naik kembulan.
"tolong ijinkan saya ikut ambulan ini
suster ?"
__ADS_1
"baiklah , silahkan naik" . jawab suster.
"wah , ini kesempatan bagus buat aku
aku akan manfaatin ini buat jatuhin
Sita di depan keluarga Angga. Oh ya lupa aku
kan gak punya nomernya mamahnya Angga ,
ah aku telvon Tante Milla aja kan dia gampang banget di komporin". gumam Vina.
Vinapun langsung menelvon Tante Mila untuk memberi tahukan keadaan Angga .
Tut, tut, Tut , suara sambungan telvon.
"tumben Vina telvon aku " gumam Tante
Tante Mila .
"halo , Assalamualaikum sayang, ada apa
ni telvon Tante bukannya kamu lagi
kemah ya?"
"waalaikumsalam Tante, saya mau ngasih
tau kalo Angga telah masuk rumah sakit".
"apa , masuk rumah sakit kok bisa kenapa
dia ?"
"Tante , ini semua gara gara Sita dia yang
udah bikin Angga masuk rumah sakit
Tante".
"Dibawa kerumah sakit mana ?"
"salah satu rumah sakit Bandung Tante ,dan kami masih dalam perjalanan".
"okke Tante segera kesana".
Vinapun menutup telvonnya .Tante Mila pun panik lalu memanggil kakak iparnya memberi tahukan bahwa putranya telah masuk. salah satu rumah sakit di Bandung .
Mila.
"ya, kenapa sih kamu triak triak ?"
"Angga mba, Angga"!!
"iya kenapa dengan Angga ?"
"Angga masuk rumah sakit mba !"
"apa , kenapa dia ?"
"udah nanyanya nanti aja kita sekarang ke Bandung dulu buat liat keadaan Angga ".
"okke, mba siap siap dulu ya ?"
"mba kita kabari Abang gak ya?"
"kayanya ngga usah deh, nanti kalo kita udah
liat keadaan Angga baru kita kasih tau, kan Abang mu lagi ngerjain proyek pasti sibuk terus kalo dikasih tau sekarang yang ada pasti dia akan kepikiran kasihan dia jarak Alor ke jakartakan jauh harus transit pesawat ."
"yaudah kalo gitu , tapi kalo Abang marah jangan bawa bawa aku ".
"iya, udah ayo berangkat !"
Sepanjang perjalanan Sita terus menangis melihat kondisi Angga. Sambil menangis Sita menggenggam erat tangan Angga karna dia takut Angga kenapa kenapa. Angga yang melihat Sita terus menangis Angga pun menenangkan sambil menghapus air mata Sita.
"aneh , udah engga usah nangis aku ngga
papa kok."
"ngga papa apanya kau sampai menggigil
gitu kok"
"udah tenang aja , kan kata kamu aku
superhero".
"tapi kamu harus janji sama aku kalo kamu
__ADS_1
akan baik baik aja"
"iya aku janji, udah hapus air matanya jelek
tau kalo nangis".
Angga dan Sita telah sampai dirumah Sakit Bandung Angga langsung di bawa keruang ICU. sebelum masuk Sitapun menghentikan suster untuk berbicara kepada Angga .
"suster tunggu, ijinkan aku bicara pada
sahabatku?"
"iya , silakan mba "
"resek, kamu harus janji sama aku kalo
akan sembuh, kamu harus kuat"?
"iya , aku janji ".
"mba , maaf ya pasien harus segera di tanganmu "
"silakan sus".
perlahan pun Sita dan Angga saling melepaskan genggaman tangannya.
Satu jam telah berlalu mama Rani dan Tante Mila telah sampai di rumah sakit. Mama Rani bertanya kesuster dimana anaknya dirawat.
"selamat sore sus ?"
"sore Bu, ada yang bisa kami bantu?"
"mau nanya sus , pasien atas nama
Rangga Prawita dirawat di kamar no
berapa ya ?"
" maaf ,ibu ini siapanya pasien?"
"saya ibunya"
"pasien masih dirawat di ruang ICU Bu,
silakan ibu lurus terus dari sini terus belok
kanan ".
"okke , trimakasih sus".
"sama sama Bu".
Mamah Rani dan Tante Mila pun langsung menuju ke ruang ICu . Tante Mila telah melihat Sita yang sedang duduk di bangku sambil menangis, Tante Mila pun langsung menghampiri Sita.
"hai , kau gadis pembawa sial sini kamu !!"
teriak Tante Mila sambil menarik tangan
Sita.
"kenapa ya Tante?"
plak, plak, suara tangan Tante Mila yang mendarat di kedua pipi Sita.
"kenapa Tante menampar saya ?"
"masih bertanya kenapa saya menampar kamu!" teriak Tante Mila
"salah saya apa Tante?"
"Aku menampar kamu , karna kamu yang udah bikin Angga masuk rumah sakit"!!
"maaf Tante, tolong jangan bikin keributan disini " sahut salah satu mahasiswa.
"Hay, kamu diem gak usah ikut campur aku
bisa beli rumah sakit ini dan membayar dua kali lipat karyawannya"!!
"Mila, udah cukup jangan bikin malu".
"mba, masih belain perempuan ini yang jelas jelas gara gara dia putra mba masuk ICU!"
"Mila !!! tolong jangan salahin Sita terus ".
"engga papa Tante , yang di katakan Tante Mila itu benar ".
"udah sayang, engga usah nyalahin dirimu
sendiri ini musibah , kalo Angga tau kamu
__ADS_1
begini pasti Angga sedih " jawab mama Rani sambil menghapus air mata Sita lalu memeluknya.
Trimakasih buat pra reader yang sudah meluangkan waktunya untuk memberikan dukungan / supportnya untuk karya receh ku ini😁