Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"perjodohan"


__ADS_3

Hari demi hari, Vina telah makin dekat dengan keluarga Angga . Rencana Vina dan ibunya telah berhasil. Kini Vina dan ibunya sering kali datang kerumah Angga dengan seribu alasan. Pada suatu hari di rumah Prawita telah mengadakan syukuran telah di bukanya cabang perusahaan baru milik ayahnya Angga . Tante Mila pun memanfaatkan momen itu untuk mendekatkan Angga dan Vina. Tante Mila pun mengundang Vina dan ibunya untuk membantu mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan dari kakak iparnya yaitu mamah Rani . Tut, tut, tut, suara sambungan telvon .Vina yang sedang sarapan mendengar hendvonnya berdering pun langsung mengambilnya.


"Bu, Tante Mila telvon ?"


"tumben pagi pagi telvon , angkat aja


siapa tau penting!"


"okke Bu".


"Halo, assalamualaikum Tante?"


"waalaikumsalam sayang, Tante ganggu gak nih?"


"enggak Tante , ada apa ya?"


"sayang besok hari Minggu keluarga Tante mau ngadain syukuran kamu kesini ya sayang? bantuin Tante."


"ya , Vina akan datang Tante, apa sih yang gak buat Tante Mila ?"


"kamu emang paling bisa bikin Tante seneng trimakasih ya sayang tente tunggu "!


"siap Tante".


"yaudah ya ? Tante cuman mau ngomong itu


bye"


"bye Tante ".


"kenapa Mila telvon?"


"itu , besok hari Minggu ada syukuran di rumahnya Angga kita suruh kesana "


"oh, terus kamu mau datang ngga?"


"ya datang lah Bu , kan kesempatan buat ngambil hatinya Angga".


Sarapan pun selesai Vina langsung berangkat kekampus. Di pertengahan jalan Vina berfikir mau mampir kerumah Angga . Berniat untuk mengajak berangkat kuliah bareng . Lima belas menit Vina pun sampai di rumah Angga.


"assalamualaikum?"


"waalaikumsalam!!" jawab bi Asih sambil


membukakan pintu.


"Eh, mba Vina silakan masuk"


"emm bi , Angganya ada?"


"ada mba lagi sarapan , aku panggilin dulu


ya?"


"ya, trimakasih bi".


Bi Asih pun masuk kedalam untuk memberitahukan Angga .


"mas, ada mba Vina di luar"


"Vina ?"


"iya mas"


"pasti dia kesini mau ketemu Tante bukan


saya bi"


"Engga mas, mba Vina mau ketemu sama


mas Angga orang yang ditanyakan mas Angga bukan ibu Mila "


"ngapain sih nyari aku ? ganggu aja ngomong


aja aku udah berangkat kuliah bi!"


"sayang , ngga boleh gitu sama teman meski kita tak suka sama dia ayo temui dia kasihan


loh udah nungguin" sahut mamah Rani .


"iya mah".


Dengan berat hati Angga pun keluar untuk menemui Vina yang menunggunya di ruang tamu.


"Hai Vin ?" sapa Angga .


"halo, gimana keadaanmu?"


"Alhamdulilah udah mendingan".


"syukur deh , berarti hari ini berangkat


kuliah dong ? bareng yuk?"


"maaf Vin , aku belum bisa berangkat


kuliah hari ini soalnya masih lemes".


"oh, yaudah kamu istirahat aja dulu , aku


berangkat dulu ya bye"


"bye".


vinapun berangkat kuliah sendiri tanpa Angga. Setelah Vina pergi tiba tiba hendvon Angga yang berada di kantong celana berdering. Angga pun langsung merogo celananya lalu melihat hendvonnya.


"Aneh telvon yes!!" gumam Angga.


"Halo , aneh kenapa von kangen ya ?"


"hemm, jangan ke pd an jadi orang!"


jawab sita ketus


"terus kenapa pagi pagi von"


"Aku mau nanya berangkat kuliah gak hari


ini?"


"Berangkat dong , tungguin aku lima belas


menit lagi ya?"


"Motormu kan masih di sini resek terus kesini naik apa kamu? "


"Tenang aja , aku minta anterin supir kerumahmu terus kekampus nya kita


bawa motor".


"okke, siap menunggu bye".


"bye".


Seperti janji Angga lima belas menit Angga telah sampai di rumah Sita . Sitapun sudah berada di depan rumah yang menunggu kedatangan Angga.


"Selamat pagi tuan putri?" sapa Angga.


"pagi, kenapa kamu jam segini baru


jemput?"


" maaf, tadi tu Vina kerumah"


"haa!! Vina, ngapain dia pagi pagi


kerumahmu?"


"nanya biasa aja keles gak usah kaget


gitu, emm cemburu ya?" goda Angga .


"cemburu, engga tuh biasa aja"


"cemburu juga gak papa malah aku seneng".


"jadi orang itu jangan kepedean! udah ah Ayuk berangkat udah siang ni ?"


"pamit dulu sama papy ,mommy mu?"


"papy sama mommy engga di rumah lagi ke Bali ".


"ke Bali, kapan berangkatnya?"


"kemaren pas abis nengokin kamu terus pulangnya langsung ke bandara ".


"Oh , emang ada apasih kok mendadak?"


"buat ngecek bisnisnya papy yang di sana


sekalian mampir ke rumah orang tuanya mommy!!"


"oh, yaudah yuk berangkat".


Anggapun mengambil helem lalu memakaikan ke kepala Sita. Entah kenapa setiap Angga menatap tajam mata Sita, Angga selalu terhanyut di dalam bola mata Sita yang indah itu.

__ADS_1


"Resek".


"ya, kenapa?"


"Trimakasih ya?"


"untuk ?"


"ya , karna udah makein helemnya hehe"


"ya sama sama"


Dua puluh menit telah berlalu Angga dan Sita telah sampai di kampus . Angga memakirkan motornya, setelah parkir Angga dan Sita menuju kekantin di pertengahan jalan Angga dan Sita telah bertemu Vina. Alangkah kaget dan sakit hati Vina karna merasa di bohongi.


"loh itukan Angga , katanya masih lemes


kok berangkat, jangan jangan tadi


cuman alesan doang karna gak mau


berangkat sama aku , awas kamu Sita


pasti gara gara kamu Angga menolak


ajakan ku !" gumam Vina .


" Hai Vin ?" sapa Sita.


"Hai, loh Angga kamu kok berangkat


katanya mau istirahat dulu di rumah"?


"Emm, ya tadinya mau istirahat tapi, aku


baru inget kalo hari ini adalah hari terahir


buat ngumpul tugas ."


"Oh , kan bisa nitip ke aku tadi".


"Namanya juga lupa, sori ya Vin aku mau


kekantin dulu ayo aneh". Angga pun


pergi meninggalkan Vina sambil menarik


tangan Sita.


"kita duluan ya Vin?" sapa Sita.


"okke". jawab Vina.


"Resek kamu kenapasih sama Vina kok


jutek gitu?"


"Aku tu kesel sama dia , tiap hari Dateng


kerumah alasannya mau ketemu tanteku


tapi ternyata ada udang di balik batu".


"maksudnya ,ada udang di balik batu itu apa sih?"


"engga usah berlagak pilon deh" jawab


Angga ketus.


"cie, cie, cie, yang di apelin cewe cantik tiap


hari". goda Sita.


"Engga usah julit , gak tau kalo lagi kesel apa"!!


"Seharusnya tu kamu seneng , diapelin Vina


tu cowok cowok pada berlomba lomba buat


dapetin Vina ,nah kamu gak perlu berjuang


buat dapetin dia".


"Stop, aneh jangan ngomong kaya gitu


aku gak suka tau ga!!"


"Resek, kamu tau gak sih kenapa aku godain kamu kaya gini karna aku kepingin tau kamu


ada perasaan gak sama Vina . Dan sekarang


aku udah tau jawabannya jadi aku gak perlu


"aneh, maafin aku ya? udah nyakitin perasaanmu , sungguh bukan maksudku


ingin menyakitimu dengan suara lantang ku."


"Tidak apa apa resek, aku ngerti kok".


"jadi kamu ngga marahkan?"


"yaengga lah ngapain aku harus marah".


"Sebenarnya ada yang mau aku tanyain ke kamu resek?"


"mau nanya apa , ngomong aja kalo aku


bisa jawab pasti akan aku jawab".


"Apakah semua orang muslim akan masuk


surga? sedangkan banyak orang muslim yang


menjalankan maksiat contohnya tidak sholat


dan minum alkohol bukankah itu perbuatan


yang di benci Allah umat muslim?"


"kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Aku kepingin tau aja"


"emm, ada empat kriteria orang muslim yang akan masuk surga yaitu orang yang beriman kepada Allah , rosul Allah, kitab suci Alquran, kesabaran, keikhlasan , dan menjauhi larangan Allah. orang muslim yang tidak beriman berati itu Islam KTP (hanya identitas)".


"Aku mau nanya lagi?"


"silahkan".


"Allah yang telah menciptakan semuanya lalu


siapa yang menciptakan Allah ?"


"Sekarang aku mau nanya dulu kekamu nanti


baru aku jawab pertanyaanmu?"


"silakan?"


"menurutmu Isa itu nabi atau tuhan?"


"penyelamat"


"semua nabi juga penyelamat" jawab Angga


"Tuhan" jawab Sita


" Sekarang aku akan jawab pertanyaanmu,


Allah itu cuman satu dia tidak di ciptakan(dilahirkan) dan dia yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya


jadi Tuhan yang di ciptakan itu bukan Tuhan(Allah ). apa kau sudah paham ?"


"ya sedikit".


"Denger ya aneh , aku gak mau berdebat soal


agama karna aku gak mau terjadi salah paham diantara kita terus saling benci


karna bagiku agamamu ya agamamu


agamaku ya agamaku".


"iya aku paham resek kan aku yang nanya duluan".


"udah waktunya masuk kelas ni aku, aku kekelas dulu ya?"


"Okke, oh ya lupa aneh nanti pulang kuliah mampir kerumah ku dulu ya?"


"Ngapain "? jawab Sita


"udah ikut aja nanti juga tau".


"emm, okke".


Sitapun pergi kekelas meninggalkan Angga sendirian di perpustakaan. Empat puluh lima telah berlalu , waktunya untuk pulang. Sedangkan Angga sudah menunggu Sita di depan kelas. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya yang di tunggu tunggu keluar juga. Angga dan Sitapun langsung menuju ke parkiran namun tiba tiba Angga di panggil Vina .

__ADS_1


"Angga, tunggu!!" teriak Vina.


"iya , kenapa?"


"kamu mau kemana?"


"yapulanglah kenapa emang?"


"kita pulang bareng yu kebetulan


aku mau kerumahmu tadi di telfon


Tante Mila suruh kesana ?"


"maaf Vin , aku pulang bareng Sita .


Sita juga mau kerumahmu".


"ih, ngapain sih pake ngajakin Sita kerumahnya segala". gumam Vina.


"oh ,yaudah naik mobilku aja jadi kita


bareng bertiga".


"maaf Vin, aku gak bisa ikut kamu?


kita ketemu di rumah saja , ayo aneh kita


berangkat".


Angga dan Sitapun pergi meninggalkan Vina di parkiran. Dua puluh menit Angga dan Sitapun sampai di rumah Angga . Anggapun menghentikan motornya di halaman rumah lalu mengajak Sita masuk.


"Assalamualaikum?" salam Angga sambil


membuka pintu lalu masuk.


"waalaikumsalam" jawab mamah Rani .


"selamat sore Tante ?" sapa Sita


"Eh , ada nak Sita toh ayo sini duduk". jawab mamah Rani .


"aneh kamu ngobrol dulu sama mamah ya?


aku mau sholat ashar dulu"


"iya".


"mah, titip Sita ya? jangan di julitin"


"siap bos"


Anggapun langsung masuk kedalam namun dia masuk kedapur dulu memberi tahukan bi Asih untuk membuat minum dan makanan.


"bi,bi, bi asih.."


"iya mas, ada apa tadi bibi lagi buang


sampah jadi gak denger ".


"tolong bikinin jus jeruk sama makanan


ya ? diluar ada temanku ".


"iya mas".


Bi Asihpun langsung melaksanakan tugasnya sedangkan Angga langsung masuk kamarnya mandi lalu sholat ashar. Lima menit kemudian bi Asihpun keluar membawakan minuman dan cemilan buat Sita.


"silahkan diminum non?"


"panggil saja Sita bi jangan non".


"aduh engga sopan lah , kalo bibi panggil


nama , gimana kalo bibi panggil mba


aja?"


"ya udah terserah bibi aja yang penting


jangan manggil non saya ngga nyaman


soalnya". jawab Sita sambil tersenyum.


"Mba Sita teman sepesialnya mas Angga


ya ? soalnya baru kali ini mas Angga bawa


teman perempuannya".


"saya sama Angga cuman teman biasa kok


bi , kita satu kampus ".


"oh berarti bareng mba Vina juga ya?"


"iya bi".


"bibi kebelakang dulu mba mau lanjutin masak jangan lupa di minum jusnya".


"ya bi, trimakasih ya?"


"sama sama , permisi ya mba"?.


"wah, ternyata pacarnya mas Angga orangnya baik , sopan sederhana , ngga sombong lagi


sungguh sempurna buat jadi seorang istri" gumam bi Asih sambil menatap sita sebelum masuk ke dalam.


Dua puluh menit telah berlalu Angga pun selesai sholat, lalu keluar menemui Sita Yang sedang asyik ngobrol dengan mamanya.


"ehem, lagi ngomongin apasih kayanya


seru banget?"


"ah kepo" jawab Sita


"iya dong, ngomongin apasih?" kata Angga sedikit memaksa karna ingin tahu.


"lagi ngomongin soal perempuan jadi laki laki


nggak boleh tahu" sahut mamah Rani .


"oh gitu" jawab Angga .


Disaat sedang asyik bercanda bertiga, Vina dan mamahnya pun datang seketika membuat Angga menjadi muram.


"Assalamualaikum?" sapa Vina dan


ibunya.


"waalaikumsalam, eh Vina ayo sini silakan masuk?"


"selamat sore jeng?"


"sore jeng, apa kabar?"


"alhamdulilah baik"


"jeng gimana kalo kita ngobrolnya di tempat


lain biar anak anak ngobrol sendiri?"


"oh, boleh ayo kita ke taman belakang aja "


"ya ayo"


Mamah Rani dan orang tua vinapun langsung menuju ketaman belakang meninggalkan Vina , Sita, dan Angga . Setelah sampai di taman belakang orang tua Vinapun mengatakan niatnya yaitu ingin menjodohkan Vina dan Angga .


"jeng, lihat deh Angga dan Vina mereka


cocok sekali ya ? gimana kalo kita


jodohkan mereka saja?"


"setuju, Angga dan Vina itu sangat serasi


kalo menjadi suami istri !" sahut Tante Mila yang baru datang.


"Tapikan mereka masih kuliah jeng, biarkan mereka menggapai cita citanya dulu dan masih terlalu mudah untuk berumah tangga" jawab mama Rani .


"Aduh jeng , nikahnya setelah mereka selesai kuliah juga bisa"


"iya mba , setelah menikah Angga tidak perlu


mencari pekerjaan karna dia adalah pewaris tunggal perusahaan Prawita grub".sahut Tante Mila .


"maaf ya jeng ? kalo aku sih terserah anak nya karna mereka yang akan menjalaninya , saya permisi kebelakang dulu ya jeng silakan ngobrol sama Mila dulu permisi".


"besti, sepertinya kakak iparmu tidak setuju kalo Angga di jodohkan sama Vina anakku?"


"udah kamu tenang aja aku dukung kamu kok


nanti biar aku ngomong sama abangku karna abangkulah yang memutuskan semua hal dan tidak ada yang berani menentang keputusan abangku".


"okke, trimakasih ya besti? akhirnya kita akan

__ADS_1


menjadi keluarga".


"iya".


__ADS_2