
Angga pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Angga sangat bahagia melihat kedekatan Sita dan papahnya Angga berharap ketika papahnya mengetahui kalo Sita adalah non muslim keadaan akan tetap seperti ini penuh kehangatan dan canda tawa.
Dua puluh menit kemudian Angga beserta orang tuanya pun sampai di bandara. Angga pun keluar lalu mengambilkan barang bawaan papahnya.
"Trimakasih sayang" ucap papah Prawita.
"Sama sama pah".
"Papah pesan buat kamu sayang jangan
pernah sakiti seorang wanita ,kalo
sampai kau menyakiti wanita ingatlah
satu hal anakku kau lahir ke dunia ini dari
rahim seorang perempuan".
"Iya pah, Angga akan selalu ingat".
"Dan buat kamu nak Sita Om titip Angga
cintai dan sayangi lah dia jangan pernah
sia siakan anak Om, jika Angga yang
membuat kamu menangis maka telvon
aja om , biar om jewer telinganya sampai
putus"
"Hehehe, iya om Sita akan menjalankan amanah om"
"Mah, jaga kesehatan ya ? jangan lupa sholat
doain aku ya mah" ucap papah Prawita sambil mencium kening Istrinya.
"Iya, papah juga jaga kesehatan ya? jangan
sampai lupa makan ?" jawab mamah Rani sambil mencium tangan suaminya.
"Sayang, papah berangkat dulu jaga mamah
baik baik ya "?
"Iya pah, papah hati hati dijalan"
"selamat sampai tujuan om " sahut Sita
"Aamiin, berangkat ya dada" jawab papah.
Papah Prawita berjalan sambil melambaikan tangan. Kini Angga giliran mengantarkan Sita pulang.
"Aneh, kita nganterin mamah pulang dulu
ya ? engga papakan?"
"Ya , engga papa kan lebih deket
kerumah mu".
Anggapun langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Akhirnya setelah menempuh perjalanan lebih dari tiga puluh menit akhirnya sampai di rumah BP Prawita. Angga pun turun untuk membukakan pintu mobil untuk mamahnya.
"Tante, maaf ya Sita engga bisa mampir
Sita langsung pulang ya?" pamit Sita
Sita sambil mencium tangan mamah
Rani .
"Ya, tidak papa"
"Mah, Angga langsung nganterin Sita pulang ya?"
"Ya, kalian hati hati di jalan ya"?
"Ya, assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam" jawab mamah Rani .
Anggapun langsung masuk ke mobil untuk mengantarkan Sita. Tiga puluh menit telah berlalu. Angga dan Sitapun sampai di rumah. Angga memakirkan di depan rumah Sita .
"Angga kenapa ya? dari tadi diem Mulu
ngga kaya tadi pas di bandara aneh
banget deh" gumam Sita.
"Udah sampai sayang , ayo masuk
langsung istirahat ya?"
"Kamu kenapa sih resek ? dari tadi diem Mulu
ngga kaya pas di bandara, kalo ada masalah
cerita ".
"Engga , aku ngga papa kok"
"Bener nih"
"iya"
"Oh yaudah "
"Aku langsung pulang ya ? iloveyou"
"Entar malam kamu datangkan?"
"Insya Allah".
"Aku akan menunggumu sampai kamu datang love you to".
"Bye"
"Bye"
Setelah Sita masuk kerumah Anggapun langsung mengemudikan mobilnya. Di pertengahan jalan Angga cat mommynya Sita. Untuk membantu Angga menyiapkan supraeis untuk Sita. Anggapun menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu mulai mengirim pesan ke mommy Santi, Kebetulan mommy Santi lagi main hp jadi langsung membuka cat dari Angga .
"Selamat siang tante maaf menggagu
waktunya".
"Siang nak Angga, ada apa ya ? "
"Maaf ya Tante, Angga mau minta
bantuannya "
"Ya boleh, apa yang bisa tante bantu"
Anggapun langsung menceritakan semua rencana supraeis nya untuk Sita.
"Okke, tante akan bantu kamu menyiapkan
semuanya".
"Trimakasih Tante".
Setelah cat dengan mommy nya Sita Anggapun melanjutkan perjalanannya. Angga pun mampir di sebua toko untuk membelikan kado buat Sita.
"Ada yang bisa kami bantu mas"? tanya
pelayan toko.
"Mba aku lagi nyari gelang kouple tapi
yang ada namanya ada engga?"
__ADS_1
"Oh , ada mas mohon di tunggu biar
kami ambilkan "
"Ya, trimakasih mba".
"Ini mas gelangnya, ada juga kalung yang
liontinnya bisa di kasih foto loh"
"Yaudah sekalian deh sama kalungnya
jadi berapa semuanya?"
"Dua juta lima ratus"
"Emm, mba kebetulan saya ngga bawa uang kes pake kartu biasakan mba?"
"Bisa mas"
"Trimakasih mba"?
"Sama sama mas, sering sering mampir
belanja kesini ya mas"?
"Insya Allah".
Anggapun melanjutkan perjalanannya .
Dua puluh lima menit telah berlalu Angga pun sampai dirumah. Langsung memasukkan mobilnya kegarasi. lalu masuk lewat pintu samping. Angga pun lega ternyata Vina dan ibunya sudah pulang.
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam " jawab bi Asih .
"Bi, Vina sama ibunya udah
pulang belum?"
"Udah mas, emang kenapa?"
"Engga papa bi".
Anggapun meninggalkan bi Asih lalu langsung masuk kekamar membanting tubuhnya keatas kasur untuk istirahat sejenak. Adzan magrib pun berkumandang mengajak umat Islam untuk sholat. Angga pun langsung berwudhu. Anggapun mengajak mamah Rani dan tante Mila untuk sholat jamaah di masjid.
"Mah, tante, ayo kita sholat jamaah
di masjid "
"Maaf sayang , mamah lagi ngga sholat"
"Oh, yaudah kalo gitu Angga berangkat
ke masjid dulu ya mah,
assalamualaikum"?
" Iya, waalaikumsalam"
Anggapun langsung berangkat kemasjid sendiri. Lima belas menit kemudian Anggapun selesai sholat, Anggapun langsung pulang .Melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 19. 05. Angga langsung mempercepat jalannya. Setelah sampai di rumah ternyata mamah Rani dan tante Mila sudah siap.
"Assalamualaikum"?
"Waalaikumsalam".
"mamah sama Tante udah siap toh"?
"Emm , maaf ya tante, kayanya Angga engga bisa datang ke acaranya Sita deh
Tante berangkat bareng mamah aja ya?"
"Loh kenapa emang sayang?" tanya mamah Rani .
"Tiba tiba , Angga pusing nih mah" jawab Angga sambil memberi kode ke mamah Rani .
"Yes, Angga gak jadi datang jadi rencanaku
pasti berhasil." gumam tante Mila .
"Oh, yaudah kamu istirahat aja biar mamah
berangkat berdua sama Tante".
"Hati hati ya mah"
"Okke sayang".
Setelah mamah Rani dan tante Mila berangkat, Anggapun langsung lari masuk kamar ganti baju lalu mengambil kado yang sudah di siapkan untuk Sita. Anggapun langsung mengambil kunci motornya lalu berangkat. Mamah Rani pun sampai , langsung di sambut oleh Sita .
"Hai Tante, trimakasih udah mau datang"
"Ya sayang, ini buat kamu semoga kamu
suka ya"?
"Emm, kok tante cuman berdua mana Angga ?"
"Angga engga datang!!" sahut tante Mila
cetus.
"Engga, aku tidak percaya pasti Angga Dateng " gumam Sita.
Semua teman Sita sudah datang begitu juga dengan tamu yang diundang mommy dan papy. Sudah satu jam Sita menunggu namun Angga tak kunjung datang. Berulang kali Sita menghubungi ponsel Angga namun tidak dijawab, Sitapun mulai merasa kecewa pada Angga , Sitapun meneteskan air matanya.
"Resek, kenapa kamu tega melakukan ini
padaku, aku kecewa sama kamu, apa ini
jawaban dari sikap mu yang berubah tadi
siang" gumam Sita.
Mommy pun menghampiri putrinya yang duduk terpaku sendirian di pinggir pintu. Mommy tau pasti perasaan putrinya hancur karna orang yang dicintai tidak hadir. Tapi mommy juga ngga mungkin memberi tahukan yang sebenernya.
"Sayang ayo masuk waktunya
potong kue" ajak mommy sambil
menghapus air mata putrinya.
Sita tak menjawab mommy hanya menganggukkan kepalanya, lalu berdiri. berjalan untuk menemui semua tamu undangan. Sedangkan Vina, merasa sangat senang melihat Sita menangis karna Angga tidak datang.
"Rasanya puas banget melihat Sita
nangis karna Angga tidak datang
itu berarti Angga tidak benar benar cinta
sama Sita dong" gumam Vina sambil tersenyum.
Sitapun berjalan sambil meng hapus air matanya , menuju panggung untuk potong kue disaat mau naik keatas panggung tiba tiba mati lampu. Dan Sitapun menghentikan langkahnya, di kagetkan dengan suara seseorang yang sedang membaca puisi. Suara yang Sita kenal dan iya hafal di setiap helaan nafas.
__ADS_1
Harus ku sampaikan ini
jatuh cinta padamu bukanlah hal yang
mudah untukku.
Aku harus melewati ribuan anak tangga
Deretan daun pintu
juga katup katup jendela yang tak berujung.
kadang membuat aku gagap di lanun
bingung.
Orang orang bilang aku sudah tidak waras lagi karna memilih jatuh cinta padamu.
Dan aku tidak memperdulikan itu.
"Mom....itu suara resek, Resek ...di mana
kamu aku tau itu suaramu, kamu
datangkan!! " teriak Sita.
"Sayang ini udah jam sembilan jadi
engga mungkin Angga datang, ayo
potong kuenya udah malam"
"Engga, Sita ngga akan potong kuenya
sebelum Angga datang kesini , Sita yakin
mom Angga pasti datang".
Disaat Sita, mommy, dan papy berdebat tiba tiba ada orang yang menghampiri Sita dan memberi tahukan kalo ada sebuah paket untuknya.
"Permisi, apa benar ini mba Sita?" tanya
seorang kurir.
"Iya benar, ada apa ya mas?"
"Mba ada paket buat mba , silakan di cek
dan tanda tangani surat penerimaan
barang ini".
"Dari siapa ya mas?"
"Wah saya tidak tau mba karna tidak
ada nama pengirimnya".
"Yaudah mas di bawa masuk saja" sahut momy.
"Maaf Bu , saya butuh beberapa orang untuk
membantu saya mengakat ya".
Akhirnya papy pun menyuruh sapam dan beberapa anak buahnya untuk membantu mengakat paket yang buat Sita.
"Waou besar sekali paketnya
kira kira apa ya isinya?" tanya mommy.
"Ayo sayang buka kardus nya" sahut papy
"Ih , kenapa Sita selalu menang dari aku
siapa sih yang ngasih kado semewah itu
kira kira apa ya isinya?" gumam Vina .
Sitapun melangkah kan kakinya mendekati sebuah kardus kado yang sangat besar yang di berikan untuknya. perlahan lahan Sita memotong pita kardusnya yang isinya tidak iya ketahui. Tangannya gemetar saat memotong pitanya satu persatu. Jantungnya berdegup sangat kencang seperti saat dia berada di samping Angga . Betapa kagetnya Sita saat membuka gardus tersebut
ternyata isinya adalah Angga dan sebuah piano.
"Supraeis!!!!" teriak mommy ,papy, dan
mamah Rani .
"Jadi kamu....." Sitapun langsung
memeluk Angga sambil menangis.
"Hai, kenapa kau menangis"? tanya
Angga sambil menghapus air mata
Sita.
"Aku pikir kamu tidak akan datang"
"Lalu apa kata hati mu?"
"kamu pasti datang"
"Kalau hatimu mengatakan aku datang
maka itulah yang terjadi, hehe, he,
lagian mana mungkin aku tidak datang
di hari spesial orang yang aku cintai".
"Iloveyou aneh, aku akan selalu
ada untukmu".
"Iloveyou to"
__ADS_1
.