
Adzan subuh telah berkumandang Angga yang sudah mandi bersiap siap untuk berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah.
Anggapun mengajak papah dan mamah nya untuk sholat berjamaah di masjid.
"pah, mah, ayo kita sholat jamaah di
masjid aja, entar pulangnya sekalian
olah raga".
" iya , kamu bener sayang kan udah
lama juga kita gak pernah olahraga
pagi bareng" jawab mamah .
"yaudah ayo berangkat" shahut papah.
Angga pun berangkat kemasjid bersama papah dan mamah nya. Setelah sampai di masjid Anggapun langsung masuk karna imamnya sudah datang. sepuluh menit telah berlalu sholat subuh pun selesai . Seperti yang disampaikan Angga tadi setelah selesai sholat Angga langsung olahraga , yaitu lari pagi di komplek.
"pah, mana mamah jadi ikut
olahraga ngga ?"
"mamah belum keluar mungkin bentar
lagi" jawab papah.
Lima menit kemudian mamah Rani pun keluar
lalu melambaikan tangannya.
"mah, kok lama sih , padahal sholatnya
udah selesai lima belas menit yang lalu
loh? ini putra kesayangan ngga sabar"
"maaf pah, tadi ketemu Bu RT , jadi
ngobrol bentar"
"Oh".
"mamah jadi ikut lari ngga ?" tanya Angga.
"jadi dong sayang".
"yaudah , ayo kita mulai lari
dari sini " sahut papah .
Angga, papah , mamah , mulai berlari mengelilingi komplek mereka tinggal. ketika
sedang berlari mereka bertemu tetengga yang sedang olahraga juga merekapun saling sapa.
"selamat pagi , pak , ibu Prawita?"
"pagi ibu ibu"
"Tumben olganya bareng keluarga
biasanya ibu sendirian ?"
"oh, iya Bu mumpung lagi ngga kerja
jadi ikut Olga".
"Emmm, ternyata keluarga BP Prawita
ini kompak dan harmonis ya bisa kita
jadikan teladan ya ibu ibu"?
"Ah , ibu ini berlebihan".
"Ibu ibu kita duluan ya ?" sahut mamah
Rani .
Angga dan keluarga pun melanjutkan larinya
ketika sudah lari mamah Rani pun menggoda suaminya.
"cie, cie , yang dapet pujian dari ibu ibu
komplek , gimana pah perasaannya?"
"biasa aja tuh" jawab papah sambil
tersenyum.
"sayang, lain kali kalo Olga gak
usah ngajakin papah ya nak?"
"loh , emang kenapa mah?"
"Nanti papamu , bisa puber lagi kalo
ketemu ibu ibu genit tadi".
"hehehe, heeee" Angga dan papah ketawa
bareng.
"loh kok ketawa ada yang lucu emang?"
"Engga kok mah , Angga seneng aja"
"seneng kenapa ?"
"Ternyata ada yang membujur mah" jawab Angga sambil tos sama papahnya.
"cie cie ada yang cemburu nih"? sahut papah sambil memainkan alisnya keatas kebawah.
"Cemburu ?? engga tuh biasa aja"
"udah lah mah ngomong aja , kalo
mamah itu cemburu iyakan pah"
"Heeee, betul sayang" jawab papah sambil tertawa.
"Dasar anak sama BP sama saja
sama sama nyebeliiin!!".
"Mamah sayang, di hati papah itu cuman
ada mamah dan hati papah itu sudah terkunci dan tidak bisa dibuka oleh wanita
manapun".
"Heleh gombal" jawab mamah.
"Cie, cie ternyata papah jago juga ya
buat ngerayu hehehe"?
"mamah udah cape ni kita langsung pulang ya"?
"Iya , ngomongnya cape padahal takut kalo
papah dilirik wanita lain " goda papah.
"papah reeeseek!!" jawab mamah.
Papah pun langsung menggandeng tangan istrinya lalu berjalan menuju rumahnya. Angga yang melihat keharmonisan papah dan mamah nya pun tersenyum sambil berjalan di belakang orang tuanya.
"ya allah jagalah keharmonisan keluarga
ku ini, dan semoga suatu saat ketika
aku sudah mempunyai keluarga sendiri
aku bisa seperti papah dan mamah ku
yang selalu rukun aamiin" gumam Angga.
Setelah sampai dirumah Anggapun langsung masuk kekamar untuk mandi bersiap siap untuk berangkat kuliah. Setelah berberes Angga pun keluar untuk sarapan bersama.
"Assalamualaikum , mah, pah , Tante?"
"waalaikumsalam, emang kalian abis dari
manasih? abis sholat subuh kok pada
sepi?" tanya Tante Mila .
"Tante, tadi kita sholat jamaah terus
olahraga keliling komplek Tan".
"ih, kenapa ngga ngajak Tante?"
"Mila, maaf bukannya kita ngga mau
ngajak , biasanya kamu abis sholatkan
tidur lagi". shahut mamah Rani .
Anggapun melihat jam yang melingkar di tangannya ternyata jarum jam tangannya sudah menunjukan jam 07.30. Anggapun langsung berpamitan untuk berangkat kuliah.
"Angga berangkat kuliah , ya pah , mah,
__ADS_1
Tante , assalamualaikum?"
"waalaikumsalam hati hati nak!!"
"ya mah".
Anggapun mengeluarkan motor dari garansi lalu berangkat. Angga agak kesiangan jadi mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, lima belas menit kemudian Angga telah sampai dirumah Sita. Bener saja , ternyata Sita sudah berada di teras menunggu dirinya.
"Selamat pagi tuan putri , udah
lama ya nunggunya maaf ya"?
"tumben kesiangan, abis dari mana?"
"Engga dari mana mana tadi itu macet
di jalan karna ada razia"
"oh, yaudah ayo berangkat"
"pamitan dulu sama camer?"
"haaa, aku gak salah denger kan
resek ngomong calon mertua" gumam Sita.
"apa!!! camer?"
"emm, masudku orang tua mu".
"Haduh, baru ngomong gitu aja jawabnya
nadanya tinggi banget apa lagi kalo aku
nyatain perasaanku " gumam Angga.
"em, ngga usah pappy sama mommy
tadi udah berangkat ke hotel mau
miting" .
"Resek , sebenernya aku berharab bannget kalo yang kamu ucapkan barusan
adalah nyata kalo orang tuaku adalah
calon mertua mu" gumam Sita.
"ooh"
Angga dan Sitapun langsung berangkat kekampus .
"Enaknya aku cerita ngga ya keresek
tentang niatku, ah nanti aja deh di kampus sambil ngobrol bareng Tomi " gumam Sita.
Sepuluh menit kemudian Angga dan Sitapun sampai di kampus. Setelah parkir motor , Angga pun berpamitan untuk masuk kelas karna dia masuk pagi.
"Aneh , aku masuk kelas dulu ya soalnya
aku masuk pagi, kamu tunggu aku di
perpus aja ya?"
"Okke, bye"
"bye, seeyou".
Anggapun langsung masuk kelas, sedangkan Sita berjalan menuju keperpustakaan sendirian, Sita duduk di kursi paling belakang.
Dua puluh menit telah berlalu, Sita yang sedang asyik baca buku tiba tiba Vina thegeng datang menghampiri.
"Sita, bisa kita ngobrol bentar?"
"Emmm, bisa silakan duduk"
"Ngobrolnya , jangan disini ayo ikut aku!!"
"Loh, kenapa engga ngobrol disini aja?"
Tangan Sita pun di tarik oleh salah satu sahabat Vina .
"Apa apaan ni main tarik tarik
aja, sebenernya ada apa sih?"
"kalo kamu ngga mau kita kasarin
yaudah nurut sama kita!!" jawab Vina
"okke, aku beresi buku ku dulu".
Setelah membereskan buku Sita pun mengikuti Vina the geng ke atas rutov.
"Vin , ngapain sih kita keatas rutof segala
kalo cuman mau ngobrol doang?"
"karna diatas sini suasananya lebih enak".
"okke, sekarang katakan kamu mau
ngomong apa?"
"Aku tanya sebenernya kamu ada hubungan
apa sama Angga ?"
"Aku sama Angga gak ada hubungan apa
apa".
"kamu cintakan sama Angga ?"
"kenapa, kamu tiba tiba ngomong gitu?"
"udah jawab aja ngga usah banyak pertanyaan tinggal jawab iya atau tidak!!!"
"Emang apa urusan mu kalo aku cinta dan
tidak sama Angga ?"
Vinapun member kode ke sahabatnya, sahabatnya pun mengerti dengan kode yang di berikan, mereka langsung memegangi tangan Sita . plak, suara tangan Vina yang mendarat di pipi Sita.
"Jelas jadi urusanku!!!"
"kenapa kau menampar aku, apa salah ku?"
"kau masih bertanya apa salahmu!! denger
baik baik ya jahui Angga karna Angga cuman milik ku, dan asal kamu tau sebentar lagi aku sama Angga akan tunangan jadi jangan dekat dekat Angga camkan itu!!!".
"ayo guys kita pergi" ajak Vina pada para sahabatnya.
Sahabat Vinapun melepaskan tangan Sita lalu pergi bersama Vina meninggalkan Sita diatas rutov sendirian. Sitapun duduk termangu sendiri , air matanya pun tumpah seketika mengingat perkataan Vina yang mengatakan kalo Vina akan tunangan dengan
Angga laki laki yang selama ini iya cintai.
"jadi, Angga akan tunangan sama Angga"
gumam Sita.
Sitapun berteriak sekencang kencangnya
"aaaaaaa!!!!!! resek kenapa kamu gak
ngomong kalo mau tunangan !!!" teriak
Sita.
Jam pelajaran pun selesai Angga pun langsung keluar menuju ke perpustakaan untuk menemui Sita. Setelah sampai di perpustakaan Angga pun mencari Sita namun Sita tidak ada , Angga pun keluar mencari Sita kekelas karna Angga berpikir Sita sudah masuk kelas, namun dikelas pun kosong tak ada satu orangpun, Anggapun berfikir.
"emm, di kelas gak ada juga mungkin
Sita kekantin aku cek dulu kesana deh"
__ADS_1
gumam Angga .
Setelah sampai di kantin , Sitapun tidak ada disana.
"aneh kamu kemana sih " gumam Angga .
Anggapun mulai cemas memikirkan Sita, Angga takut kalo terjadi sesuatu pada gadis yang dia cintai itu. Anggapun berjalan menuju ketaman kampus , ketika sampai di taman Angga memutarkan bola matanya melihat kesana kemari mencari Sita. Namun yang dia cari tak ada disitu, Angga pun bertanya pada salah satu maha siswa yang melintas di depannya.
"maaf mba, mau nanya ngeliat Sita ngga
ya?"
"Tadi aku liat dia jalan keatas rutof sama
Vina ".
"Emmm , trimakasih ya mba infonya?"
"tumben Vina sama Sita main diatas rutov"
gumam Angga .
"ya sama sama".
Anggapun langsung berlari menuju rutov Anggapun terus berlari melewati tangga yang menuju keatas rutov . Alangkah kagetnya Angga yang melihat Sita sendirian sedang menangis Angga pun berlari menghampiri Sita.
"aneh kamu gak papa , kenapa kamu
nangis?" tanya Angga sambil mengambil
sapu tangannya.
Ketika Angga akan menghapus air mata Sita , Anggapun didorong oleh Sita .
"jangan dekat dekat aku , hii hiii" jawab Sita
sambil menangis.
"Aneh, kamu kenapasih, kenapa kau dorong
aku? apa salahku? perasaan tadi kita baik
baik aja?"
"kamu jahat resek jahat!!"
"jahat ? jahat kenapa emang aku ngelakuin apa kekamu"?
Sitapun berdiri lalu berlari meninggalkan Angga tanpa menjawab pertanyaan dari Angga .
"aneh tunggu aku"!!
Anggapun berlari mengejar Sita, ketika Sita akan turun ke tangga, Angga pun menariknya hingga Sita ketarik memeluk Angga .
"lepasin aku!!"
"engga aku gak akan lepasin kamu
sebelum kamu menjawab pertanyaanmu,
aneh , kita udah janji kalo kita akan selesain
langsung kalo ada masalah dan kita juga janji kalo kita tidak nyembunyiin apapun itu kamu lupa?'
"Aku tidak pernah lupa sama janji kita resek,
tapi kamu yang sudah lupa hiii hii".
"apa maksudmu? tolong perjelas aku tidak
mengerti?"
"kenapa kamu gak pernah cerita kalo kamu
mau tunangan sama Vina !!"
"Apa, tunangan? siapa yang mau tunangan sama Vina , kamu tau dari mana?"
"Vina sendiri yang ngomong tadi sama gengnya"!! jawab Sita sambil sesegukan.
"terus kamu percaya sama Vina tanpa konfir
dulu sama aku?"
Sitapun diam tanpa berkata satu patah pun.
"Sekarang ayo kita duduk dulu". ajak
Angga .
Sitapun duduk di samping Angga .
"Aneh , kita udah janji loh kalo kita
tidak akan percaya sama gosip yang
beredar tanpa kita konfirkan ke orang yang bersangkutan". tanya Angga sambil menghapus air mata Sita.
"jelas aku percaya lah orang Vina yang ngomong bukan orang lain".
"aneh ,denger baik baik ya aku ga akan tunangan sama Vina , Vina itu ngarang.
terus ngomong apa lagi dia?"
"aku suruh jauh jauh dari kamu"
"wah Vina udah keterlaluan ni, ayo
sekarang ikut aku".
"kemana ?"
"kita temui Vina kita selesain masalahnya,
tapi sebelumnya hapus dulu air matanya
malu diliat temen temen , dasar cengeng"
"kamu ngatain aku cengeng emmmm" Sita
mencubit lengan tangan Angga .
"aou , sakit tau"
"sukurin ".
"aneh, segitu sedih nya kamu mendengar
aku akan tunangan apa kamu mempunyai perasaan yang sama seperti aku?" gumam Angga .
"ayo turun" ajak Sita .
Angga dan Sitapun turun mencari Vina untuk meminta pertanggung jawaban Vina .Angga dan Sita sudah mencari Vina kemana mana namun belum ketemu juga .
Angga pun melihat Aril yang sedang nongkrong sama temannya lalu Angga dan Sitapun menghampiri Aril untuk menanyakan Vina .
"Hai ril , mana Vina ?"
"emangnya aku bpnya, yang tau Vina
dimana dan mau kemana!"
"kamu kan bestinya jadi pasti kamu tau lah"
"kita nanya baik baik loh ril kok
jawab nya gitu banget?" sahut Angga .
"emang kenapa mulut mulut guwe "
"Ril, aku males debat sama kamu , tolong jawab kamu tau ngga Vina di mana?"
"guwe ngga tau!!!".
"okke trimakasih jawabannya".
Angga dan Sitapun pergi meninggalkan Aril .
"Dasar saiico"!!
"sapa yang saiico"?
"Itu si Aril nyebelin" jawab Sita
"nyebelin apa nyebelin" ? goda Angga
"ngga usah mulai deh " jawab Sita.
__ADS_1