Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"Sadarnya Angga"


__ADS_3

Adzan magrib telah di kumandangkan Mamah Rani membeli makanan untuk berbuka Sita. Setelah membeli makanan , lalu mamah Rani pergi ke masjid untuk sholat magrib.


"Nak, ini ada makanan buat buka puasa


kamu ya? Tante mau sholat magrib


dulu , selamat berbuka sayang".


"Trimakasih ya tante? maaf Sita


ngerepotin".


"Engga dong sayang".


Mamah Rani pun langsung berangkat ke masjid untuk Solat magrib . Sedangkan Sita jagain Angga sambil berbuka puasa.


"Sayang, aku makan dulu ya , hari ini aku


aku puasa, aku minta sama Allah untuk


kesembuhan kamu dan aku punya janji


pada diriku sendiri disaat kamu bangun


nanti aku akan ajak kamu buat


nganterin aku ke tempat omnya Tomi


buat menjadi saksi ketika aku


mengucapkan syahadat . Sayang, kamu tau aku sangat rindu saat saat kita makan bersama kita selalu berebut , apa kamu juga kangen masa masa itu kalo iya ayo bangun, buka matamu. Aku baru


menyadari semuanya ternyata Allah


sangat menyayangi aku , dia telah


mengetuk hatiku menunjukkan


kebenaran yang sesungguhnya ."


Sepuluh menit telah berlalu mamah Rani pun telah selesai sholat. Mamah Rani pun masuk kekamar Angga dirawat. Saat mamah Rani membuka pintu mama Rani melihat kalo Sita lagi mengajak Angga ngobrol jadi mamah Rani mengurungkan niatnya lalu duduk di kursi tempat menunggu pasien membiarkan Sita untuk ngobrol dengan Angga . Saat mamah Rani sedang duduk sendirian mamah Rani telah di kejutkan dengan kedatangan papah Prawita.


"Assalamualaikum mah?" sapa papah


Prawita.


Mamah Rani pun langsung menengok ke arah sumber suara dan ternyata yang menyapanya adalah suaminya mamah Rani pun langsung berdiri memeluk suaminya sambil menangis.


"Waalaikumsalam , papah hehe anak


kita pah hehe" ucap mamah Rani sambil


menangis terisak isak


"Sabar mah, istighfar , doakan agar anak


kita cepat sadar" jawab papah Prawita


sambil membalas pelukan istrinya.


"Kapan papah pulang?"


"emm, papah dari bandara langsung


kesini buat liat keadaan Angga, gimana


keadaannya sekarang?"


"Masih sama seperti kemaren belum sadarkan diri ".


"Kok mah diluar ?"


"Di dalam ada Sita pah , dia lagi mengajak


ngobrol Angga ".


"Oh , dia disini"?


"Iya pah, malahan dia yang bantu suster


buat merawat Angga "


"Papah mau masuk , buat liat Angga ".


Papah Prawita pun membuka pintu sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, Om kapan pulang?"


"Baru aja om nyampe"


Sitapun beranjak dari tempat duduknya memberikan kursinya untuk papah Prawita.


"Silahkan duduk om?"


"Trimakasih ya?"


"kenapa Angga sampai bisa kaya gini?"


"Maafkan Sita om, Angga seperti ini gara gara


menyelamatkan Sita" jawab Sita sambil menahan air matanya di pelupuk matanya .


"Sayang cukup jangan salahkan dirimu terus menerus ini semua musibah yang di berikan Allah" sahut mamah Rani .


Mamah Rani pun mendekati suaminya lalu menceritakan semua kronologi terjadinya musibah itu . Papah prawitapun berfikir akan membawa Angga berobat keluar negri mencari dokter yang terhebat ,rumah sakit terbaik di Singapura .


"Oh jadi seperti itu kejadiannya? kok bisa


lampu sampai jatuh apa sebelumnya


tidak di cek dulu?"


"Sebelum acara di mulai semuanya sudah di cek ulang semua nya om , bahkan yang mengerjakan pegawai profesional semua" jawab Sita.


"Sudah berapa lama Angga tidak sadarkan diri?"


"Tiga hari pah " jawab mamah Rani .


"Kalo besok pagi belum ada perubahan


maka aku akan membawa Angga ke Singapore aku akan mencarikan dokter terbaik di sana".


"Apa pah ? Singapore?"


"Iya, agar Angga cepat sadar".


"Kenapa harus ke Singapore sih pah?


disini juga tidak kalah dengan cara pengobatan di sana pah".

__ADS_1


"Ini untuk kebaikan anak kita!!


sekarang aku mau bertemu dokter


yang menangani Angga ".


"Mamah ikut pah "


"Yaudah ayo".


"Sita tante titip Angga dulu ya?"


"Iya Tante".


papah Prawita dan mamah Rani pun keluar langsung menuju keruangan dokter yang menangani Angga untuk membicarakan keinginan papah Prawita . Sedangkan Sita langsung duduk di pinggir Angga menggegam tangan Angga lalu menceritakan isi hatinya.


"Resek, aku tidak tau harus bahagiya atau


sedih. Aku menginginkan kamu agar cepat


sembuh tapi di sisi lain aku sangat sedih,


aku mendengar kalo kau akan di bawa


ke singapore , resek, apa kau tau rasanya


aku ingin mengatakan pada papahmu ?


agar tidak membawamu kesana karna aku


tidak mau berpisah denganmu, aku ingin kamu tetap ada di sini di sisiku hem hem ,


pasti kamu juga merasakan hal yang samakan ? jadi aku mohon ayo buka matamu


agar kita tetap bersama Hem....hem..." .


Sitapun menumpahkan air matanya , menangis hingga terisak isak. Tanpa Sita sadari air matanya berjatuhan membasahi tangan Angga hingga akhirnya Angga dapat


merasakan kesedihan Sita, yang mampu membuat Angga bangun dari tidur panjangnya. perlahan lahan jari Angga bergerak lalu terbukalah mata Angga lalu


menyebutkan nama Sita .


"Aneh, aneh" suara lirih dan lemah


Angga memanggil Sita.


"Resek !!! kamu sudah sadar ? syukur


lah" jawab Sita kaget.


"Aku dimana ?"


"kamu di rumah sakit sayang ,tidak


sadarkan diri 3 hari"


"Apa!!"


Angga pun berusaha mengingat semuanya.


"Ya aku ingat , waktu itu kamu mau


kejatuhan lampu dan aku berlari


mendorong mu , kamu gak papakan ?"


"Tidak, aku ngga papa sekarang jangan


biar aku panggil dokter dulu buat periksa


kamu".


"Aku udah ngga papa kok"


"Udah diem, kamu tunggu disini sebentar


aku mau memanggil dokter dulu oke".


Sita memberi sarang Heo untuk Angga, Anggapun tersenyum lalu membalasnya. Sita pun keluar untuk memanggil dokter. Dengan wajah berbinar binar Sitapun mempercepat jalannya menuju keruangan dokter yang memeriksa Angga , memberi tahukan bahwa Angga sudah siuman . Tok, tok, tok, suara pintu di ketuk dari luar.


"Silahkan masuk" jawab dokter.


"Om, Tante , dok, Angga sudah sadar"


"Apa!!! Angga sudah sadar?" jawab mamah Rani terkejut tidak percaya.


"Iya Tante " jawab Sita.


"Alhamdulilah !! trimakasih ya Allah


engkau telah mengembalikan putraku


mengakat penyakitnya" !! teriak mamah Rani .


Dokter, papah prawita, mah Rani pun langsung menuju kekamar rawat Angga , setelah sampai di depan kamar Angga di rawat mah Rani pun langsung membuka pintu lalu berlari memeluk putranya.


"Sayang...., jadi benar kamu sudah sadar


he..hehe... Hem..." suara tangis mamah


Rani karna tak bisa di bendung lagi.



"Hai mah, kenapa mamah nangis


seharusnya mamah seneng dong?"



"Ini tu air mata kebahagiaan seorang ibu


sayang".



"Hemm mah, bukan cuman mamah doang


kali yang mau di peluk sama kesayangan"


"Papah, kapan papah pulang?"


"Tadi, pas magrib papah nyampenya , gimana keadaanmu?"


"Angga, udah ngga papa kok pah".


"Bagus itu baru jagoan papah".


"Jagoan mamah juga kali pah? jangan


lupa itu"

__ADS_1


"Iya, iya mah" jawab papah dan Angga serentak.


"Wah, ternyata keluarga BP dan ibu kompak banget ya ? harmonis , dan penuh canda tawa


bisa di jadikan contoh".


"Aamiin" jawab mamah Rani .


"Em, pak ,Bu , mas Angga nya di periksa dulu


ya ?"


"oh , ya silahkan dok".


"Gini ni dok, istri saya kalo anaknya kenapa kenapa pasti anaknya tidak boleh di periksa orang lain maunya di peluk aja anaknya" celoteh papah Prawita menggoda istrinya.


"Aou, sakit mah" teriak papah Prawita kesakitan karna di cubit.


"Sukurin"


"hehe...hehe ..." semua tertawa melihat kelakuan papah Prawita dan mamah Rani


yang seperti ABG .


"Em wajar lah pak , namanya juga


seorang ibu" jawab dokter sambil memeriksa Angga.


"Gimana keadaan anak saya dok?"


"Mas Angga nya sudah tidak papa kok Bu, BP, tinggal pemulihan saja dan harus banyak istirahat, ohya Bu, ini ada obat yang harus


di beli soalnya di rumah sakit sudah abis


silakan beli di apotek depan rumah sakit."


"Trimakasih dok?"


"Ya, kalo begitu saya permisi dulu BP , ibu?"


"Ya dok".


"Tante, biar Sita saja yang beli obatnya?"


"Eh, engga usah kamu di sini saja biar tante dan om yang beli obatnya, ayo pah temani


mamah beli obatnya".


"Ayo " jawab papah Prawita singkat.


Papah Prawita dan mamah Rani pergi membeli obat ke apotek .Kini di dalam ruangan hanya tinggal ada Angga dan Sita saja. Angga yang merasa rindu pada Sita, Angga pun menatap Sita dalam dalam yang


membuat Sita jadi salah tingkah.


"Kenapa kau melihat aku seperti itu?"



"Emang kenapa? apa aku tidak boleh


menatapmu ? kan aku kangen".



"Masya "



"Apa kamu tidak kangen sama aku?"



"Engga " jawab Sita.



" Emm, jadi kamu ngga kangen sama aku?


andai kamu tau saat aku tidak sadar


yang ada di ingatanku cuman kamu


meski aku tidak bisa membuka mataku


tapi setiap hari aku bisa melihat


kehadiranmu aku tau kalau kau ada di


sisi ku."



"Jadi Angga juga bisa merasakan semua


itu?" gumam Sita.



"Aku jagain kamu nya diluar aja ya ?


kamu istirahat aja dulu".


Saat Sita beranjak dari tempat duduknya mau keluar Angga pun menarik tangan Sita, hingga Sita jatuh pas di pelukan Angga hampir saja Sita me*c**m bibir Angga mungkin kalo diukur hanya setengah senti jaraknya. Anggapun tenggelam di dalam bola mata Sita yang indah begitu juga sebaliknya. Di saat itu pula Vina dan tante Mila masuk untuk menengok Angga, alangkah kagetnya Vina dan tante Mila yang melihat posisi Sita yang


berada di pelukan Angga.


"Astaqfirullah, apa apa an ini!!!!" teriak tante Mila.


"Astaga , Angga dan Sita c**m*n, kurang


ajar kenapasih harus Sita" gumam Vina .


Sita yang mendengar teriakan tante Mila pun kaget dan langsung membenarkan posisi tubuhnya.


"Maaf tante, ini tidak seperti yang tante pikirkan"


"Heleh jangan ngelak kamu udah jelas jelas tante dan Vina melihat kamu tadi ada di pelukan Angga, kalo Angga sih tidak mungkin


melakukan terlebih dulu ini pasti kamu kan yang menginginkannya, secara kamu kan cewe murahan".


"Tante cukup!! ini semua tidak seperti yang


Tante pikirkan ! tadi tu pas Sita mau berdiri


kakinya kesandung kursi jadinya jatuh ke pelukan Angga . Kalo tante cuman mau bikin keributan silakan keluar saja"


"Angga, tante dan Vina kesini buat jenguk


kamu loh, tapi kamu malah mengusir tante?"


"Maaf tante , masud Angga tidak seperti itu".

__ADS_1


__ADS_2