Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
"Hasutan Tante Mila "


__ADS_3

Setelah selesai makan malam papah Prawita dan mamah Rani mengajak mereka untuk pulang . Sedangkan Angga menyarankan orang tuanya untuk pulang lebih dulu karna Angga berfikir untuk melakukan sesuatu untuk Sita, karna semenjak mendengar ucapan Angga, sikap Sita jadi berubah dia menjadi murung .


"Makannya malamnya sudah selesai ayo


kita pulang ?"



"Maaf pah , Angga masih ada urusan jadi,


papah dan mamah pulang aja dulu ".



"Yaudah , kalo gitu papah duluan ya?


kamu hati hati jangan pulang terlambat".



"Iya pah".


"Assalamualaikum ?"


"Waalaikumsalam".


Setelah papah Prawita dan mamah Rani pulang, Sitapun mengajak Angga pulang. Namun Angga menolaknya karna Angga merasakan perubahan sikap Sita , Angga ingin menjelaskan ucapannya tadi agar Sita tidak salah paham padanya .



"Resek , ayo kita pulang udah malam ni ?"



"Tunggu sebentar, aku mau bicara


sesuatu padamu".



"Udah malam resek, jadi kita bicara besok


saja "



"Tidak , aku ingin selesai sekarang".



"Mau membicarakan apa lagi sih?


yaudah kalo kamu gak mau pulang ,


aku bisa pulang sendiri kok" .


Jawab Sita lalu beranjak dari tempat duduknya. Tapi Angga memegang tangan Sita untuk menghentikannya.


"Duduk lah, aku tau kau marah kan?


mendengarkan ucapanku tadi, aku gak


mau kau salah paham padaku. Dengar


aneh, percayalah aku sangat mencintaimu, tapi aku belum bisa mengatakan yang sebenarnya pada papah ku,


karna aku tidak mau kehilanganmu tapi aku


janji suatu saat aku akan mengatakan yang sebenarnya pada papah ku tentang perbedaan ini."


Sita hanya terdiam menatap tajam Angga . Angga mengatakan pada Sita untuk tetap duduk untuk menunggunya karna Angga akan memberikan sesuatu untuknya . Anggapun pergi menghampiri pelayan meminta sebuah gitar. Lalu naik ke panggung yang disiapkan untuk para pengunjung untuk bernyanyi.



"Sita ini untuk mu?"


Angga mulai memainkan gitarnya .


"Kau pemilik Hatiku"


Kau adalah pengembaraan ku


Kau pula tempat tujuanku


Betapa sulit untuk melaluinya


Tanpamu wahai hatiku


Kau adalah hidupku


Kau pula yang ku sertakan dalam doaku


Betapa sulitnya untuk melaluinya


tanpamu wahai pemilik hatiku


Kehadiranmu menyempurnakan


kekuranganku.


kau adalah hidupku, kau lah nafasku


ku ingin menjadi layak untukmu


Betapa sulitnya melalui semua ini.


Jiwaku milikku


Ragaku milikku

__ADS_1


Tapi seakan tak lagi menjadi milikku


Sebab keduanya telah menjadi milikmu


Langitku mencintai bumimu jika tidak di bumi


Maka temui lah aku di surga .


Semua pengunjung pun bertepuk tangan setelah Angga selesai. Anggapun turun lalu menghampiri Sita. Sitapun meneteskan air matanya lalu minta maaf karna salah paham pada Angga .


"Resek , maaf kan aku?"



"Us, kau tak perlu minta maaf " jawab Angga.


Angga menghapus air mata sita , lalu berjanji akan memperjuangkan cinta nya ketika papahnya sudah mengetahui kebenarannya.


"Aku janji , aku akan memperjuangkan


cinta kita, begitu juga sebaliknya kau juga


harus berjuang bersamaku jangan pernah


menyerah "



"Iya "



"Janji " Angga mengulurkan jari


kelingkingnya.



"Janji" jawab Sita sambil melingkarkan jari


kelingkingnya ke jari kelingking Angga .



"Yaudah sekarang kita pulang yuk ".



"Ya" jawab Sita.


Dua puluh lima menit telah berlalu Angga pun sampai di rumah Sita . Angga menghentikan mobilnya di pinggir jalan . Lalu turun membukakan pintu mobil untuk Sita


"Silakan tuan putri ?"



"Terimakasih , my pangeran ".




"Bye, iloveyou?"



"Love you to".


Anggapun masuk mobil , melambaikan tangannya lalu mengemudikan mobil.


Setelah bayangan mobil Angga tak terlihat Sitapun masuk kerumah.


Sedangkan mamah Rani setelah sampai dirumah, langsung masuk kamar menjalankan sholat Isyak bersama papah Prawita lalu tidur. Sedangkan papah Prawita belum bisa tidur jadi keluar kamar menuju ruang tv untuk melihat tv acara bola. Tante Mila merasa haus jadi dia keluar kamar untuk mengambil minum. Tante Mila yang melihat abangnya sendirian dia pun sangat senang Tante Mila pun langsung menghampiri abangnya untuk menghasutnya.



"Yes , ini sudah waktunya


menghasut Abang , untuk


menyingkirkan gadis kampungan itu


dari hidup Angga " gumam tante Mila .



"Assalamualaikum bang , kok belum tidur


jam segini seharusnya Abang istirahat


kan baru pulang dari Palembang pasti


cape iya kan"?



" Waalaikumsalam , Abang belum bisa


tidur . Kamu sendiri kenapa belum


tidur?"



"Mila, abis ngambil minum terus liat


Abang nonton tv jadi, Mila kesini".


__ADS_1


"Oh "



"Bang , sebenarnya ada yang mau Mila


katakan tentang Angga ".



"Angga ? kena dengan Angga ?"



"Tapi Abang janji ya ? jangan marah "



"Ya, ayo cerita ".


"Bang, Angga itu jadi berubah semenjak bergaul dengan Sita , dia jadi arogan dan berani membangkang sama orang yang lebih


tua "


"Masya sih , yang aku lihat Angga masih sama dengan Angga yang dulu nurut dan sopan begitu juga dengan Sita dia anak baik attitude nya bagus, malah aku udah berencana ingin melamarnya untuk Angga ."


"Iya, itu kalo di depan Abang. Apa aku ngga salah denger Abang mau melamar Sita ?"


"Iya, dia gadis yang baik dan berasal dari keluarga baik juga kenapa emangnya kamu


ada masalah dengannya ?"


"Aku tidak ada masalah dengannya bang ".


"Lalu kenapa kau ke beratan ?"


"Aku tidak pernah keberatan Angga berteman dengan siapapun bang , kecuali Sita "


"Kenapa emang dengan Ita ?"


"Bang, Sita itu tidak pantas menjadi bagian dari keluarga kita , apa yang akan di katakan keluarga besar kita dan orang orang nanti


bahwa cucu seorang ustad akan menikahi gadis yang beda agama . Nama baik keluarga


kita akan hancur bang, bahkan nama baik almarhum papah dan mamah akan ikut tercoreng".


"Apa, beda agama ? apa maksud ucapanmu?"


"Jadi , Abang belum tau kalo Sita non muslim?"


"Aku tidak tau, karna Angga tidak menceritakannya, apa kakak iparmu tau itu ? "


"Iya bang, mba Rani sudah tau kalo Sita non muslim".


Papah Prawita pun terdiam menahan amarahnya . Dan tante Mila pun sangat bahagiya yang melihat abangnya sangat marah terlihat dari raut wajahnya . Bahkan Tante Mila menggunakan kesempatan itu untuk menjelek jelekkan Sita di depan papah Prawita . Setelah merasa puas tante Mila pun berpamitan mau tidur .


"Yes berhasil " gumam tante Mila.


"Bang, Mila tidur duluan ya , oh ya , Abang jangan kasih tau siapa siapa ya bang? kalo aku yang cerita semua ini aku takut nanti mba Rani marah . assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam , iya aku nggak akan kasih tau, kamu aman udah jangan takut ".


Tante Mila pun langsung pergi kekamarnya , sedangkan papah Prawita terus saja memikirkan semua perkataan adiknya sambil menunggu Angga pulang . Lima belas menit telah berlalu, terdengar suara mobil yang berhenti di luar. papah Prawita menyalakan lampu semua ruangan . Karna papah Prawita berfikir untuk mencari kebenarannya dari Angga langsung. Setelah memasukan mobil ke garasi , Angga langsung masuk lewat pintu samping lalu langsung menuju ke kamarnya . Namun Angga di kejutkan dengan keberadaan papahnya yang berdiri di pinggir tangga kamar yang sudah pasti akan menginterogasinya kenapa pulang malam.


"papah kok belum tidur? ngapain berdiri


disini ?"



"Angga, papah mau bicara sebentar "



"Em , pasti mau menginterogasi " gumam


Angga .



"Mau bicara apa pah? bicaranya besok aja


aja ya? soalnya Angga mau sholat Isyak


terus bobo Angga udah ngantuk pah "



"Sebentar aja penting ini !!"


Anggapun kaget mendengar nada bicara papah nya agak tinggi seperti sedang marah .


Untung saja mamah Rani datang menyelamatkannya .


"Oh, ternyata papah disini toh, ada apa sih


pah ?"



"Ada yang ingin papah tanyakan tentang


Sita ".


"Em, pah bicaranya besok aja ya? inikan udah


malam terus Angga juga mau sholat Isyak


selain itu pasti papah pasti juga capek kan ?

__ADS_1


ayo kita tidur , bicaranya besok aja, ayo , ayo


pah " ajak mamah Rani manja .


__ADS_2