
Sita merencanakan setelah pulang kuliah, Sita akan menghubungi tante Rani bahwa nanti malam dia akan datang kerumah untuk memberikan supraeis ke Angga . Sedangkan Angga sedang diambang kebimbangan antara percaya dan tidak dengan apa yang dia lihat. Angga pun langsung menelvon Sita, tut, tut, tut, suara sambungan telepon. Sita yang sedang di kantin , mendengar hendvonnya berdering langsung mengambilnya dan melihatnya.
" Angga, halo "
"Hai, sayang , gimana kuliahnya ?"
"Em biasa aja kurang semangat ".
"Kenapa?"
"Karna penyemangat diriku lagi ngga
masuk kuliah ".
"Emm , ternyata cintaku udah pinter
ngegombal ya?"
"Yakan , kamu yang ngajarin . Serius ni ,
aku emang kurang semangat karna
kamu engga ada di sampingku kaya
ada yang kurang disini."
"He he, denger sayang , kamu harus tetep
semangat meski aku engga ada di
sampingmu, tapi aku akan tetap ada di
hatimu ".
"kok ketawa sih, yang aku katakan tu
bener tau".
"Iya aku percaya kok".
"Terus kenapa tertawa"
"Engga papa. Oh ya , kamu tadi ke
kampus bareng Ama siapa ?"
"Dianterin teman SMA ku dulu, dia
baru pindah dari Singapore terus
kuliah di sini kenapa emang?"
"Em, engga papa aku kuwatir aja ".
"Engga usah kuwatir aku bisa jaga diri
kok. Kamu tenang aja engga usah bimbang aku sama dia ngga ada hubungan
kecuali persahabatan " jawab Sita seolah olah dia merasakan apa yang sedang di rasakan Angga .
"Kenapa kau bisa merasakan apa yang aku
rasakan padahal aku tidak mengatakannya?"
"Cinta , ini lah yang dinamakan kesucian cinta. Cinta yang tulus bisa memahami
segalanya. Apa kau mau bicara dengannya?
dia ada di sini , kita lagi di kantin bersama".
"Em, engga usah aku percaya kok kalo
kamu engga akan mengkhianati kepercayaan ku , yaudah kamu lanjutin aja makannya engga enak sama temanmu ".
"Oke, kamu istirahat ya? jangan lupa makan
iloveyou "
"Iya , loveyou to".
Anggapun menutup telvonnya.
"Siapa yang telvon?" tanya Niko.
"Angga "
"Em, ternyata Angga segitu sayangnya ya
sama kamu?"
Sita menjawab pertanyaan Niko dengan senyuman manisnya.
" Tapi sebentar lagi rasa sayangnya itu
akan sirna karna aku akan
merampasnya " gumam Niko .
Sita menghabiskan minumnya lalu berpamitan pada Niko untuk masuk kelas.
"Nik, aku masuk kelas dulu ya? bye"
__ADS_1
"Oke, nanti aku tunggu di parkiran pulangnya ya ?"
"Oke".
Sitapun langsung menuju ke kelasnya .Sedangkan Niko masih di kantin .
Vina yang melihat Niko sendirian langsung menghampiri Niko , bukan Vina namanya kalo ngga ada rasa kepo .Vina berjalan menuju Niko dan ketika sudah tiba di samping Niko Vina pun pura pura keseleo biar jatuh tepat di samping Niko agar dia punya alasan untuk mengajak Niko berkenalan , vinapun menjalankan aksinya.
"Aou "
Teriak vina sambil menjatuhkan badannya ke tempat duduk Niko . Ternyata rencana Vina berhasil , Niko pun langsung menopang Vina .
"Mba ngga papa?" sapa Niko
"Yes berhasil rencanaku". gumam Vina .
"Em engga , aku ngga papa trimakasih
udah nolong aku ".
"Ya, sama sama".
"Aku baru liat kamu apa kamu mahasiswa disini juga?"
"Oh iya, aku baru pindah dari Singapore ".
"Oh, boleh aku duduk?"
"Silahkan"
Vinapun duduk lalu memperkenalkan diri .
"Em, namaku Vina , siapa nama mu?"
"Aku Niko".
"Senang bisa kenal kamu".
"Oh ya, kamu sama Sita ada hubungan apa?
aku lihat kalian Dekat banget, em maksudku
sejak kapan kamu kenal Sita kan kamu baru
di sini?"
"Aku sama Sita sudah berteman sama Sita
sejak SMA , bahkan kami bukan hanya sebagai seorang sahabat".
"Jadi kamu , bisa di bilang mantannya Sita?"
"Ya begitulah" jawab Niko singkat.
aku bisa gunain ini buat menyingkirkan Sita
dari hidup Angga , yes Vina kamu memeng
cerdas " gumam Vina sambil tersenyum.
"Em, Vin aku duluan ya aku mau ke perpustakaan ".
"Okke".
Niko pun beranjak dari tempat duduk meninggalkan Vina sendirian untuk ke perpustakaan. Setelah sampai di perpus , Niko duduk di bangku paling belakang lalu membaca buku yang iya pinjam di perpustakaan. Lima belas kemudian Niko pun masuk kelas karna sudah tiba waktunya untuk belajar. Tanpa sengaja Vina menabrak Niko ketika mau masuk kelas.
"Hei, kalo jalan tu matanya di pake" !!
"Maaf mba, aku ngga sengaja"
"Niko"
"Vina, maaf ya? aku ngga sengaja buru
buru soalnya"
"Aku yang minta maaf udah berkata
kasar"
"Ini kelasmu ?"
"Iya " jawab Niko
"Kalo gitu kita sekelas dong"
"Emm, ayo masuk".
"Mungkin kita di takdirkan buat jadi sahabat,
sahabat" Vina mengulurkan tangannya ke Niko .
"Berteman itu tidak harus dengan berjabatan
tangan , tapi berhubung yang mengulurkan tangan adalah gadis cantik maka aku mau".
Tiga puluh menit telah berlalu waktunya pulang. Niko langsung keluar menuju parkiran ternyata Sita sudah menunggunya di sana. Sita yang melihat Niko yang berada di halaman kampus pun langsung melambaikan tangannya . Sedangkan Vina memperhatikan Sita dan Niko dari kejauhan.
"Hai" sapa Sita ke Niko
"Em maaf, udah lama nunggunya?"
__ADS_1
"Lumayan"
"maaf ya?"
Sita membalas permintaan maaf Niko dengan senyuman .
"Em, masih ada waktu ni kita jalan dulu yuk?"
"Kemana ?"
"Ke sebuah tempat yang tida bisa aku lupain
sampai sekarang".
"Ke mana sih ?"
"Udah diem, entar juga tau".
Sitapun menutup mulutnya, Lalu mengambil ponselnya untuk memberi tahu mamah Rani tentang rencana nanti malam. Niko pun mulai kesal karna sepanjang perjalanan Sita sibuk dengan ponselnya . Niko merasa dirinya di abaikan.
"Sita, sebenarnya kamu cat siapa sih?
serius amat , sampe aku di cuwekin !!"
"Katanya tadi aku di suruh diem , yaudah
aku diem . Ini aku lagi cat mamahnya
Angga , tentang rencana nanti malam".
"Oh, kita mau kesana jam berapa?"
"Jam sepuluh".
"Ok, nanti aku jemput kamu".
"Makasih"
Akhirnya, sampailah Niko dan Sita di sebuah tempat. Ya ini adalah sebuah cave favorit Niko dan Sita yang dulu sering mereka jadikan buat momen sepesial buat mereka berdua. Sitapun langsung terdiam langsung dia menatap ke cafe itu mengingat momen saat saat bersama Niko . Niko yang melihat Sita bengong pun dia langsung merasa yakin kalo dia bakalan mendapatkan Sita lagi dengan cara membawanya ketempat tempat yang pernah mereka kunjungi bersama.
"Sita, sit, sita !!!"
Suara keras Niko itu , membuat Sita kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Iya, kenapa?"
"Kamu kenapa kok bengong?"
"Em, ga papa, ternyata kamu masih ingat
sama cafe ini?"
"Ya, mana mungkin aku bisa lupa sama
cafe ini, kemaren aja pas baru pulang dari
Singapore aku langsung kesini".
"Oh ya?"
"Iya, berharab aku bisa ketemu kamu
disini karna aku ingat dengan janji kita
apa kamu masih ingat?"
Sitapun mengingat kembali janjinya dengan Niko bahwa ketika mereka saling merindukan
mereka akan datang ke cafe ini untuk bertemu tanpa harus memberitahukan dulu.
"Ternyata, saat aku datang kemari kamu
tidak pernah datang padahal aku
menunggumu di sini setiap hari tapi
ternyata semuanya telah berubah".
"Sebenarnya tidak pernah ada yang
berubah .Dulu aku juga melakukan
hal yang sama waktu kau pergi tanpa
ada kabar" . Jawab Sita sambil menahan
air matanya agar tidak menetes.
"Jadi , kamu melakukan hal yang sama
seperti aku?"
"Sudahlah Nik , itukan masa lalu jadi
lupain aja, yang lalu biarlah berlalu".
"Sita , dengan ucapanmu ini aku jadi
yakin kalo kau masih mencintaiku.
Aku bersumpah aku akan merebut mu
__ADS_1
dari Angga dan aku yakin pasti aku bisa
mendapatkan mu lagi" gumam Niko .