
Setelah selesai sholat Dzuhur Anggapun menghampiri Sita lalu duduk di sampingnya.
"Resek , aku mau cerita sesuatu boleh ngga?"
"mau cerita apa? ngomong aja aku bakal
jadi pendengar setia".
"Aku tu suka ngalamin hal yang aneh tau
aku tu suka ngerasa antara mimpi dan
nyata".
"Maksudnya gimana?"
"Kemaren pas pulang dari gereja , di
depan gereja itu ada yang jualan buku
nah aku kesitu lah buat beli buku Novel
terus tiba tiba di sebelah Novel itu ada
buku yang menceritakan tentang ajaran
Islam ".
"Terus?"
"Aku cuman buka buka doang aku ngga beli aku cuman beli novelnya doang, terus
pas sampai dirumah aku langsung masuk kamar buat baca novel dan anehnya kenapa buku yang tentang ajaran Islam tadi
yang aku buka buka doang kok bisa ada di
dalam novel yang saya beli padahal setelah aku liat bukunya aku taro lagi di tempatnya kok bisa ada di dalam novel yang aku beli bukunya aneh tapi nyata kan?"
"Masya Allah, begitu sayangnya Allah kepadamu , Allah ingin menunjukan kebenaran kepadamu ?"
"Maksudnya?"
"Kamu baca ngga bukunya?"
"Engga, aku tarik aja di dalam novel"
"Kalo kamu ingin tau jawabannya bacalah
buku itu nanti pasti kamu akan mengerti
apa yang aku katakan".
" Entah kenapa aku juga kalo malam ngga bisa tidur , katanya kalo ngga bisa tidur suruh wudhu dan dengerin orang ngaji?"
"Iya betul"
"Tapi , aku kan ngga bisa , ngga tau caranya".
"kamu berdoa aja menurut keyakinanmu minta perlindungan dari Tuhan mu".
"Resek, kamu mau ngga setiap aku mau tidur
kamu bacain Qur'an buat aku?"
"Dengan senang hati , mulai nanti malam aku akan baca Qur'an buat kamu sebelum kamu
tidur".
"Bener ya ?"
"iya"
"Resek, kamu percaya ngga sih kalo kita
berjodoh?"
"Sebelum aku jawab , aku balikan pertanyaannya kekamu apa kamu yakin
kalo kita jodoh?"
"aku percaya dan yakin".
"Aku juga perca , tinggal Tuhanmu atau allah
yang akan merestui alias menjodohkannya?"
"kenapa jawabanmu seperti itu
berarti kau tidak serius dengan hubungan
kita?"
"Bukan itu maksudku, aku sungguh mencintaimu aku juga serius dengan hubungan kita, bahkan di setiap doaku aku
selalu meminta agar kita berjoh, tapi yang namanya jodoh, rezeki, dan maut itu hanya Allah yang tau kita sebagai manusia hanya bisa meminta dan berusaha yang menentukan cuman Allah".
"Ya aku paham sekarang".
"Aneh , aku janji akan selalu mencintaimu
aku tidak papa meski harus merasakan sakit,
meski seluruh semua orang membenci hubungan kita ini , aku akan menggegam tanganmu erat erat untuk membuktikan kesemua orang kalo cinta itu tidak pernah salah aku akan perjuangin cinta kita asal kamu juga mau berjuang juga".
"Ya , aku janji aku akan perjuangin cinta kita
janji?"
"janji". jawab Angga sambil melingkarkan
jari kelingkingnya ke kelingking Sita.
"Sudah sore ni kita pulang yuk".
"Ayok"
Angga dan Sitapun pulang , disaat sedang berjalan menuju ke motor tidak sengaja
kaki Sita kepleset untung saja Angga berada tepat di belakangnya jadi Angga langsung menyangga tubuh Sita.
"Aou " teriak Sita yang hampir jatuh.
"kebiasaan deh makanya kalo jalan
hati hati" jawab Angga sambil menarik
hidung Sita.
"Ini juga udah hati hati jalanya emang
jalannya aja yang licin" jawab Sita.
"Iya ya deh, jalannya yang licin
kamu engga papakan?"
"Engga"
"yaudah ayo jalan"
"aou !! kaki ku sakit buat berjalan"
__ADS_1
"kayanya terjulur deh kaki mu ayo
duduk dulu di situ aku urut dulu kakimu"
"Tapi pelan pelan ya, jangan sampe sakit "
"Iya kalo emang sakit kamu gigit aja bahuku
kalo engga tanganku".
"Buat apa aku gigit kamu?"
"Ya buat nahan rasa sakit nya".
"Aku ngga mau" jawab Sita
"yaudah dalam hitungan ketiga kamu
harus siap oke? udah siap aku hitung ya
satu, dua, tiga".
"Aouuu!!" teriak Sita kesakitan.
"Kamu ngga papakan? "
"Ya engga papa cuman sedikit sakit"
"Coba sekarang gerakan kakinya pelan pelan saja".
"ya udah aga mendingan ayo jalan lagi"
"Ayok"
Angga dan Sitapun melanjutkan perjalanannya. Dengan menahan rasa sakit yang luar biasa Sitapun memaksakan kakinya untuk berjalan karna tak mau membuat Angga cemas. Angga yang melihat raut wajah Sita yang menahan rasa sakit . Anggapun langsung menghentikan langkah Sita lalu menarik tangan Sita kearahnya, yang membuat Sita jatuh pas di pelukannya jantung Sitapun berdetak sangat kencang.
"Aduh jantungku kenapa sih engga bisa
di kondisikan kalo berada di dekat Angga"
gumam Sita.
Anggapun merasakan hal yang sama , Angga langsung melepaskan tangan Sita lalu menarik badannya mundur sedikit untuk memberikan jarak antara dirinya dan Sita.
"Maaf aneh, aku cuman mau menggendong kamu ayo"
"Engga usah resek aku masih kuat kok buat
berjalan".
"Udah deh ngga usah ngeyel kakimu sakit kan ? udah ayo cepet keburu sore entar".
"Iya, bawel".
Akhirnya Sitapun mau di gendong sampai di parkiran motor.
"Ternyata kamu berat juga ya?"
"Enak aja ngatain aku gendut"
"Siapa yang ngatain kamu gendut
orang aku ngomong kamu berat"
"itu tandanya sama ngatain aku gendut
lagian juga aku gak minta di gendong kan
itu namanya salah kamu sendiri".
"Bisa nggasih sehari aja ngga ngajakin berantem aneh"
"Eh, siapa yang ngajakin berantem orang kamu sendiri kok yang ngajaki berantem
"Iya deh iya aku yang salah puas kamu?"
"Banget hehehe,he" jawab Sita sambil tertawa.
"udah sini aku pakein helemnya" .
" Trimakasih"
Setelah pakaikan helem Sita langsung naik keatas motor. Anggapun langsung mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi . Adzan magrib pun dikumandangkan Anggapun menghentikan motornya.
"Aneh udah magrib, aku sholat dulu ya?
kamu tungguin aku di restoran itu aja
nanti setelah aku selesai sholat kita
makan malam sekalian disitu ya?"
"Okke".
"pelan pelan turunnya kakinya masih sakit"
"iya bawel"
Setelah turun Anggapun langsung memapah Sita . Lalu mengantarkan Sita ke dalam lestoran.
"Aku ke mesjid dulu ya, kamu tungguin
aku disini jangan kemana mana ".
"Iya".
Setelah mengantar Sita ke restoran Anggapun keluar langsung menuju kemasjid yang berada di sebrang jalan lestoran. Sepuluh menit kemudian Angga telah selesai sholat magrib Anggapun langsung menuju kelestoran yang tadi untuk makan malam bareng Sita.
"Maaf ya , lama mungkinnya"?
" Engga papa aku ngerti kok".
"kita makan malam sekalian ya?
kamu mau makan apa?"
"Resek, kita jangan makan di sini ya?"
"Kenapa "?
"Kita beli mie ayam itu aja yuk
kasihan sekali BP itu yang jualan mie
dari tadi ngga ada yang beli coba kamu
perhatikan yang lain banyak yang beli
sedangkan BP itu hanya bisa duduk terdiam
sambil menunggu pembeli kasihankan?"
Anggapun menengok kearah yang ditunjuk Sita.
"Masya Allah sungguh muliah hatimu aneh
tambah cinta deh".
"Masya sih neik?"
"Hehe, hee, ayo kita kesana, kita beli
__ADS_1
mie ayam BP itu".
"yei, trimakasih ya resek?"
"Seharusnya aku yang berterima kasih
kekamu karna kamu peduli sama orang
lain".
Angga dan Sitapun keluar dari lestoran langsung menuju ke penjual mie ayam yang sepi pembeli itu. Setelah sampai Angga dan Sita langsung memesan mie ayam.
"pak, mie ayamnya dua ya?"
"Iya mas ".
penjual mie ayam itu sangat bahagia karna akhirnya ada yang beli juga dagangannya.
sambil menunggu pesanan mie ayam yang sedang di racik Angga dan Sitapun mengajak pedagangnya ngobrol.
"BP , udah berapa lama jualan mie
ayamnya?"
"Baru satu tahun mas"
"Oh udah lama ya pak, buka jamberapa
pak?"
"jam lima sore sampe jam sepuluh
malam".
"BP jualan sendirian , emang gak ada
yang bantuin?"
"Biasanya jualan sama istri mas, tapi
sekarang harus jualan sendiri karna
istri saya lagi nungguin anak di rumah
sakit"
"Emm, anaknya sakit apa pak?" sahut Sita.
"Anak saya sakit gagal ginjal mba.. hiiii,hiiii," jawab penjual mie ayam sambil
menangis terisak isak.
"BP yang sabar ya Allah tidak akan menguji umatnya melebihi batas kemampua umatnya
dan di setiap ujian pasti ada hikmahnya" jawab Angga .
"Iya mas".
"BP kalo jualan jam lima sampe jam sepuluh
dapet duwit berapa?" tanya Sita.
"Kalo rame dapet Lima ratus ribu neng, tapi
udah satu Minggu ini penghasilannya berkurang , karna sepi pembeli".
"Uang lima ratus cukub pak buat sehari hari?"
"Ya cukub ngga cukub neng kita harus Teteb
bersyukur masih di kasih rezeki".
"Resek, mie ayamnya enak banget ya?"
"Iya ".
"Trimakasih mas, neng".
" Kalo boleh tau masnya dari mana dan mau
kemana?"
"Oh, saya Angga dan ini teman saya Sita namanya, kami dari Bandung abis main dan
ini mau pulang ke Jakarta ".
"Oh".
Angga dan Sitapun sudah selesai makannya merekapun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Angga dan Sitapun memberikan bantuan uang untuk biaya pengobatan anaknya.
"berapa BP semuanya?"
"Tiga puluh ribu mas".
Angga merogoh kantongnya mengambil dompet lalu mengambil beberapa lembar uang untuk di berikan ke penjual mie ayam.
"Oh tiga puluh, ini semua buat BP"
"Masya Allah, ini kebanyakan mas?"
"mohon di terima PB"
"Trimakasih banyak ya mas?"
"Sama sama BP".
Sitapun membuka tasnya lalu mengambil beberapa lembar uang untuk di berikan ke penjual mie ayam juga.
"BP, ini saya ada sedikit rezeki untu biaya
rumah sakit anak BP mohon di terima ya
BP?".
"Hiii, hihi, trimakasih ya neng, sungguh mulia
hati mu neng dan juga mas Angga semoga
Allah membalas kebaikan neng dan masnya, semoga Allah memberikan kesehatan, melapangkan rezeki neng dan masnya aamiin".
"Aamiin trimakasih doanya BP, tetep semangat ya bp jangan pernah menyerah ya?"
"BP sehat selalu ,teteb obtimis setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya dan semoga anak BP cepat sembuh ".
"Aamiin trimakasih mas, neng".
"kami pamit pak ,assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam, hati hati di jalan mas, selamat sampai tujuan!!"
Anggapun menghidupkan motornya sambil melambaikan tangannya begitu juga dengan Sita, penjual mie ayam itu pun membalas lambaian tangan Sita dan Angga sambil mendoakan.
"Yaallah lindungilah mereka , panjangkan umurnya, lapangan rezekinya, permudahkan setiap urusannya aamiin trimakasih ya Allah
__ADS_1
engkau pertemukan hamba dengan orang baik".