Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
" Koma"


__ADS_3

Setelah selesai berdoa Sita langsung kembali lagi untuk melihat keadaan Angga . Ternyata di ruang tunggu sudah ada mamah Rani , Sita yang melihat mamah Rani menangis Sita jadi merasa bersalah karna meninggalkan Angga ke toilet.


"Seandainya , aku tidak pergi ke toilet pasti


ini semua tidak akan terjadi, oh ya Niko


kemana ya ? tadi kan dia ada di kamar


Angga kok menghilang sih, terus siapa


yang udah mutusin selang oksigen


Angga , kalo aku udah nemuin orang


yang mau membunuh Angga aku


bersumpah dia akan mendapatkan


imbalan yang lebih dari apa yang sudah


dia lakukan ke Angga " gumam Sita.


Sita menghampiri mamah Rani berusaha Menenangkan mamah Rani .


"Tante"


"Sita , Angga ..."


"Tante sabar ya , Angga pasti bisa


melewati semua ini karna Angga


anak yang kuat seperti yang tante kata


kan, " jawab Sita .


Sitapun menghapus air mata mamah Rani lalu memeluknya. Sepuluh menit kemudian dokter pun keluar. Sinta dan mamah Rani pun langsung beranjak dari tempat duduknya lalu


menanyakan keadaan Angga .


"Dokter, bagai mana keadaan anak


saya apa bisa di selamatkan?"


"Alhamdulilah Bu, pasien masih bisa di


selamatkan dan sekarang sudah


melewati masya kritisnya"


"Trimakasih ya Allah engkau telah


mengabulkan doa ku dan di saat


Angga sudah sehat kembali aku


akan mengucapkan syahadat di


temani Angga ". gumam Sita.


"Dok , apa kita sudah boleh


menengoknya?"


"Boleh Bu, tapi satu satu ya Bu".


"Okke , trimakasih dokter?"


"Ya sama sama".


."Silakan tante masuk dulu, biar Sita


nanti aja".


"Trimakasih sayang".


Saat mamah Rani masuk tiba tiba Niko nongol dari arah kamar mandi. Niko melihat raut wajah Sita yang sedih oleh karna itu dia yakin kalo rencananya berhasil. Niko pun langsung menghampiri Sita yang duduk sendiri sambil menangis.


"Hay , my princes kenapa kau menangis


apa terjadi sesuatu ?"


"Angga... "


"kamu harus iklas ini sudah takdir dari


Tuhan semoga Angga di terima amal


ibadahnya ya? terus apa keluarga udah


tau kalo Angga sudah meninggal , di


mana ibu nya?"


"Angga bukan meninggal tapi kritis


ada yang memotong selang oksigennya


tapi sekarang Angga udah melewati masa


kritisnya".


"Apa!! Angga selamat?"


Sitapun kaget mendengar ucapan Niko, menatap Niko sangat dalam.


"Maaf , Masud ku Angga sempet kritis, lalu


apa sudah di temukan orang yang telah


memotong selang oksigennya? kok bisa


rumah sakit sebesar ini bisa ada yang ber


tindak kriminal"


"Tidak ada yang tau siapa yang melakukannya".


"Hu, hampir saja keceplosan syukur deh

__ADS_1


tidak ada yang tahu berarti aku aman" gumam Niko.


"Oh iya, kamu dari mana ko? kok tiba tiba


menghilang ?"


"Maaf ya , tadi tu aku juga kekamar mandi


karna mau buang air kecil , seandainya


aku tidak pergi ke kamar mandi pasti


aku tau orang yang mau mencelakakan Angga ".


Lima menit kemudian mamah Rani keluar menyuruh Sita untuk masuk, karna mamah Rani tau Angga juga membutuhkan support dari Sita orang yang sangat di cintai Angga selain ibunya.


"Sita, silahkan masuk tante sudah selesai


ngobrolnya sekarang gantian kamu".


"Trimakasih tante"


"Iya sayang, tante tau Angga juga butuh


support dari kamu juga".


"Ko, aku tinggal dulu ya? kamu pulang


aja , bukannya aku ngusir soalnya aku


mau nginap di sini"


"Ya , aku ngerti kok maksudmu, yaudah


aku pulang dulu ya? kamu baik baik


disini , kalo ada apa apa kabari aku ya"?


"Okke , bye"


"Bye " jawab Sita.


Setelah Niko pergi Sitapun langsung masuk kekamar Angga lalu duduk di kursi yang terletak di pinggir Angga . Sita memegang tangan Angga lalu di genggam.


"Resek, apa kamu tau, apa kamu juga


bisa merasakan? dadaku sesak ,


nafasku berhenti, detak jantungku


berhenti seketika saat mengetahui


kamu kritis. Tapi hatiku berbisik kalo


kamu kuat, pasti bisa melewati semua


ini. Sayang, ayo buka matamu aku l


mohon aku kangen sama kejahilanmu ,


kesabaranmu, kekocakan mu , aku juga


kangen saat kita jadi tom and jeri huhu


mampu iya bendung.


Sita sekali kali menghapus air matanya yang mengalir deras hingga matanya sembab suaranya pun serak. Sita menyanyikan sebuah puisi yang Sita ciptakan khusus buat


Angga .


"Sayang, ini untukmu dari lubuk hatiku


yang paling dalam".


Untuk satu hari


untuk satu jam


untuk satu detik


jangankan sedetik


sekejap pun aku


tidak akan menjauh


darimu


Jalanku ada di kelopak matamu


Akan aku taburkan mimpi mimpi


Aku tidak akan pernah menjauh


karna kamu ada di nafasku


pagi, siang, petang, malam


selalu ku sebut namamu


kamu adalah jalan hatiku


karna hidupku adalah kamu.


Setelah membaca puisi Sitapun mencium tangan Angga lalu tidur di sofa . Adzan subuh telah berkumandang membangunkan umat


Islam sudah waktunya sholat subuh. Mamah Rani yang tidur di kursi pun bangun lalu ngecek kedalam ternyata Sita masih tidur mamah Rani pun menyelimuti Sita, lalu pergi kemasjid. Lima belas menit kemudian Sitapun bangun lalu mandi, setelah mandi Sitapun mengompres Angga lalu membuka jendela kamar rumah sakit .


" Good morning sayang? "


Sapa Sita sambil mengompres Angga .Lima menit kemudian mamah Rani datang membawa sarapan yang iya beli di kantin rumah sakit.


"Selamat pagi sayang? trimakasih sudah


menemani dan merawat Angga"


"Sama sama tante "


"Ayo sarapan dulu sayang ini Tante

__ADS_1


Uda beli sarapan"


"Trimakasih tante silahkan tante sarapan


dulu Sita belum lapar".


"Sayang kamu harus makan nanti kalo


kamu sakit siapa yang akan merawat Angga


dan menemani Angga ?"


Sitapun menundukkan kepalanya mengunci mulutnya rapat rapat. Setelah di bujuk sepenuh hati. Dan akhirnya Sita memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya kalo dia puasa untuk kesembuhan Angga .


"Maaf tante, Sita sedang puasa buat


kesembuhan Angga , katanya orang


yang puasa dengan tulus karna Allah


maka doanya akan di kabulkan Allah,


makanya hari ini Sita berniat puasa


karna Allah , untuk kesembuhan


Angga ".



"Kau...... berpuasa ?"



"Iya tante "



"Masya Allah, sungguh mulia hatimu nak,


semoga Allah men jaba doa mu" .


"Aamiin ".


Tante Rani pun tak tahan menahan air matanya lagi hingga mengalir deras.


"Yaallah , berikanlah hidayah mu kepada


Sita , bukakan lah pintu hatinya agar dia


bisa menerima hidayah mu dan menjadi


wanita yang sholeha aamiin" gumam


mamah Rani .


Saat Sita sedang mengompres Angga sambil


ngobrol dengan mamah Rani , Sita di kejutkan dengan kedatangan mommy dan papy nya.


"Assalamualaikum?"



"Waalaikumsalam" jawab mamah Rani



"Mommy ! "



"Halo jeng, apa kabar ?" sapa mommy


sambil cipika cipiki



"Hay jeng, alhamdulilah sehat"



"Gimana keadaan Angga sekarang?


katanya kemaren sempet ada orang


yang mau mencelakai Angga ya?"



"Iya , tapi alhamdulilah Allah menyelamat


kannya "



"Maaf ya jeng, baru bisa jenguk


oh ya mana papahnya Angga ?"


"Papahnya masih menyelesaikan pekerjaannya di Palembang nanti


sore baru pulang kesini"


"Emm padahal kami kepingin sekali


bertemu buat menjalin silaturahmi


soalnya setiap ada acara pasti tidak


bisa bertemu".


"Ya , semoga lain kali bisa ketemu ya jeng,


abis mau gimana lagi soalnya perusahaan


masih baru jadi harus papahnya Angga sendiri yang harus mengelola , tapi niatnya


nanti kalo udah maju akan di serahkan ke adiknya jadi ngga perlu bolak balik Palembang Jakarta lagi".

__ADS_1


"Oh begitu, semoga sukses ya jeng?"


"Aamiin ".


__ADS_2