
Setelah selesai berdoa Sita langsung kembali lagi untuk melihat keadaan Angga . Ternyata di ruang tunggu sudah ada mamah Rani , Sita yang melihat mamah Rani menangis Sita jadi merasa bersalah karna meninggalkan Angga ke toilet.
"Seandainya , aku tidak pergi ke toilet pasti
ini semua tidak akan terjadi, oh ya Niko
kemana ya ? tadi kan dia ada di kamar
Angga kok menghilang sih, terus siapa
yang udah mutusin selang oksigen
Angga , kalo aku udah nemuin orang
yang mau membunuh Angga aku
bersumpah dia akan mendapatkan
imbalan yang lebih dari apa yang sudah
dia lakukan ke Angga " gumam Sita.
Sita menghampiri mamah Rani berusaha Menenangkan mamah Rani .
"Tante"
"Sita , Angga ..."
"Tante sabar ya , Angga pasti bisa
melewati semua ini karna Angga
anak yang kuat seperti yang tante kata
kan, " jawab Sita .
Sitapun menghapus air mata mamah Rani lalu memeluknya. Sepuluh menit kemudian dokter pun keluar. Sinta dan mamah Rani pun langsung beranjak dari tempat duduknya lalu
menanyakan keadaan Angga .
"Dokter, bagai mana keadaan anak
saya apa bisa di selamatkan?"
"Alhamdulilah Bu, pasien masih bisa di
selamatkan dan sekarang sudah
melewati masya kritisnya"
"Trimakasih ya Allah engkau telah
mengabulkan doa ku dan di saat
Angga sudah sehat kembali aku
akan mengucapkan syahadat di
temani Angga ". gumam Sita.
"Dok , apa kita sudah boleh
menengoknya?"
"Boleh Bu, tapi satu satu ya Bu".
"Okke , trimakasih dokter?"
"Ya sama sama".
."Silakan tante masuk dulu, biar Sita
nanti aja".
"Trimakasih sayang".
Saat mamah Rani masuk tiba tiba Niko nongol dari arah kamar mandi. Niko melihat raut wajah Sita yang sedih oleh karna itu dia yakin kalo rencananya berhasil. Niko pun langsung menghampiri Sita yang duduk sendiri sambil menangis.
"Hay , my princes kenapa kau menangis
apa terjadi sesuatu ?"
"Angga... "
"kamu harus iklas ini sudah takdir dari
Tuhan semoga Angga di terima amal
ibadahnya ya? terus apa keluarga udah
tau kalo Angga sudah meninggal , di
mana ibu nya?"
"Angga bukan meninggal tapi kritis
ada yang memotong selang oksigennya
tapi sekarang Angga udah melewati masa
kritisnya".
"Apa!! Angga selamat?"
Sitapun kaget mendengar ucapan Niko, menatap Niko sangat dalam.
"Maaf , Masud ku Angga sempet kritis, lalu
apa sudah di temukan orang yang telah
memotong selang oksigennya? kok bisa
rumah sakit sebesar ini bisa ada yang ber
tindak kriminal"
"Tidak ada yang tau siapa yang melakukannya".
"Hu, hampir saja keceplosan syukur deh
__ADS_1
tidak ada yang tahu berarti aku aman" gumam Niko.
"Oh iya, kamu dari mana ko? kok tiba tiba
menghilang ?"
"Maaf ya , tadi tu aku juga kekamar mandi
karna mau buang air kecil , seandainya
aku tidak pergi ke kamar mandi pasti
aku tau orang yang mau mencelakakan Angga ".
Lima menit kemudian mamah Rani keluar menyuruh Sita untuk masuk, karna mamah Rani tau Angga juga membutuhkan support dari Sita orang yang sangat di cintai Angga selain ibunya.
"Sita, silahkan masuk tante sudah selesai
ngobrolnya sekarang gantian kamu".
"Trimakasih tante"
"Iya sayang, tante tau Angga juga butuh
support dari kamu juga".
"Ko, aku tinggal dulu ya? kamu pulang
aja , bukannya aku ngusir soalnya aku
mau nginap di sini"
"Ya , aku ngerti kok maksudmu, yaudah
aku pulang dulu ya? kamu baik baik
disini , kalo ada apa apa kabari aku ya"?
"Okke , bye"
"Bye " jawab Sita.
Setelah Niko pergi Sitapun langsung masuk kekamar Angga lalu duduk di kursi yang terletak di pinggir Angga . Sita memegang tangan Angga lalu di genggam.
"Resek, apa kamu tau, apa kamu juga
bisa merasakan? dadaku sesak ,
nafasku berhenti, detak jantungku
berhenti seketika saat mengetahui
kamu kritis. Tapi hatiku berbisik kalo
kamu kuat, pasti bisa melewati semua
ini. Sayang, ayo buka matamu aku l
mohon aku kangen sama kejahilanmu ,
kesabaranmu, kekocakan mu , aku juga
kangen saat kita jadi tom and jeri huhu
mampu iya bendung.
Sita sekali kali menghapus air matanya yang mengalir deras hingga matanya sembab suaranya pun serak. Sita menyanyikan sebuah puisi yang Sita ciptakan khusus buat
Angga .
"Sayang, ini untukmu dari lubuk hatiku
yang paling dalam".
Untuk satu hari
untuk satu jam
untuk satu detik
jangankan sedetik
sekejap pun aku
tidak akan menjauh
darimu
Jalanku ada di kelopak matamu
Akan aku taburkan mimpi mimpi
Aku tidak akan pernah menjauh
karna kamu ada di nafasku
pagi, siang, petang, malam
selalu ku sebut namamu
kamu adalah jalan hatiku
karna hidupku adalah kamu.
Setelah membaca puisi Sitapun mencium tangan Angga lalu tidur di sofa . Adzan subuh telah berkumandang membangunkan umat
Islam sudah waktunya sholat subuh. Mamah Rani yang tidur di kursi pun bangun lalu ngecek kedalam ternyata Sita masih tidur mamah Rani pun menyelimuti Sita, lalu pergi kemasjid. Lima belas menit kemudian Sitapun bangun lalu mandi, setelah mandi Sitapun mengompres Angga lalu membuka jendela kamar rumah sakit .
" Good morning sayang? "
Sapa Sita sambil mengompres Angga .Lima menit kemudian mamah Rani datang membawa sarapan yang iya beli di kantin rumah sakit.
"Selamat pagi sayang? trimakasih sudah
menemani dan merawat Angga"
"Sama sama tante "
"Ayo sarapan dulu sayang ini Tante
__ADS_1
Uda beli sarapan"
"Trimakasih tante silahkan tante sarapan
dulu Sita belum lapar".
"Sayang kamu harus makan nanti kalo
kamu sakit siapa yang akan merawat Angga
dan menemani Angga ?"
Sitapun menundukkan kepalanya mengunci mulutnya rapat rapat. Setelah di bujuk sepenuh hati. Dan akhirnya Sita memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya kalo dia puasa untuk kesembuhan Angga .
"Maaf tante, Sita sedang puasa buat
kesembuhan Angga , katanya orang
yang puasa dengan tulus karna Allah
maka doanya akan di kabulkan Allah,
makanya hari ini Sita berniat puasa
karna Allah , untuk kesembuhan
Angga ".
"Kau...... berpuasa ?"
"Iya tante "
"Masya Allah, sungguh mulia hatimu nak,
semoga Allah men jaba doa mu" .
"Aamiin ".
Tante Rani pun tak tahan menahan air matanya lagi hingga mengalir deras.
"Yaallah , berikanlah hidayah mu kepada
Sita , bukakan lah pintu hatinya agar dia
bisa menerima hidayah mu dan menjadi
wanita yang sholeha aamiin" gumam
mamah Rani .
Saat Sita sedang mengompres Angga sambil
ngobrol dengan mamah Rani , Sita di kejutkan dengan kedatangan mommy dan papy nya.
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam" jawab mamah Rani
"Mommy ! "
"Halo jeng, apa kabar ?" sapa mommy
sambil cipika cipiki
"Hay jeng, alhamdulilah sehat"
"Gimana keadaan Angga sekarang?
katanya kemaren sempet ada orang
yang mau mencelakai Angga ya?"
"Iya , tapi alhamdulilah Allah menyelamat
kannya "
"Maaf ya jeng, baru bisa jenguk
oh ya mana papahnya Angga ?"
"Papahnya masih menyelesaikan pekerjaannya di Palembang nanti
sore baru pulang kesini"
"Emm padahal kami kepingin sekali
bertemu buat menjalin silaturahmi
soalnya setiap ada acara pasti tidak
bisa bertemu".
"Ya , semoga lain kali bisa ketemu ya jeng,
abis mau gimana lagi soalnya perusahaan
masih baru jadi harus papahnya Angga sendiri yang harus mengelola , tapi niatnya
nanti kalo udah maju akan di serahkan ke adiknya jadi ngga perlu bolak balik Palembang Jakarta lagi".
__ADS_1
"Oh begitu, semoga sukses ya jeng?"
"Aamiin ".