Perjalanan Cinta Sejati

Perjalanan Cinta Sejati
" Menjelang Ulta Sita"


__ADS_3

Adzan subuh pun dikumandangkan Angga yang sudah berwudhu pun langsung bersiap siap untuk berangkat ke mesjid untuk sholat subuh jamaah di masjid. Dua puluh menit pun berlalu Angga yang baru pulang dari masjidpun langsung masuk kamar menggunakan Sisa waktu subuh untuk membaca Alqur'an. Notivikasi telah berbunyi memberi tahukan Angga bahwa besok adalah tanggal delapan belas Febuari yaitu tanggal dan bulan kelahiran Sita .


"Jadi besok tanggal delapan belas


astaqfirullah aku hampir lupa kalo


besok ulta Sita" gumam Angga .


Setelah selesai membaca Alqur'an Angga keluar , langsung menuju keruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarganya.


Ternyata papah, mamah , dan Tante Mila sudah menunggunya di ruang makan.


"Assalamualaikum mah, pah, tante ?"


"waalaikumsalam sayang". jawab


mamah.


"Sayang, kapan kamu akan kenalin


temanmu itu kepapah?" sahut papah.


"Emm, in sya Allah nanti pulang kuliah


mau Angga ajak kesini pah".


"ya , papah tunggu "


"Ya pah".


Anggapun telah selesai sarapan nya Anggapun langsung berpamitan untuk berangkat kuliah.


"pah, mah, Tante, Angga berangkat kuliah


dulu assalamualaikum?"


"Waalaikumsalam, hati hati sayang !!!"


"Iya mah".


Anggapun langsung mengambil kunci motor lalu berangkat menjemput Sita. Sepuluh menit kemudian Anggapun sampai di rumah Sita. Tingtong, tingtong, suara belpun berbunyi memberi tahu bahwa ada tamu. Sita yang sudah menunggu jemputan Angga ,Sita pun langsung keluar menghampiri Angga .


"Bi , Angga udah Dateng aku berangkat


ya!!!"


" Ya mba" jawab bi Ani yang sedang berberes.


Sitapun keluar lalu membuka pintu cekrek


"Selamat pagi tuan putriku ?"


"pagi, tumben jemput nya agak


kesiangan mampir kemana dulu ?"


"Engga , mampir kemana mana dari


rumah langsung kesini "


"Bener nih ?"


"Iya ngapain sih boong " jawab Angga


sambil tersenyum.


Sitapun membalas senyuman Angga , namun tak lama kemudian senyum indahnya Sita hilang dan terlihat kesedihan di wajahnya membuat Angga menjadi kuatir.


"Aneh, kamu kenapa jadi berubah melow


gitu?"


"Besok aku ulang tahun, dan tahun ini aku


ultahnya tanpa Daddy dan momy"


"Loh bukannya mereka nanti siang


pulangnya dari Bali ya?"


"Engga jadi"


" kenapa"?


"pekerjaannya belum selesai"


"Emm, yaudah engga usah sedih mereka


kerja nyari duwitkan buat kamu juga"


"Ya, aku tau tapi aku ngerasa ada yang


kurang".


"Udah jangan sedih kan masih ada aku, udah yuk berangkat udah siang ni "


"ya , ayo" jawab Sita lemes.


"Loh kok, masih lemes gitu sih ? ayo naik


atau mau aku angkat terus aku naikin memonitor?"


"No, aku bisa sendiri kok, katanya jadi orang harus sabar heem dasar laki kok bawel".


"Enak aja ngatain bawel , kamu tu yang siput"


"Heleh bawel.....bawel.. bawel"


"Siput , siput , udah buruan aku tinggal ni".


"Iyaa!!! bawel".


Setelah memakai helm Sitapun langsung naik keatas motor. Anggapun langsung mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi yang membuat Sita selain merasa takut di sisi lain Sita juga senang bisa memeluk Angga dengan erat dan bisa merasakan ada tantangan sendiri yaitu menaklukkan perjalanan. Lima belas menit telah berlalu Angga dan Sitapun sampai di kampus. Setelah parkir motor Angga mengajak Sita ke perpustakaan.

__ADS_1


" Aneh, kita keperpustakaan aja yuk"


"Okke "


Angga dan Sitapun berjalan menuju keperpustakaan, setelah sampai di perpustakaan Angga dan Sita memilih tempat duduk yang paling belakang karna mereka nyaman duduk di bagian paling belakang. Sitapun mengambil beberapa buku untuk di baca dan di pelajari. Ternyata buku yang di bawa Sita itu lumayan agak berat Anggapun dengan sigab langsung membantu Sita membawakan bukunya.


"Hemm, sini bukunya biar aku yang


bawa kasihan pasti beratkan?"


"Hehe trimakasih ya sayang"?


"Sama sama sayang".


"Hehe, resek , buku itu sama cintamu


ke aku beratan mana?" goda Sita


"Ya jelas berat cinta ku dong" jawab


Angga sambil tersenyum.


"Kok bisa berat cinta mu kenapa tu?"


"Ya karna cintaku , ada rasa sayang, terus


tambahi rindu berat"


"haaaa,haa, ternyata kamu jago ngegombal juga ya resek?"


"Ah biasa aja"


"udah berapa cewek yang kamu gombalin?"


"Enak aja, engga ada cewe selain kamu aneh , sungguh cuman kamu".


"Aku juga gak ada laki laki lain cuman kamu"


"Janji?"


"janji" jawab Sita sambil melingkarkan kelingkingnya ke jari kelingking Angga .


"Aku udah waktunya masuk kelasni, aku


masuk duluan ya ?"


"Okke".


Sitapun keluar meninggalkan Angga sendiri , karna Sita sudah waktunya belajar. Tiga puluh menit pun berlalu Sita dan Anggapun selesai belajar . Sitapun langsung keluar kelas menunggu Angga di depan kelas. Lima menit kemudian Angga pun keluar langsung menghampiri Sita yang sudah menunggunya.


"Hai, udah lama nunggunya ?"



"Baru lima menit"



"Emm, sekarang ikut aku yuk"




"Udah ikut aja nanti juga tau".



" Emmm, jadi sekarang main rahasia


rahasian ni"?



"Namanya juga supraeis masa harus


dikasih tau anehhh.., udah ngga usah


bawel ayo naik".



"iya !!"



Setelah Sita naik , Anggapun langsung mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi. Sitapun masih bertanya tanya dalam hatinya sebenarnya mau di bawa kemana dirinya , Sitapun memberanikan diri untuk bertanya kembali.



"Resek, sebenernya kita mau kemana


sih?"



"Aku mau bawa kamu kesuatu tempat


karna di sana ada orang yang mau


bertemu sama kamu".



"Siapa, laki laki apa perempuan"?



"Bisa laki laki, bisa perempuan, bisa juga


perempuan"


__ADS_1


"Reseeeek, aku itu nanya loh tapi malah


dikasih teka teki uuuww dasar nyebelin"


jawab Sita sambil mencubit pinggang Angga .



"Aou, sakit tau!!"


"Sukurin, makanya kalo di tanya jawab


yang bener"


"Iya, iya, aku mau bawa kamu kerumahku"


"Ngapain ?"


"Ya aku mau kenalin kamu ke papahku, papah ku udah pulang dari luar kota terus kepingin ketemu sama kamu"


"Jadi resek mau ngenalin aku ke papahnya


kok aku jadi deq deqkan gini ya apa Angga serius sama hubungan ini?" gumum Sita.


"Aduh resek, kenapa kamu engga ngomong dulu sih kan aku bisa ganti baju dulu terus bawain sesuatu buat papamu ?"


"Udah ngga usah repot repot bawain oleh oleh segala kamu juga gak perlu ganti pakaian kamu udah rapih , cantik juga"


"Mulai deh gombalnya"


"Yang aku katakan benar dari lubuk hatiku, kalo kamu itu ngga perlu di poles, tanpa polesan juga kamu udah cantik kok , kamu


kepingin tau ngga kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?"


"Kenapa emang"


"Karna kamu apa adanya, kamu itu beda sama


cewe cewe lain".


Sitapun tersipu malu sekaligus berbunga bunga mendengar pengakuan Angga. Dua puluh menit telah berlalu Angga pun sampai dirumahnya , Sitapun turun lalu Angga memasukkan motornya ke garasi. Setelah memasukan motornya Angga keluar lagi menghampiri Sita mengajaknya masuk kerumah.


"Ayo masuk" ajak Angga .



"Resek , gimana penampilanku udah bener belum?" tanya Sita sambil merapihkan rambut.


"Udah cantik kok, perfek bingit".


"Sungguh?"


"Iya bawel, udah ayo masuk ah".



Anggapun menarik tangan Sita mengajaknya masuk kerumah. Angga memencet bel rumahnya assalamualaikum suara bel memberitahu bahwa ada tamu. Bi Asih pun langsung berlari membukakan pintu. Cekrek suara pintu di buka.



"Oh , mas Angga toh"



"Iya, papah ada kan bi?"



"Ada mas, lagi di taman belakang ".



"Em , yaudah biar aku yang kesana , bibi tolong bikinin minum buat teman saya ya?"


"Iya mas"


"Ayo aneh , kita ketaman belakang, menemui papah ku"?


"Resek, aku takut grogi juga".


"Udah tenang aja kamu papahku baik kok".


Sitapun mengikuti Angga dari belakang menuju ketaman belakang tempat dimana papah Prawita sedang bersantai sambil baca koran.


"Assalamualaikum pah" sapa Angga



"Waalaikumsalam" jawab papah dan mamah.



"Hai , nak Sita apa kabar?" sapa mama Rani


"Sehat Tante gimana kabar Tante?" jawab Sita sambil menjabat tangan mamah Rani lalu


menciumnya.


"Alhamdulilah Tante sehat"


"Pah, kenalin ini Sita yang aku ceritain kemaren itu, Sita kenalin ini papahnya Angga "


"Selamat sore om, saya Sita"


"Oh, jadi kamu gadis yang udah mampu mencuri hati anaknya om, pantesan Angga sangat mencintaimu orang kamu gadis sangat baik atitude nya bagus cantik lagi"


"Ah om, terlalu berlebihan memuji saya".


"Tidak yang om katakan ini fakta bener"


Disaat papah Prawita, mama Rani , Angga , dan Sita sedang asyik ngobrol sambil bercanda , tiba Tante Mila datang namun Tante Mila tidak terima melihat keakraban Sita dengan keluarganya bahkan Tante Mila merencanakan untuk memisahkan Angga dari Sita.


"Tidak , ini tidak boleh terjadi , Angga tidak boleh dengan gadis itu apa kata orang nanti kalo sampai Angga nikah Ama gadis itu

__ADS_1


aku harus cari cara buat misahin mereka karna cuman Vina yang pantas buat pendamping Angga , mikir Mila mikir, ah aku dapat ide aku kasih tau aja nanti ke Abang kalo gadis itu non muslim jadi udah pasti Abang g akan setuju terus berpihak ke aku


hahaha, kamu emang cerdas Mila " gumam Tante Mila .


__ADS_2